Sabtu, 14 Juni 2014

Prosesi Ngapem Ruwah di Kadipaten

Posted by Unknown On 01.04 No comments

Masih berbicara tentang menyambut bulan Ramadhan, tetapi kali ini berbicara mengenai cara menyambut datangnya Bulan Ramadhan oleh warga Kadipaten, Kraton Yogyakarta. Warga Kadipaten menyambut datangnya Bulan suci Ramadhan dengan mengadakan acara Festival Njeron Beteng yang diadakan pada Hari Sabtu, 14 Juni 2014. Pukul 09.00 WIB warga Kadipaten membuat apem dan kolak yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat. Tempat pembuatan apem dibagi menjadi empat titik berasarkan RKnya, titik yang pertama adalah Ndalem Kaneman (Kadipaten Kidul), Ndalem Debyan (Kadipaten Kulon), Ndalem Sujiman (Kadipaten), Ndalem Benawan (Kadipaten Wetan).

Menurut informasi yang admin peroleh dilokasi, ada yang mengatakan membuat seratus buah apem dan 150 buah apem yang nantinya akan dikumpulkan menjadi satu dan ditata pada sebuah jodhang (wadah) yang kemudian akan di kirab dari Ndalem Kaneman menuju sebuah rumah di Utara Plasa Pasar Ngasem untuk berdoa bersama dan disemayamkan sementara pada pukul 15.00 WIB. Kemudian nanti akan di bawa ke Jokteng (pojok beteng) Kulon. Kemudian pada malam harinya akan diadakan pagelaran di atas Jokteng Kulon pada malam harinya pukul 19.00 WIB.

Jumat, 13 Juni 2014

Merti Tuk Umbul

Posted by Unknown On 18.29 No comments

Untuk menyambut datangnya Bulan Ramadhan 1435 H, masyarakat Desa Wisata Warungboto mengadakan acara Merti Tuk Umbul. Tuk Umbul sendiri merupakan bangunan peninggalan dari masa Sri Sultan HB II yang sering juga disebut Situs Warungboto. Tahun ini merupakan tahun kedua acara tersebut dilaksanakan dan tahun ini terselenggara atas kerjasama dengan DInas Pariwisata Kota Jogja.


Acara dimulai dengan kirab dari Kelurahan Warungboto menuju situs Tuk Umbul yang berada di seberang jalan sebelah Utara kantor kelurahan. Kirab ini diiringi oleh bregodo yang membawa air suci dan alat ibadah, drumband murid - murid TK Aba Warungboto. Kemudian dilanjutkan dengan prosesi penuangan air suci dari dua lokasi sumber air yaitu tuk lanang dan tuk wadon yang berada 100 meter di Selatan Tuk Umbul. Kemudian dilanjujtkan dengan tari - tarian dari murid - murid TK Aba Warungoto.

Kemudian acara ditutup dengan pagelaran Sendratari Padusan Tuk Umbul yang dimainkan oleh paguyuban seni Wiromudo Anggoro. Sendratari Padusan sendiri menceritakan tentang mensucikan diri dari hal - hal buruk, salah satunya dengan cara padusan.

Senin, 02 Juni 2014

Pacuan Kuda Pakualam Cup 2014

Posted by Unknown On 06.58 No comments

Pacuan kuda Pakualam Cup kembali di gelar pada tahun kedua atau lebih tepatnya pada Hari Minggu 1 Juni 2014 di Stadion Sultan Agung, Bantul. Pacuan kuda piala Pakualam kali ini digelar satu hari saja dengan perlombaan sebanyak 21 race.

Jam 09.00 WIB race pertama sudah dimulai dan menjelang siang race semakin seru karena jarak pacu semakin panjang. Sekiatr pukul 16.00 WIB race 21 sebagai race penutup diikuti oleh enam ekor kuda dengan jarak tempuh 2000 meter. Di race terakhir ini dapat dikatakan paling seru, karena setiap kuda harus melakukan putaran sebanyak dua kali sehingga fisik kuda harus benar - benar kuat. Start kali ini berawal dari track pacu sebelah Barat, begitu pintu start dibuka, enam ekor kuda langsung berlari bersamaan. Mereka berebut posisi pertama, enam ekor kuda tersebut bersama - sama lari kearah Utara kemudian berbelok kearah Timur dan Selatan. Ketika diujung track pacu sebelah Selatan, ada dua ekor kuda yang melaju ke Selatan terus dan keluar dari track pacu dan sempat membuat tawa beberapa penonton karena muncul anggapan dua ekor kuda tersebut sudah tidak kuat berlari. Kemudian tiga ekor kuda menuju garis finisf dan disusul seekor kuda yang tertinggal.

Site search