Selasa, 13 Mei 2014

Rasulan Tenongan Kalibuko

Posted by Unknown On 01.20 No comments

Tradisi di Daerah Istimewa Yogyakarta memang tidak ada habisnya dan selalu menarik untuk diketahui. Salah satu tradisi yang menarik untuk diketahui adalah Rasulan di Dusun Kalibuko, Desa Kalirejo, Kokap, Kulonprogo. Tradisi Rasulan di tempat ini terbilang unik karena setiap warganya berkumpul di tempat pak dukuh membawa tenongan. Arti dari tenongan sendiri saya sebetulnya masih bingung, karena ada yang mengatakan tenongan dalah sejenis wakul (tempat membawa makanan dari anyaman bambu) yang berisi dangan makanan ringan. Tetapi jika melihat dari Rasulan Kalibuko tenongan berisi makanan berat seperti nasi beserta lauk - pauknya. Karena posting kali ini berisi tentang Rasulan Tenongan Kalibuko, maka admin mengartikan tenongan adalah wakul untuk membawa makanan berat (menyesuaikan lokasi sumber postingan).


Rasulan Kalibuko diawali dengan kedatangan kepala keluarga dengan membawa sebuah tenongan, kemudian tenongan dikumpulkan dalam satu ruangan. Setelah semua kepala keluarga hadir, dari pihak panitia mengambil sebagian roti dan pisang yang dibawa setiap kepala keluarga kemudian dikumpulkan jadi satu dan nantinya dibagikan kepada para warga yang menghadiri rasulan. Tidak ada alasan berupa sejarah mengenai alasan roti dan pisang yang diambil, kedua makanan tersebut diambil karena dua makanan tersebut bukanlah syarat isi tenongan.

Prosesi selanjutnya adalah doa yang kemudian ditutup dengan memakan isi masing - masing tenongan. Setelah prosesi rasulan selesai, para kepala keluarga membawa kembali tenongannya untuk dimakan bersama keluarga dirumah. Sedangkan di tempat pak dukuh dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit dari siang sampai malam.

0 komentar:

Posting Komentar

Site search