Jumat, 20 Desember 2013


Di Daerah Istimewa Yogyakarta dan daerah - daerah lain yang merupakan wilayah kerajaan Islam biasanya memiliki banyak tinggalan budaya, terutama pada Bulan Suro dan Bulan Sapar. Salah satu daerah yang memiliki budaya pada Bulan Sapar adalah Gamping, Sleman yang terkenal dengan bekakaknya atau tepatnya pada hari Jumat antara tanggal 10 - 20 Sapar. Bekakak sendiri merupakan sepasang pengantin yang dibuat dari ketan, juruh (gula jawa cair) dan aksesoris pengantin berbusana jawa.


Pembuatan bekakak di lakukan pada Hari Kamis pagi dan harus selesai sebelum Adzan Maghrib di kediaman Pak Dukuh. Kemudian malam harinya bekakak di arak menuju kantor kecamatan dan didiamkan hingga Jumat siang sebelum bekakak akan dikirab menuju tempat penyembelihan. Sewaktu bekakak berada di kantor kecamatan, bekakak dianggap sedang dalam proses malam widodareni.

Hari Jumat siang kedua bekakak tersebut di kirab menuju dua tempat penyembelihan yang berbeda, yang pertama di Gunung Keliling yang terletak di depan Stikes Ahmad Yani, bekakak yang kedua di sembelih di Gunung Gamping yang terletak di Dusun Tlogo. Tempat penyembelihan bekakak di Gunung Keliling sekarang sudah mengalami perpindahan tempat / altar penyembelihan. Awalnya alatar penyembelihan berada di tanah yang sekarang menajdi stikes, tetapi sekarang dipindah di depan Stikes.


Penyembelihan bekakak di Gunung Keliling mungkin tidak seramai penyembelihan di Gunung Gamping, tetapi masyarakat tetap antusias untuk menyaksikan acara penyembelihan bekakak dan berebut gunungan. Selain itu, ada juga hiburan jathilan di Utara altar penyembelihan.

Link terkait : http://tinyurl.com/jw6sac9

0 komentar:

Posting Komentar

Site search