Kamis, 27 Maret 2014


Dataran tinggi Dieng cukup terkenal dengan Komplek Candi Arjuna, Telaga Warna, Kawah Singkidang, perkebunaan teh tambi, dan Sikunir. Tetapi, di Dieng sendiri masih menyimpan banyak tempat - tempat menarik untuk dikunjungi seperti di Sumur Jalatunda yang berada di Dieng bagaian Barat atau arah ke Banjarnegara. Sumur Jalatunda sendiri merupakan sebuah kawah bekas letusan Gunung Dieng yang kedalamannya belum diketahui dan bibirnya berbetuk lingkaran raksasa, oleh sebab itu tempat ini disebut Sumur Jalatunda.

Ada beberapa cerita misteri yang beredar di masyarakat sekitar. Menurut guide lokal yang menemani perjalanan admin selama di Dieng, dahulu sering terlihat kera putih yang bisa melompati sumur dari seberang ke seberang lagi. Selain itu ada juga kepercayaan jika pengunjung dapat melempar uang koin hingga melewati sumur maka keinginannya dapat terwujud. Tetapi ada peraturan dari Pemerintah agar mengganti uang koin tersebut dengan kerikil karena tidak diperbolehkan untuk membuang - buang uang. Ada juga kepercayaan lain yaitu jika pengunjung menghitung jumlah anak tangga maka jumlahnya pasti berubah - ubah. Dan admin sudah membuktikan hal tersebut dengan menghitung jumlah anak tangga bersama guide lokal admin, hasilnya jumlah hitungan berselisih satu anak tangga, hasil hitungan admin ganjil sedangkan hitungan guide lokal genap.


Dan masih ada sebuah misteri lagi tentang sumur yang satu ini, setiap tahunnya sumur ini selalu meminta tumbal satu orang. Biasanya orang tersebut meninggal dan masuk kedalam sumur. Pada tahun 2010 pernah ada kejadian seorang kakek - kakek berusia 75 tahun terpeleset kemudian masuk kedalam Sumur Jalatunda hingga akhirnya meninggal. Untuk mengevakuasi jenazahnya, warga melapor kepada aparat kepolisian. Hari berikutnya dari kepolisian mendatangkan personeilnya dan sebuah panser untuk membantu proses evakuasi, tetapi tetap saja upaya tersebut belum berhasil. Akhirnya warga ada yang mengusulkan untuk meminta bantuan tim SAR Jogja, warga terinspirasi SAR Jogja karena waktu itu tim SAR Jogja namanya melambung setelah erupsi Gunung Merapai.

Polisi yang berada di lokasi mentertawakan usulan warga dengan alasan polisi saja tidak bisa apalagi tim SAR. Bahkan ada seorang polisi yang menantang dan berkata "Nek tim SAR iso jupuk mayite, tak ombe uyuhe"  (kalau tim SAR bisa mengambil jenazahnya, maka saya minum air kencingnya). Akhirnya tim SAR mengevakuasi jenazah tersebut dengan cara turun ke sumur menggunakan perlengkapan keamanan lengkap dan berhasil. Tim SAR Jogja cuma meminta sebotol minuman air putih kemudian buang air didalam botol, terakhir botol tersebut diberi kedepan polisi yang memberi tantangan tadi sambil bilang "Ini air kencing Tim SAR Jogja"

0 komentar:

Posting Komentar

Site search