Selasa, 16 Desember 2014

Misteri kabut pagi Candi Borobudur

Kabupaten Magelang sangat terkenal dengan sebuah peninggalan purbakalanya yaitu Candi Borobudur, sebuah candi Budha terbesar di Indonesia. Candi yang kabarnya dahulu berada di tengah danau ini, kini dikelilingi oleh perbukitan monoreh. Ada sebuah bukit yang biasa dipergunakan wisatawan lokal dan mancanegara untuk menikmati sunrise, namanya punthuk stumbu yang berada di sebelah Barat Candi Borobudur. Dengan uang Rp 15.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 30.000 untuk wisatawan manca, the golden sunrise borobudur sudah dapat dinikmati dari tempat ini.

Nama Punthuk Stumbu sendiri berasal dari bahasa jawa stumbu / tumbu / tempat menanak nasi dari bambu. Tumbu tersebut berbentuk seperti kerucut kecil yang di tempat ini merupakan gundukan tanah. Tetapi gundukan tanah tersebut bukanlah gundukan tanah sembarangan, karena gundukan tersebut merupakan salah satu saksi bisa sejarah dari perjuangan Bangsa Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan.

Berdasarkan cerita dari penduduk lokal, setelah Pangeran Diponegoro meninggalkan Tegalrejo (tempat kelahirannya) dan menuju Magelang, Pangeran Diponegoro singgah ke Salaman (membangun Langgar Agung) dan beberapa tempat di Perbukitan Menoreh, salah satunya di Punthuk Stumbu. Karena tempat ini mudah di akses dan berada pada posisi tinggi maka dipilihlah sebagai tempat mengintai, dari posisi tinggi inilah Pangeran Diponegoro dan para pengawalnya dapat mengawasi gerak - gerik Belanda. Sedangkan gundukan tanah kecil yang menyerupai tumbu, dahulu diatasnya terdapat sebuah pohon yang dipergunakan untuk emngikat kuda Pangeran Diponegoro dan kudanya bisa tenang.

View landscape dari Punthuk Stumbu

Pengelolaan Punthuk Stumbu dilakukan oleh warga Stumbu baik dari karangtaruna maupun orang tua, semuanya sudah diatur secara rapi dan terjadwal. Sepanjang jalan dari tempat penitipan kendaraan menuju Stumbu sekarang juga sudah diberi trap - trap tangga dari beton, selain itu penjual minuman dan cindera mata juga sudah ada dan diatur rapi. Fasilitas di Stumbu sekarang juga sudah bertambah mushola di atas agar memudahkan wisatawan yang ingin menanti golden sunrise borobudur sejak awal sebelum Subuh. Hanya saja sekarang fasilitas seperti minuman hangat (kopi atau teh) yang dahulu sudah disediakan secara gratis untuk wisatawan sudah tidak ada karena ada perubahan manajemen pada Punthuk Stumbu.

Beberapa pengunjung di hari kerja

Pada akhir tahun 2014 ini yang juga merupakan musim liburan, pengunjung Stumbu lumayan banyak tetapi pada hari kerja pengunjungnya kebanyakan adalah wisatawan manca. Tetapi tidak jarang pula wisatawan lokal dan anak berusia sekolah yang sedang menikmati liburan mengunjungi tempat ini. Kebetulan pada admin dapat moment bagus, Gunung Merapi dan Merbabu dapat terlihat dengan jelas walaupun sekarang sudah memasuki musim penghujan.

Rute untuk menuju golden nirwana sunrise Punthuk Stumbu dari pertigaan ojek Borobudur ambil ke arah Selatan, perempatan kedua ambil kanan, lurus ikuti jalan utama sampai pertigaan kecil dengan plang Punthuk Stumbu, ikuti jalan cor blok dan tempat penitipan kedaraan roda dua maupun empat berada di atas.

Tips untuk pengunjung Punthuk Stumbu : gunakanlah alas kaki adventure supaya nyaman untuk tracking baik dala bentuk sandal maupun sepatu.

0 komentar:

Posting Komentar

Site search