Jumat, 10 Januari 2014


Pembacaan Dramatik tentang perjalanan Pangeran Diponegoro sudah masuk ke babak kedua yang diadakan di Monumen Pangeran Diponegoro, Tegalrejo, Yogyakarta yang sebelumnya sudah diadakan di Ex. Karesidenan Kedu Bakorwil II, Magelang, Jawa Tengah dengan judul Sang Pangeran di Karesidenan.
Pembacaan dramatik kali ini mengambil tempat di Tegalrejo karena di tempat inilah Pangeran Diponegoro dahulu dibesarkan oleh Ratu Ageng, buyut Pangeran Diponegoro (Istri Sri Sultan Hamengku Buwono I). Selain itu pembacaan kali ini diadakan pada tangal 8 Januari untuk sekaligur mengenang tanggal wafatnya Pangeran Diponegoro sewaktu diasingkan di Makasar.


Dalam pembacaan dramatik di Tegalrejo ini diceritakan bahwa Pangeran Diponegoro mulai tinggal di Tegalrejo sejak beliau berusia delapan tahun. Sewaktu kecil, Pangeran Diponegoro dilatih oleh Ratu Ageng cara beladiri yang benar serta diajarkan cara hidup bersama masyarakat. Selain itu diceritakan pula ketika tanah sebelah Timur Tegalrejo ditancapi tonggak - tonggak oleh Belana untuk pelebaran jalan, kemudian Pangeran Diponegoro mencabuti tongak - tonggak tersebut. Perjalanan Pangeran Diponegoro dari Tegalrejo menuju Goa Selarong juga masuk dalam cerita di tempat ini.


Yang istimewa dari pembacaan dramatik kali ini aalah kehadiran Peter Carey selaku penulis buku Kuasa Ramalan : Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa, 1785 - 1855 yang dimana buku itu menjadi salah satu sumber utama dalam pembacaan dramatik ini. Pembacaan dramatik babak ke tiga dan ke empat akan dilanjutkan di Jakarta dan di Makasar.

0 komentar:

Posting Komentar

Site search