Sabtu, 01 November 2014

Kirab Budaya Mbah Demang 2014

Posted by Unknown On 06.10 No comments

Di Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta yang berada di wilayah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, pada Bulan Suro biasanya banyak tradisi - tradisi yang dilakukan. Salah satu tradisi yang diadakan pada Bulan Suro adalah Suran Mbah Demang atau yang pada tahun ini diberi nama Kirab Budaya Mbah Demang 2014. Kirab Budaya Mbah Demang sendiri diadakan di Kelurahan Banyuraden, Kecamatan Gamping Sleman. Kirab Budaya ini diawali dengan diadakannya pasar malam di lapangan Kelurahan Banyuraden terlebih dahulu, kemudian puncaknya adalah kirab budaya yang dilangsungkan pada malam hari pukul 20.00 WIB dari Kelurahan Banyuraden menuju kediaman Mbah Demang yang berada di Jalan Godean.


Tokoh Mbah Demang sendiri adalah penjaga pabrik gula Demak Ijo pada waktu industri gula di Daerah Istimewa Yogyakarta sedang naik daun hingga di eksport ke Eropa. Mbah Demang sendiri dipercaya untuk menjaga dan mengelola pabrik gula Demak Ijo karena kesaktiannya. Tetapi pabrik gula Demak Ijo tersebut sekarang sudah tidak ada karena dibumi hanguskan oleh penduduk pribumi agar tidak dijadikan markas Belanda pada saat Agresi Militer. Sedangkan posisi pabrik gula Demak Ijo sekarang ini menjadi markas tentara setelah sebelumnya pernah menjadi pabrik dan gudang senjata.


Kirab yang diikuti oleh dusun - dusun yang berada di Kelurahan Banyuraden ini menampilkan bermacam barisan. Ada rombongan berkuda, ogoh - ogoh, macan sepanjang tujuh meter, liong & barongsai, hadroh, anak sekolah, perangkat kelurahan dan barang - barang peninggalan Mbah Demang. Setelah peserta kirab sampai di depan kediaman Mbah Demang, barang - barang peninggalan Mbah Demang di masukkan kembali kedalam kediaman Mbah Demang yang disaksikan oleh keturunan Mbah demang. Setelah itu dilakukan pelepasan burung merpati, penyebaran udik - udik dan ditutup dengan memperebutkan gunungan.

0 komentar:

Posting Komentar

Site search