Minggu, 20 Oktober 2013

Jelajah Tjandi Temanggung

Posted by Unknown On 20.33 No comments

Komunitas pecinta budaya di Indonesia semakin kedepan semakin bertambah banyak, ada yang bersifat kedaerahan ada juga yang bersifat nasional. Salah satu komunitas pecinta budaya yang memiliki kegiatan - kegiatan menarik adalah Kota Toea Magelang (KTM). Pada hari Minggu 13 Oktober 2013 komunitas ini mengadakan acara Jelajah Tjandi di Temanggung dengan tujuan awal Situs Liyangan, Umbul Jumprit, Candi Pringapus, dan Prasasti Gondosuli.


Kegiatan jelajah diawali dengan berkumpul di Monumen Ahmad Yani Magelang yang berada di depan Taman Badaan. Satu persatu peserta jelajah berkumpul di tempat ini, para peserta bukan hanya berasal dari Magelang saja tetapi ada juga yang dari Jogja, Semarang, Bali.


Sekitar pukul 09.00 rombongan jelajah berangkat dari Monumen Ahmad Yani dengan kendaraan roda dua dan roda empat yang dikawal rombongan motor - motor touring. Ketika rombongan melewati Kantor Camat Parakan, rombongan berhenti dahulu disana untuk bertemu komunitas pecinta budaya dari Temanggung yang bernama PRABUTARA (Perangakai Budaya Nusantara) yang akan memandu rombongan ketika berjelajah di Temanggung.

Objek pertama yang dikunjungi adalah Umbul Jumprit yang merupakan mata air dari Sungai Progo. Di tempat ini biasanya digunakan sebagai tempat pengambilan air suci ketika Waisak. Selain itu di tempat ini ada kepercayaan - kepercayaan lain ketika mandi atau membasuh muka dengan air yang ada di Umbul Jumprit.


Perjalanan dilanjutkan menuju Kramat yang terletak tidak jauh dari Jumprit. Kramat sendiri merupakan sebuah tempat yang disana terdapat bebatan candi dan beberapa makam. Ada sebuah makam yang diberi cungkup sederhana yang menurut penjelasan dari PRABUTARA itu adalah makam Kyai Terasan / Pangeran Gagak Baning.


Setelah dari Kramat, rombongan menuju Situs Liyangan yang jaraknya juga tidak jauh. Situs Liyangan merupakan situs yang sangat menrik karena disana terdapat banyak temuan - temuan penting seperti yoni dengan lubang tiga, kayu yang sudah menjadi arang, keramik, jalan setapak dari jaman klasik, dan tentunya masih banyak temuan menarik lainnya di Situs Liyangan.


Karena masih banyak tempat lain yang akan dikunjungi, maka rombongan tidak lama - lama di Liyangan. Objek berikutnya adalah Candi Pringapus, sebuah candi yang terdapat arca nandi di dalam biliknya. Selain itu di candi ini juga terdapat banyak bebatuan dari Candi Perot yang berada tidak jauh dari Candi Pringapus.


Tempat berikutnya adalah Candisari, sebuah desa yang penuh dengan sebaran batuan candi. Hampir disetiap sudut desa terdapat bebatuan candi. Di tempat inilah rombongan berjalan kaki bersama mengelilingi desa, walaupun waktu di Candisari cukup lama tetapi banyak yang belum puas karena merasa belum mengunjungi sampai sudut - sudut desa.


Perjalanan dilanjutkan ke Prasasti Gondosuli yang jaraknya bisa dibilag cukup jauh dari situs - situs sebelumnya. Selain ada Prasasti yang ditulis di sebuah batu besr, ada juga bebatuan candi, yoni dan arca nandi di situs ini.


Hari sudah semakin sore dan masih ada satu tempat lagi yang terletak didekat Prasasti Gondosuli yaitu Situs Ngadisari. Di situs ini terdapat sebuah yoni dan bebatuan candi lainnya. Menurut warga, di Situs ini dahulu pernah dilakukan penggalian dan semua batunya dikumpulkan jadi satu di tempat ini. Ketika ada warga yang menemukan batu candi ketika sedang membuat sumur atau pondasi rumah juga akan menaruh batu candi tersebut ditempat ini. Batu candi yang dikumpulkan di tempat ini ditata sehingga membentuk seperti mini taman.

Kemudian acra ditutup dengan makan bersama di salah satu rumah makan padang di Temanggung. Setelah semua kenyang, rombongan kembali ke Magelang ke tempat berkumpul tadi di Monumen Ahmad Yani.

0 komentar:

Posting Komentar

Site search