Jumat, 25 Oktober 2013

Dosa Dosa Pertama

Posted by Unknown On 00.54 No comments

Dosa Dosa Pertama, ketika mendengar kata itu pasti akan muncul berbagai pertanyaan, mungkin juga dapat muncul sebuah pemaknaan yang negativ. Tetapi dosa dosa pertama sebenarnya bukanlah hal yang negativ. Dosa Dosa Pertama merupakan sebuah akronim dari Dolan Sabtu Dolan Santai yang dilakukan pertama kali oleh admin dan teman - teman kuliahnya. Memang admin sering sekali dolan, tetapi sudah lama jarang main bareng dengan teman - teman yang berjumlah banyak 

Pada Dosa Dosa Pertama ini rencananya mengunjungi sekitar 10 situs dan tempat wisata di Kulonprogo, tetapi karena banyak halangan maka cuma 2 situs dan sebuah tempat wisata saja yang dapat dikunjungi. Perjalanan diawali dengan berkumpul di Bonbin, sebutan untuk sebuah kantik di UGM. Pukul 10.00 kami berangkat dari sana dan mampir dahulu ke sebuah toko 24 jam yang berada di Jalan Godean. Di situlah insiden pertama terjadi ketika ada ban motor yang bocor terkena kawat, akhirnya perjalanan sempat tertunda sekitar 30 menit.


Setelah selesai menambal ban motor yang bocor, kami segera melanjutkan perjalanan. Tujuan pertama adalah Candi Pringtali, Puncak Suroloyo dan beberapa situs yang ada disekitar sana, tetapi karena jalanannya yang naik turun maka tujuan itu kami skip. Akhirnya kami langsung menuju Candi Pohpohan yang berada di Kecamatan Nanggulan. Mungkin ketika mendengar kata candi, yang terlintas di pikiran adalah sebuah bangunan yang tinggi dan besar. Tetapi di candi ini, tidak seperti yang dipikirkan tersebut. Candi Pohpohan yang terbuat dari bata bentuknya sudah sulit untuk diketahui dan tertutup dedaunan yang rontok dari pohon pohpohan diatasnya.

Walaupun bentuk candi sulit untuk dikenali, tetapi harsat untuk narsisi tetap ada pada diri kami. Setelah kami selesai berfoto di atas candi dan berfoto di dekat kandang sapi, kami langsung melanjutkan perjalanan ke tempat berikutnya. Dalam perjalanan, kami sempat mampir dahulu ke Kota Wates untuk makan siang sambil menunggu teman yang akan menyusul kami. Karena mie ayam merupakan makanan wajib ketikan dolan, makan yang kami cari adalah mie ayam.


Setelah semua kenyang, perjalanan langsung dilanjutkan ke Stupa Glagah yang berada tepat dipinggir Jalan Raya Daendels. Di Situs Stupa Glagah kami juga tidak berlama - lama karena sudah tercium bau pantai yang ingin segera kami datangi.


Pukul 15.00 kami sudah berada di Pantai Glagah, kebetulan di Pantai Glagah juga sedang ada acra Festival Layang - Layang Nasional 2013. Kami cuma melihat festival layang - layang tersebut dari pinggir laguna sambil menunggu empat teman kami yang tercecer sebelum menaiki perahu wisata. Tak terasa ternyata kami menaiki kapal wisata selama 30 menit untuk memutari laguna Pantai Glagah.


Karena berkunjung ke Glagah belum dianggap ke Glagah jika belum sampai ke ujung dermaga, maka kami berjalan kesana dan lupa jika masih ada beberapa tempat yang akan kami kunjungi sekalian perjalanan pulang ke Jogja. Polah tingkah di atas dermaga juga bermacam - macam, ditambah lagi ketika ada sebuah motor lawas, semua pada narsis dengan gayanya masing - masing. Ada yang berpose seolah - olah sedang pemotretan prewedding, ada juga yang berobsesi sebagai model yang sangat sexy, dan polah tingkah lainnya.

Tak terasa waktu sudah menjunjukkan pukul 17.00, akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Tetang tempat tujuan berikutnya, kami akan mampir jika langit masih terlihat terang. Ketika kami melewati tujuan selanjutnya, langit sudah gelap dan kami memutuskan untuk menskipnya dan langsung pulang ke tempat masing - masing. Tetapi sebelum pulang kami tidak lupa untuk makan malam dahulu di daerah Gamping.

0 komentar:

Posting Komentar

Site search