Kamis, 15 Mei 2014


Posting kali ini merupakan lanjutan dari posting sebelumnya yang berisi tentang Perayaan Waisak 2558 di Candi Sewu. Setelah pada Hari Rabu malam admin berpindah dari Candi Sewu, admin langsung menuju ke Candi Borobudur. Admin tidak berniat untuk memotret Perayaan Waisak dari halaman Candi Borobudur, tetapi admin berencana memotret Waisak di Borobudur dari luar candi dan rencananya memotret dari kejauhan agar mendapatkan view Candi Burobudur secara full dengan lampion yang beterbangan diatasnya.

Sekitar pukul 01.30 admin dan teman admin sudah sampai di spot yang dapat mewujudkan imajinasi admin. Candi Borobudur terlihat hampir utuh dan jelas, lampu berwarna kuning menyinari kaki sampai tubuh candi dan lampu berwarna kehijau - hijauan menyinari stupa induk Candi Borobudur. Admin sudah memastikan imajinasi kali ini bakalan terwujud dengan sempurna. Tetapi menjelang pukul 02.10 kabut tebal turun secara perlahan dan candi mulai tertutup kabut hingga tidak dapat terlihat. Sempat menghubungi teman yang sedang meliput Perayaan Waisak di halaman candi Borobudur dan mengatakan di sana kabut tebal sekali.


Karena keadaan tidak memungkinkan, maka admin memutuskan untuk berpindah ke spot pasaran yang berada di jalan kampung dengan jarak sekitar satu kilometer dari Candi Borobudur. Sampai disana ternyata sudah banyak orang yang menunggu moment yang sama, tetapi dari spot yang sangat dekat dari candi juga mengalami hal yang sama, Candi Borobudur juga tidak dapat terlihat. Akhirnya admin dan teman admin tetap menunggu di spot tersebut sambil berdoa agar kabut segera menghilang.

Admin sempat tertidur selama tiga puluh menit, ketika Adzan Subuh ada orang yang berteriak "lampion...lampion...." dan admin segera bangun untuk mengabadikan moment tersebut. Walaupun Candi Borobudur tidak terlihat dengan jelas karena tertutup kabut, tetapi seribu lampion yang diterbangkan masih dapat terpotret oleh admin.

0 komentar:

Posting Komentar

Site search