Senin, 18 November 2013


Bunga matahari memang meniliki pesona bagi setiap orang yang melihatnya, dengan warnanya yang kuning melingkar seperti membentuk lidah matahari semakin menambah pesona bunga tersebut. Bunga yang berasal dari Amerika ini juga menarik perhatian bagi para serangga seperti lebah. Selain itu biji bunga matahari juga merupakan cemilan enak ketika sudah diolah.

Bunga ini semakin lama semakin banyak yang membudidayakan, salah satu tempat yang membudidayakan bunga ini untuk kepentingan wisata adalah Gunung Api Purba (GAP) Nglanggeran sejak tahun 2012 kemarin. Kehadiran bunga matahari di Gunung Api Purba Nglanggeran semakin memperindah pemandangan di sekitar gunung api yang sudah mati sejak 60 juta tahun yang lalu ini, selain itu juga dapat merubah pandangan Gunungkidul yang dipandang sebagai daerah gersang.


Kebun bunga matahari ini memang kurang begitu luas, tetapi cukup menyambut setiap pengunjung yang akan menaiki Gunung Api Purba Nglanggeran karena letaknya yang berada di dekat Pendopo Kalisong.Setiap pengunjung diperbolehkan untuk memfoto atau berfoto dengan background bunga ini tetapi tidak boleh memetiknya karena masih banyak pengunjung - pengunjung lain yang ingin melihat bunga matahari di Gunung Api Purba Nglanggeran.

Jumat, 08 November 2013

Jamasan Pusaka Suroloyo

Posted by Unknown On 21.17 No comments

Tanggal 1 Suro merupakan tahun baru dalam penanggalan kalender Jawa, banyak orang yang memperingati malam tanggal 1 ataupun pas tanggal 1 nya dengan tradisinya masing - masing. Sebagaian besar orang - orang memperingatinya dengan melakukan penjamasan atau pembersihan terhadap pusaka yang sudah diwariskan dari leluhurnya atau orang yang berperan penting dalam kehidupannya.


Di Puncak Suroloyo yang berada di Dusun Keceme, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo memiliki pusaka yang merupakan pemberian dari Sri Sultan HB IX  sebagai penada kalau Suroloyo merupakan Sultan Ground. Pusaka tersebut adalah Tombak Kyai Manggolo Murti dan Songsong Kyai Makuta Dewo. Kedua pusaka tersebut selalu dijamas di Sendang Widodaren setiap tanggal 1 Suro agar masyarakat Suroloyo menjadi ayem tentrem.


Prosesi dimulai sejak malam 1 Suro dengan kenduri dan tirakatan, kemudian pagi harinya pusaka tersebut di arak dari patung semar menuju sendang. Banyak masyarakat yang antusia untuk menyaksikan penjamasan pusaka ini dan ingin berebut air bekas penjamasan. Setelah penjamasan selesai, acara ditutup dengan pertunjukan jathilan di dekat Puncak Suroloyo.

Sabtu, 02 November 2013

Pacuan Kuda Sri Sultan HB X Cup

Posted by Unknown On 05.37 No comments

Stadion Sultan Agung kembali berdebu ketika para atlet pacuan kuda dan kudanya kembali meramaikan kompetisi Pacuan Kuda Sri Sultan Hamnegku Buwana X Cup. Tetapi bukan berarti Stadion Sultan Angung yang berada di Bantul ini menjadi kotor akibat debunya, karena lokasi race pacuan kuda berada di sebelah Barat Stadion. Acara yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB ini berlangsung selama dua hari yaitu hari Sabtu tanggal 2 November sampai Minggu 3 November 2013.


Hari pertama diawali dengan balapan bendi sebanyak empat race. Sistem penilaian balapan bendi bukan hanya pada siapa yang masuk garis finish pertama kali, tetapi bendi mana yang dapat berjalan secara selaras. Peserta balapan bedi ini juga cukup unik dalam menggunakan kostum, para peserta balapan bendi ini kebanyakan menggunakan jaket dan helm modern seperti layaknya orang akan bepergian ke luar kota menggunakan motor.


Sekitar pukul 11.15 WIB lomba yang sangat ditunggu - tunggu akhirnya muncul, yaitu pacuan kuda. Pada Hari Sabtu, pacuan kuda cuma sebanyak 11 race saja dengan kelas lokal dan kuda anjing sedangkan pada hari Minggu akan diadakan pacuan sebanyak 18 race dengan kelas Nasional. Acara pacuan kuda kali ini dapat dibilang cukup dekat jaraknya dengan Pacuan Kuda Pakualam Cup pertama yang berlangsung pada Bulan September lalu.

Site search