Jumat, 30 Januari 2015

View Air Terjun Jomboran dari atas

Sedikit flash back dari posting sebelumnya sewaktu berada di Curug Ngajong yang awalnya adalah mau mencari dimana letak Air Terjun Talang Purba Nglanggeran. Waktu itu admin mendapatkan info mengenai letak Air terjun Talang Purba tetapi admin juga mendapatkan tambahan informasi mengenai keberadaan Curug Ngajong / Njurug. Kemudian admin menuju Njurug Ngajong hingga matahari terbit, setelah matahari muncul akhirnya admin melanjutkan penelusuran menuju Air Terjun Talang Purba.
 
Setelah bertanya kepada beberapa orang, admin mendapatkan info tambahan lagi kalau ada Air Terjun Jomboran dan Air Tejun Dung Pandang. Menurut warga yang memberikan informasi kepada admin, Air Terjun Talang Purba itu adalah Air Terjun Dung Pandang yang beberapa hari sebelumnya sudah ada beberapa orang yang juga melakukan eksplorasi foto di Air Terjun Talang Purba. Tetapi berdasarkan jalurnya, admin melewati Air Terjun Jomboran dahulu baru Air Terjun Dung Pandang, akhirnya admin memutuskan untuk mampir ke Air Terjun Jomboran dahulu biar sekali jalan.

Jalan setapak menuju Air Terjun Jomboran

Sewaktu admin melewati pertigaan yang masih dapat dilalui dengan kendaraan bermotor, admin mendengar suara air yang biasanya itu adalah suara air terjun. Pilihan jalan hanya ada dua, kekanan dengan jalan tanah yang semakin menurun atau kekiri disuara air terjun tersebut. Akhirnya admin berdiskusi sebentar dengan teman admin dan hasilnya suara gemercik air terjun tersebut adalah suara air dari Njurug Ngajong dan baru tersadar kalau posisi admin pada waktu itu berada di Utara njurug sedangkan sebelumnya admin ke Njurug Ngajong dari sebelah Selatan njurug.

Setelah memutuskan untuk ambil jalan kekanan akhirnya ada rumah terakhir yang dapat dijumpai sekaligus menjadi tempat bertanya dimana keberada Air Terjun Talang Purba. Si pemilik rumah menyebutkan jalan menuju Air Terjun Talang Purba menyusuri jalan setapak tetapi harus berjalan kaki. Akhirnya admin turun dari kendaraan dan berjalan kaki menuju Air Terjun Talang Purba.

Jalan menuju Air Terjun Talang Purba tidak berbeda jauh dengan jalan menuju Njurug Ngajong yang terletak pada aliran sungai yang sama. Jika jalan menuju Njurug Ngajong dari sebelah Selatan berupa pematang sawah setinggi 2 meter, jalan menuju Air Terjun Talang Purba merupakan jalan setapak yang juga sekaligus menjadi parit kecil karena jalan setapak tersebut juga merupakan aliran air parit tetapi jernih.

Landscape di sekitar Air Terjun Jomboran

Ditengah perjalanan admin melihat ada aliran sungai yang menarik, aliran tersebut sedikit berkelok - kelok dan turun sedikit berundak. Selain itu ada aliran sungai yang membelah menjadi dua dan tengahnya terdapat sawah yang ditanami padi, pokoknya luar biasa bagusnya tempat tersebut. Akhirnya admin berhenti sejenak untuk mengabadikan keindahan alam tersebut. Selain itu ada juga bebatuan alam yang berukuran sangat besar yang semakin menambah keindahan tempat itu.

Ketika sedang mengabadikan keindahan alam disana, ada beberapa petani yang lewat dan bertegursapa dengan admin. Dan informasi dari bapak dan para ibu petani tersebut tempat itu bernama Air Terjun Jomboran dan merupakan salahsatu air terjun yang bagus ditempat itu. Selain itu admin juga mendapat informasi mengenai Air Terjun Dung Pandang atau yang menurut warga yang admin temui sebelumnya adalah Air Terjun Talang Purna, menurut pak tani Air Terjun Dung Pandang itu masih berada jauh dari Air Terjun Jomboran dan jalannya harus muterin bukit. Dan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 10.00 WIb akhirnya admin memutuskan untuk pulang dan lain waktu kembali ketempat itu menuju Air Terjung Dung Pandang.

Walaupun belum jadi ke Air Terjun Talang Purba, tapi admin tidak kecewa karena di tempat itu menyajikan berbagai keindahan alam yang sangat sayang untuk dilewatkan. Sedikit tips jika ingin ke Air Terjun Jomboran pergunakanlah kendaraan roda dua, jangan lupa pergunakan alas kaki yang tidak licin atau melepas alas kaki akan lebih aman.

Jumat, 23 Januari 2015

Menikmati Pagi Di Njurug Ngajong

Posted by Unknown On 00.00 No comments
Puncak Njurug Ngajong

Setelah sebelumnya melakukan eksplorasi foto di daerah Menoreh seputaran Naggulan, rasanya belum imbang jika kekayaan di Gunung Sewu juga tidak di eksplorasi. Jika sebelumnya admin ke Bukit Bintang Pathuk, maka eksplorasi foto di Gunung Sewu kali ini masih berada di dekat gapura selamat datang di Kabupaten Gunungkidul yang berada di Pathuk tepatnya di seputaran Gunung Api Purba Nglanggeran. Sebuah kawasan geokarst yang saat ini semakin mendunia dan semakin banyak atraksi - atraksi wisata yang di kembangkan di tempat ini, setelah mengembangkan kebun bunga matahari dan embung, sekarang akan dikembangkan juga sebuah air terjun yang rencananya diberi nama Air Terjun Talang Purba.

Menurut informasi yang didapat admin, Air Terjun Talang Purba berada di sebelah Barat Daya Gunung Api Purba Nglanggeran dan terletak di bawah bukit. Melihat hasil foto beberapa teman yang sudah ke lokasi membuat admin semakin tertarik untuk dolan ke tempat itu. Dengan air yang cukup deras dan berteras - teras kemudian persawahan di sebelah kiri air terjun rasanya semakin membuat suasana dilokasi semakin terlihat segar. Akhirnya admin putuskan untuk mengeksplorasi foto ke sana, tetapi sebelumnya admin janjian dengan seorang teman admin untuk ke Air Terjun Talang Purba pada pagi hari.

View Njurug Ngajong

Hari yang direncanakan akhirnya tiba, sekitar pukul 06.30 WIB admin sudah sampai daerah Nglanggeran. Sambil menunggu teman, admin bertanya kepada warga sekitar mengenai lokasi dan arah menuju Air Terjun Talang Purba. Rute menuju tempat itupun sudah didapat admin, kemudian ada sebuah info dari warga sekitar mengenai air terjun lain yang berada disana di daerah Ngajong tetapi warga sekitar lebih akrab menyebut air terjun tersebut Njurug. Akhirnya Njurug Ngajong menjadi destinasi pertama admin, hanya berbekal arahan dari warga dan belum tahu bagaimana keadaan Njurug akhirnya admin sampai juga di tempat yang dimaksudkan oleh warga.

Setelah menitipkan kendaraan pada warga, teman admin bertanya jalan menuju njurug. Ternyata lokasinya berada di sebuah lembah kecil dengan persawahan di kanan - kirinya, banyak pematang sawah yang berteras - teras tinggi sekitar 2 meter sehingga harus sangat berhati - hati ketika melewatinya agar tidak terjatuh karena dibawahnya tidak sepenuhnya tanah tetapi ada sebagain yang merupakan batu.

Semakin mendekati lokasi, suara gemercik air terjun semakin keras dan pematang sawah semakin menyempit dan kondisinya sangatlah gembur karena disitulah tempat air dari aliran sungai di alirkan kesawah. Rute terakhir yang harus dilalui adalah menuruni pematang sawah yang tingginya 2 meter, dengan berpegangan pada bebatuan yang sengaja disusun akhirnya sampailah di bawah aliran Njurug Ngajong.

Belalang Di Njurug Ngajong

Setelah sampai di Njurug rasanya rute pematang sawah setinggi 2 meter sudah terbayar dengan keindahan Njurug Ngajong. Sebuah air terjun yang cukup tinggi, berteras - teras, pada bagaian puncaknya terdapat sebuah batu lancip keatas yang berada di tengah aliran seperti membelah aliran menjadi dua kemudian bertemu kembali pada pagaian bawahnya. Pohon kelapa yang berada di kanan kiri air terjun juga menambah keasrian air terjun ini.

Sebuah bonus yang didapatkan di tempat ini adalah posisi air terjun menghadap ke arah Barat sehingga ketika matahari terlihat dari air terjun ini semakin memeperindah air terjun karena terlihat flarenya dari balik pepohonan. Di tempat ini juga terdapat sebuah serangga yang unik yaitu sebuah belalang berwarna hitam dengan corak garis - garis berwarna kuning. Tiba - tiba terlihat seorang petani yang berada di dekat puncak air terjun sedang memandangi kami, tetapi beliau berada di atas dan jalan menuju keatas sepertinya agak licin karena waktu itu masih pagi sehingga admin tidak bisa menyapa petani tersebut sambil sedikit bertanya mengenai Njurug Ngajong.

Keindahaan Njurug Ngajong membuat admin lupa kalau tujuan utamanya adalah ke Air Terjun talang Purba, akhirnya setelah sekitar satu jaman berada di tempat ini admin melanjutkan perjalanan untuk menuju Air Terjun Talang Purba. Sebuah tips jika ingin ke Njurug Ngajong, pergunakanlah alas kaki yang tidak licin atau malah lepas saja alas kaki ketika tracking menuju njurug.

Senin, 19 Januari 2015

Dolan Ke Bendungan Khayangan

Posted by Unknown On 23.09 No comments
View Bendungan Khayangan

Kali ini admin masih melakukan eksplorasi di Perbukitan Menoreh mengenai objek - objek menarik yang menyambut kedatangan wisata dari jalur Jalan Godean. Kali ini lokasi berada tidak jauh dari Gunung Moyeng yaitu Bendungan Khayangan yang berada di sebelah bawah Puncak Moyeng atau lebih tepatnya berada di Desa Pendowoharjo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo.Sebuah wisata berbasis alam yang dipadukan dengan sejarah dan kepercayaan masyarakat lokal.

Jika dilihat dari kenampakan alamnya, Bendungan Khayangan merupakan sebuah tempuran / pertemuan dua buah sungai yaitu Sungai Gunturan dan Sungai Ngiwa. Sungai Gunturan merupakan sungai yang bersumber dari menoreh atas di sekitar Puncak Suroloyo. Diantara dua sungai tersebut terdapat sebuah tebing yang cukup tinggi, tebing ini telihat berbeda dari tebing lain karena pada salahsatu sisi tebing tidak terdapat pepohonan sama sekali, sedangkan pada siis lainnya ditumbuhi pepohonan lebat.

Vandalisme di Bebatuan Sungai Ngiwa

Ketika admin dan teman admin datang ketempat ini, terdengar suara kera yang bersahut - sahutan yang menurut penduduk sekitar kera - kera tersebut tinggal diatas tebing tersebut. Tetapi lucunya hanya admin yang mendengar suara kera - kera tersebut. Tempat ini memang belum dikelola secara profesional oleh warga sekitar tetapi sudah cukup banyak orang yang mengunjungi dan mengetahui Bendungan Kayangan ini.

Setiap setahun sekali selalu dilakukan ritual budaya di tempat ini dengan nama Rabu Pungkasan, pungkasan sendiri merupakan Bahasa jawa yang berarti terakhir jadi acaranya diadakan pada Hari Rabu terakhir pada Bulan Sapar setelah sebelumnya ada Saparan Apem wonolelo dan Saparan Bekakak Gamping. Acara Rabu Pungkasan di Bendungan Kayangan biasanya dilakukan dengan kembul sewu sedulur dan ngguyang jaran, kembul artinya makan bersama, sewu artinya seribu sedangkan sedulur artinya saudara, jadi kembul sewu sedulur artinya makan bersama seribu saudara. Sedangkan ngguyang jaran memiliki penjabaran ngguyang artinya mencuci, jaran artinya kuda, jadi ngguyang jaran artinya mencuci kuda.

Karena Bendungan Khayangan merupakan pertemuan dua buah sungai, dan setiap sungai juga memiliki karakter masing - masing tergantung dari sumber sungainya dan bagamaina lansekap jalur sungainya. Pada waktu admin ke tempat ini, Sungai Gunturan memiliki aliran desar dan bebatuan besar yang berada di sungai tidak begitu banyak, sedangkan Sungai Ngiwa alirannya lebih kecil dan banyak bebatuan pada aliran sungai. tetapi yang menarik adalah pada bebatuan Sungai Ngiwa banyal terdapat vandalisme baik itu berupa ekspresi orang sampai terdapat lambang Indonesia yaitu Garuda.

Aktivitas warga di Bendungan Khayangan

Selain dipergunakan untuk wisata dan saparan, tetapi aliran sungai ini juga dipergunakan oleh warga untuk mencuci pakaian. Tetapi sewaktu admin ke tempat ini hanya terlihat satu warga yang mempergunakan aliran sungai di sini untuk memcuci. Selain itu tidak terlihat ada aktivitas warga lainnya.

Untuk menuju tempat ini, satu jalur dengan menuju Puncak Moyeng, hanya sebelum belok kiri pada papan petunjuk ke Puncak moyeng terdapat papan petunjuk ke Bendungan Kayangan yang berada di sebelah kanan jalan jika dari arah Jogja.
 
Sebuah tips jika ingin mengunjungi tempat ini pergunakanlah kendaraan roda dua karena roda empat akan mengalami kesusahan untuk atret, kemudian pergunakanlah celana pendek atau bawa baju ganti untuk persiapan jika nanti ingin basah - basahan di tempat ini.

Jumat, 16 Januari 2015

View Bron Canyon

Jika ada orang yang mengatakan Indonesia adalah negara yang kreatif, maka admin sangat menyetujuinya, bagaimana tidak? Di Amerika Serikat terdapat sebuah taman nasional yang terbentuk akibat pengikisan aliran Sungai Colorado sehingga membentuk kenampakan alam yang indah yang lebih akrab disebut Grand Canyon. Tetapi di Indonesia terdapat sebuah tempat penambangan bukit yang difungsikan untuk urug yang lebih dikenal oleh masyarakat sekitar dengan sebutan Brown Canyon. Brown Canyon sendiri terletak di Desa Rowosari, Tembalang, Kabupaten Semarang.

Danau mini bekas penambangan

Brown Canyon di Semarang ini pada awalnya merupakan sebuah bukit, tetapi karena banyaknya pembangunan di Semarang maka bukit tersebut ditambang dan hasil tambangnya dipergunakan untuk tanah urug. Entah faktor kesengajaan atau tidak, tidak semua bukit disini ditambang hingga habis tetapi masih disisakan beberapa bagaian bukit sehingga tersisa bentukan - bentukan bukit yang unik. Dari bentukan - bentukan unik sisa tambang ini menarik perhatian masyarakat untuk mengunjungi tempat ini untuk sekedar berfoto, kemudian mulailah banyak orang luar Semarang yang mengetahui tempat tersebut kemudian mengunjunginya.

Truk penambang

Walaupun semakin lama semakin terkenal, tetapi tempat ini masih berstatus sebagai tempat tambang dan belum menjadi tempat wisata secara resmi. Sehingga banyak pengunjung yang bebas menaruh kendaraannya disembarang tempat. Aktivitas pengunjung di tempat ini masih sebatas berfoto - foto mulai dari foto narsis hingga foto prewedding. Aktivitas pertambangan ditempat ini juga menggunakan dua buah cara, ada yang masih menggunakan cara tradisional dengan alat pemecah batu dan ada yang sudah menggunakan alat modern dengan mesin.

Untuk mengunjungi Brown Canyon dapat melewati Semarang atas kemudian lewat Universitas Diponegoro kemudian ke arah Tembalang. Memang tidak ada papan petunjuk yang mengarahkan ke tempat ini, tetapi GPS (Gunakan Penduduk Setempat) untuk menanyakan lokasi ini sangat berguna atau dengan mengikuti truk penambang pasti akan sampai di Brown Canyon.

Sebuah tips jika akan mengunjungi tempat ini, pergunakankanlah masker dan kacamata karena sepanjang jalan berdebu akibat dilalui truk penambang, kondisi jalan juga bergelombang maka harus selalu lebih berhati - hati dan membatasi kecepatan kendaraan.

Kamis, 15 Januari 2015

Komet Lovejoy (?) yang terlihat pada pukul 19.01 WIB

Beberapa hari yang lalu ada ajakan dari teman admin untuk memburu foto komet Lovejoy yang kabarnya akan terlihat selama satu minggu ini. Akhirnya admin mencoba mencari infonya di media online kompas.com, menurut kompas.com komet C/2011 W3 dapat dilihat dengan mata telanjang di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke setelah matahari terbenam. Posisinya berada pada rasi bintang Taurus atau dapat melihat arah Utara kemudian mendangakkan kepala keatas, diposisi itulah komet C/2011 W3 akan terlihat. Komet C/2011 W3 memiliki ciri berwarna hijau di bandingkan benda - benda angkasa lainnya. Komet ini ditemukan oleh astronom bernama Terry Lovejoy sehingga diberi nama Lovejoy.

Komet Lovejoy (?) yang terlihat pada pukul 19.24 WIB

Akhirnya admin berencana memotret komet pada Hari Rabu, 14 Januari 2015, tetapi sejak siang cuaca kurang begitu mendukung. Sekitar pukul 18.00 WIB cuaca tiba - tiba menjadi cerah dan bintang terlihat dengan cerah, karena dirasa tidak ada waktu yang mencukupi untuk mencari spot maka admin memilih halaman samping rumah admin sebagai spot untuk memburu Komet Lovejoy, walaupun bias lampu kota masih nampak tetapi lumayan bagus untuk melihat bintang.

Agar tidak sia - sia jika hasilnya tidak mendapatkan Komet Lovejoy, maka admin sekalian membuat time lapse saja dan hasilnya tinggal dipilih satu - satu apakah ada komet lovejoy yang tercapture atau tidak. Ternyata hasil dari dua jam memotret ada dua buah pergerakan benda angkasa yang tercapture, keduanya dari Selatan ke Utara. Tetapi yang admin lihat dengan mata telanjang adalah foto yang admin peroleh pada pukul 19.24 WIB yang waktu itu berwarna hijau agak kuning, semoga saja itu beneran Komet Lovejoy dan bukan bintang jatuh.

Sebuah tips untuk memburu pergerakan benda angkasa : gunakan tripot, shutter relase (remote shutter) kemudian aturlah long exposure. Ketika benda langit yang bergerak terlihat dengan mata langsung tekan shutter relase sehingga moment tidak akan hilang dan dapat memperkesil hasil foto yang shake.
 
Time lapse memburu komet lovejoy :
 

Selasa, 13 Januari 2015

Mie aceh kepiting

Serambi Mekah merupakan sebutan bagi sebuah propinsi di ujung Barat Indonesia yang terkenal dengan kuliner mienya, yaitu mie aceh. Mie Aceh merupakan salahsatu kuliner ciri khas Aceh yang sekarang dapat dijumpai hampir di setiap propinsi di Indonesia.Tetapi rasanya ada sebuah sensasi yang kurang jika menikmati kuliner khas suatu daerah tetapi menikmatinya didaerah lain. Kali ini admin berkesempatan menikmati mie Aceh langsung di Aceh, tepatnya di daerah Gampong Alue Awe, Aceh Utara. Menurut orang Aceh asli, mie aceh yang khas aceh dan paling enak adalah mie aceh kepiting walaupun variannya ada juga mie aceh udang dan mie aceh yang dikolaborasikan dengan hasil laut lainnya.

Tempat makan untuk mencicipi mie aceh ini bukanlah sebuah restoran yang mewah ataupun mahal tetapi sebuah warung kecil pinggir jalan yang biasa disebut dengan (warkop) warung kopi. Walaupun hanya warung kecil dipinggir jalan tetapi rasanya sangat luar biasa nikmatnya, bumbu mienya kaya dengan rempah yang rasanya tidak bisa dilupakan sampai saat ini. Diberi taburan irisan bawang merah diatasnya, timun, saus, kerupuk dan tentunya kepiting yang berada dibawah mie supaya bumbunya semakin meresap ke kepitingnya. Kemudian ditemani secangkir kopi aceh akan semakin menambah kenikmatan berkuliner di Aceh.
 
Halaman warkop mie ayah

Kebetulan sewaktu mampir ke warkop mie ayah pukul 17.21 WIB tetapi matahari masih tinggi, ya maklum saja karena keberadaan Aceh di zona waktu Indonesia Barat berada diujung Barat sedangkan ujung timur Indonesia bagaian Barat adalah Jawa Timur, jadi jika terbiasa hidup di Jawa kemudian ke Aceh merasakan perbedaan waktu senja yang 'frontal'. Dengan kata lain posisi matahari pukul 17.21 WIB di Aceh samadengan posisi matahari pukul 15.00 WIB di Jawa Tengah. Dan jika dilihat dari posisinya, Aceh berada jauh di Barat Singapura tetapi WIB dengan Singapura memiliki jarak perbedaan satu jam lebih dahulu. Maka tidak heran juga jika sudah sarapan, makan siang kemudian makan mie aceh masih ada makan malam, karena di Aceh sendiri mie aceh di anggap sebagai camilan saja.

Minggu, 11 Januari 2015

Kesiangan Di Puncak Moyeng

Posted by Unknown On 01.16 No comments
Landscape dari Puncak Moyeng

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan sebuah daerah yang memiliki batas wilayah berupa laut selatan di sebelah Selatan dan Gunung Merapi di sebelah Utara, Gunung Sewu di sebelah Timur dan perbukitan menoreh di sebelah Barat. Berwisata di deretan pantai Selatan Yogyakarta dan wisata - wisata yang berada di kaki gunung merapi merupakan hal yang wajar, wisata di Gunung Sewu sejak tahun 2010 sudah semakin banyak dan akhir - akhir ini Prbukitan Menoreh sudah mulai dijamah oleh para wisatawan.

Wisata alam yang disajikan di Perbukitan Menoreh sebenarnya tidak kalah dengan wisata yang ada di Gunung Sewu, hanya saja menoreh kalah pamor dan kurang baiknya akses ke menoreh menjadi sebuah hambatan yang menyebabkan menoreh kalah ramai dibanding Gunung Sewu. Akses ke Perbukitan Menoreh Daerah Istimewa Yogyakarta dapat melewati Nanggulan, Wates dan Jalan Alternativ ke Magelang. Di Perbukitan Menoreh sebenarnya kaya dengan wisata religi, sejarah dan alam. 
Wisata religi ada goa kiskendo yang dipergunakan umat nasrani untuk beribadah, kemudian ada langgar agung peninggalan Pangeran Diponegoro (sudah masuk Magelang). Wisata sejarah dimenoreh ada Candi Pringtali, candi Poh - Pohan, goa sriti peninggalan Pangeran Diponegoro, artefak - artefak prasejarah (tatal dan fragmen gigi gajah purba). Sedangkan wisata alam di Perbukitan Menoreh ada Puncak Suroloyo, Perkebunan teh, Air Terjung Watu Joggol, Air Terjun Sidoharjo, Curug Thok (Segambir), Kalibiru, Waduk Sermo, Embung Banjaroya, embung Kleco, Kedung Khayangan dan Puncak Moyeng.

Persawahan di bawah Gunung moyeng

Puncak Moyeng dapat dikatakan sebagai salahsatu wisata alam menoreh yang menyambut wisatawan bila melalui jalur Jalan Godean - Kenteng, Nanggulan. Karena bentuk Perbukitan Menoreh yang memiliki puncak maka banyak sebagaian puncak yang disebut gunung, salahsatunya adalah Gunung Moyeng dengan wisatanya Puncak Moyeng. Dari Puncak Moyeng dapat dilihat Gunung Prahu yang tepat berada di Timur Gunung Moyeng, Gunung Mujil yang berada di Utara Gunung Prahu, teras sering yang berada di Timur Gunung Mujil, Kota Jogja, Gunung Lawu, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo dan Gunung Andhong.

Selain memiliki view landscape yang menawan, tempat yang cocok untuk berburu matahari terbit ini juga memiliki sebuah acara gelar seni tahunan yang diadakan di Puncak Gunung Moyeng pada pagi hari. Gelar seni tersebut biasanya diisi dengan tarian dan melikis dengan tujuan agar manusia dapat menghargai alam. Jika ingin mengunjungi Puncak Moyeng dapat melewati Jalan Godean ke arah barat, perempatan kenteng ke Barat kemudian naik Perbukitan Menoreh sampai jalan berkelok dan menanjak, di sebelah kiri jalan sudah ada papan penunjuk arah dengan tulisan "Puncak Moyeng".

Sebuah tips jika ingin ke tempat ini sebaiknya menggunakan kendaraan roda dua dengan kondisi normal karena mendekati puncak jalannya susah untuk dilalui roda empat.

Jumat, 09 Januari 2015

Warung makan bukit bintang dengan latar belakang lukisan langit senja dan lampu Kota Jogja

Gunungkidul memang kaya akan tempat wisata yang luar biasa dan tidak ada habisnya. Selain terkenal dengan wisata yang bertema geopark, di Gunungkidul juga terdapat wisata malam. Wisata malam bukan berarti wisata yang bertanda kutip negatif tetapi wisata yang dilakukan pada malam hari, duduk santai, nongkrong, makan sambil melihat lampu Kota Jogja dari ketinggian. Namanya adalah bukit bintang yang terletak di Hargodumilah, Pathuk, Kabupaten Gunungkidul. Tempat ini seakan menyambut wisatawan yang akan mengunjungi Gunungkidul melalui jalur Jogja - Wonosari karena terletak di tepi jalan Jogja - Wonosari sekaligus berdekatan dengan gapura selamat datang di Gunungkidul.

Lesehan jagung bakar pinggir jalan dengan latar belakang Gunung Merapi

Karena letaknya yang berada dipinggir jalan, maka banyak orang yang hanya ingin berhenti sebentar dipinggir jalan sambil sekedar berfoto dengan latar belakang Kota jogja dan bentang alam yang dapat dilihat dari tempat ini seperti Perbukitan Menoreh, Gunung Sumbing dan Gunung Merapi. Walaupun sudah dipasang tulisan dilarang parkir dipinggir jalan tersebut, tetapi masih banyak yang melanggarnya. Petugas yang berada di tempat ini juga tidak bosan - bosannya mengingatkan untuk menitipkan kendaraannya di tempat - tempat parkir yang sudah disediyakan. Tujuannya memang baik demi keselamatan bersama, karena di tempat itu merupakan jalan yang padat jadi jika parkir kendaraan di pinggir jalan tersebut dapat mengganggu lalulintas.

Makanan khas yang dijual di lesehan pinggir jalan ini adalah jagung bakar yang penjualnya mulai menjajakan dagangannya sejak sore hari hingga malam. Sedangkan di warung - warung yang memliki lapak tetap, dahulu memiliki dagangan khas berupa minuman kelapa muda, tetapi untuk saat ini minuman dan makanan yang disediakan sudah sangat bervariatif. Kualitas dan harga juga bervariatif, ada yang sesuai kantong anak sekolah hingga sesuai kantong orang - orang gedongan. Jadi para pengunjung di tempat ini dapat memilih tempat sesuai kantongnya. Selain ada tempat parkir yang sudah disediakan, di bukit bintang juga terdapat fasilitas berupa mushola dan toilet yang sangat terawat.

Gunung Sumbing dilihat dari bukit bintang

"Sepirring berdua" mungkin itu sebuah istilah yang diucapkan agar dibilang sama si doi romantis, mungkin itu dapat dilakukan ketika kantong mulai menipis. Tetapi tenang saja, dengan modal sepuluh ribu di bukit bintang sudah dapat menikmati dua buah jagung bakar sama si doi. Jadi walaupun sudah tanggal tua tetap bisa jalan sambil nyemil di tempat ini. Walaupun tidak jauh dari tempat ini terdapat sebuah tempat yang hampir mirip dengan bukit bintang dan tidak kalah viewnya yang bernama watu amben, tetapi bukit bintang masih tetap menjadi primadona wisatawan untuk menikmati sore sambil menunggu tenggelamnya matahari dan menyalanya lampu - lampu kota.

Kamis, 08 Januari 2015

Dolan Ke Sermo Di Waktu Sore Hari

Posted by Unknown On 07.42 No comments
Suasana senja di Waduk Sermo

Tempat wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta memang tidak ada habisnya, jika satu hari mengunjungi satu tempat wisata rasanya akan membutuhkan waktu lebih dari satu tahun. Variasi wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta juga sangat beragam, misalnya wisata air saja ada wisata pantai, sungai dan buatan. Wisata air buatan juga beragam, salahsatunya ada wisata air Waduk Sermo yang terletak di Kabupaten Kulonprogo Binangun.

Waduk Sermo di resmikan oleh mantan presiden Soeharto pada tanggal 20 November 1996 dengan tujuan pembuatan bendungan untuk irigasi pada persawahan di daerah Kulonprogo yang sangat luas. Selain itu air dari Waduk Sermo juga dipergunakan untuk PDAM daerah setempat. Pembuatan Waduk Sermo dilakukan dengan penenggelaman sebuah desa yang kemudian seluruh warganya di transmigrasikan ke luar Jawa.

Mencari ikan di Waduk Sermo

Selain untuk irigasi dan PDAM, waduk yang berada di perbukitan menoreh ini juga dipergunakan untuk pariwisata, memang tidak banyak atraksi wisata yang disajikan ditempat ini hanya ada perahu wisata yang dapat dinaiki oleh pengunjung untuk mengelilingi waduk saja. Tetapi disisi lain Waduk Sermo merupakan hiburan tersendiri bagi orang - orang yang betah menunggu. Karena di Waduk Sermo terdapat banyak biota dalam air maka di tempat ini merupakan surga bagi para pemancing, selain itu ada juga nelayan yang mencari ikan di waduk menggunakan jaring dari atas getek / kapal dayung. Selain ada ikan di Waduk Sermo juga terdapat udang yang berukuran besar - besar. Ketika musim panas dan muncul "pulau" di tengah waduk, di tempat itulah biasanya dapat menagkap udang dengan mudah.

Menunggu senja di tepi waduk

Akses ke Waduk Sermo sangatlah mudah dan dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi. Dari Alun - Alun Wates tinggal lurus ke Barat mengikuti jalan utama, kemudian belok kanan di pertigaan Wates - Sermo - Purworejo, kemudian ambil jalan utama. Jalan menuju waduk berupa jalan menanjak agak berkelak - kelok yang kanan dan kirinya merupakan hutan lindung. Untuk masuk objek wisata ini harus membeli tiket di TPR yang didalamnya juga termasuk asuransi selama berwisata di Waduk Sermo.

Sebuah tips jika ingin mengunjungi Waduk Sermo sebaiknya pada pagi atau sore hari karena pada dua waktu itu biasanya merupakan waktu dimana Waduk Sermo semakin terlihat keindahannya, pada waktu pagi biasanya ada kabut yang berlayer - layer di perbukitan menoreh sedangkan ketika sore warna langit biasanya terlihat keren.

Selasa, 06 Januari 2015

Rame - Rame Nyore Di Candi Ijo

Posted by Unknown On 08.20 No comments
Silhouette aktivitas senja di Candi Ijo

Waktu yang tepat untuk bersantai bersama keluarga, sahabat dan teman adalah ketika sore hari tiba, apalagi jika cuaca cerah akan menambah hangatnya suasana ketika menikmati sore hari. Di Daerah Istimewa Yogyakarta ada salahsatu tempat yang tepat untuk menikmati sore hari sambil mengenal sejarah bangsa, melihat sunset, melihat lampu kota, melihat perbukitan menoreh, Gunung Sumbing dan Gunung Merapi. Lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Jogja, hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari pusat kota. Namanya adalah candi Ijo, sebuah candi Hindu yang terletak di bukit ijo.

Candi yang mendapat predikat candi dengan letak tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta ini memiliki 11 tingkatan halaman candi, tetapi yang paling sering dikunjungi para wisatawan adalah tingkat ke 11 yang memiliki sebuah candi utama dan tiga buah candi perwara. Padahal pada dua tingkat di bawahnya juga terdapat beberapa reruntuhan dan sebuah candi yang sudah berhasil direkonstruksi.

Pengunjung di sudut Candi Ijo

Rute untuk menuju candi ini cukup mudah untuk diketahui, dari pasar prambanan ambil arah wonosari, kemudian belok kiri di pertigaan telkom piyungan - prambanan, kemudian belok kanan pada perempatan candi banyunibo, kemudian ambil kiri pada pertigaan pertama kemudian ambil kiri lagi pada pertigaan kedua kemudian ikuti jalan utama. Jika jalan yang dilewati berupa jalan tanjakan dan aspalan rusak berarti jalan yang dilewati sudah betul.
 
Pengelolaan Candi Ijo sepertinya cukup bagus dengan sudah adanya dua tempat penitipan kendaraan yang berada di luar kompleks candi. Selain itu promosi yang dahulu dilakukan secara gencar di media sosial dengan foto - foto sunset di candi Ijo juga berhasil menarik minat para wisatawan lokal maupun luar daerah. Dapat dibandingkan pada akhir tahun 2013 ketika senja di tempat ini dapat dikatakan seperti menikmati senja di tengah hutan tetapi pada awal 2015 ini ketika senja di tempat ini ramainya sudah seperti macetnya jalanan di dalam Kota Jogja.

Bebarengan melihat senja

Walaupun dari berbagai daerah, hampir seratus persen wisatawan yang mengunjungi tempat ini bertujuan mengabadikan sunset. Bermacam alat yang dipergunakan wisatawan untuk mengabadikannya, ada yang mempergunakan dslr, slr dan smart phone yang tentunya sudah satu paket dengan tongsis untuk selfie. Untuki masuk ke Candi Ijo pengunjung diwajibkan mengisi buku tamu dipos satpam dan tidak dimintai uang sepeserpun. Karena pada tahun 2014 sudah dikeluarkan peraturan masuk candi seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta biayanya GRATIS.

Pukul 18.00 WIB sudah berlalu, matahari yang berwarna kuning dan berbentuk bulat sudah bersembunyi dan akan menampakkan diri pada esok hari. Peluit penjaga keamanan di candi Ijo juga sudah dibunyikan yang berarti jam kunjung di Candi Ijo sudah bais dan para wisatawan harus segera meninggalkan Candi Ijo karena hari sudah mulai gelap.

Sedikit tips jika ingin berkunjung ke Candi Ijo : pergunkanlah kendaraan yang 'sehat' dan jangan lupa perhatikan tekanan angin pada ban serta rem pada kendaraan.

Kamis, 01 Januari 2015

Kemeriahan pesta kembang api di sekiatar Candi Borobudur dan pelepasan 2015 lampion

Setelah sukses melakukan pemburuan 14 sunset akhir tahun 2014, kemeriahan dalam rangka menyambut pergantian tahun 2014 ke 2015 menjadi objek menarik untuk diabadikan. Malam tahun baru biasanya identik dengan pesta kembang api yang tentunya hampir setiap darah menyalakannya. Oleh sebab itu untuk mengabadikan moment perayaan tahun baru 2015 ini harus memilih sebuah tempat yang tinggi supaya dapat dengan luas memandang kemerlap warna - warni kembang api. Jika di tambah dengan sebuah objek dalam foto tersebut tentunya akan memberi 'kehidupan' sendiri dalam mengabadikan kembang api tersebut. akhirnya Punthuk Stumbu yang berada di Kabupaten Magelang menjadi pilihan untuk mengabadikan malam pergantian tahun kali ini.

Camping menunggu detik - detik pergantuan tahun 2015

Punthuk Stumbu merupakan tempat pilihan yang tepat untuk menunggu malam pergantian tahun 2015 karena dari tempat ini dapat dilihat dengan jelas Candi Borobudur, Gunung Merapi, Gunung Merbabu dan lampu perkotaan sehingga bakalan ada jutaan kembang api yang dapat dilihat dari tempat ini. Selain itu juga terdengar kabar bahwa akan diadakannya pelepasan 2015 lampion dari beberapa titik di sekitar Candi Borobudur. Hal ini mendorong para wisatawan yang berasal dari Magelang maupun luar Magelang untuk mengunjungi stumbu pada malam pergantian tahun. Sekiatar pukul 21.00 WIB para wisatawan mulai berdatangan ke ketempat ini untuk bersiap - siap menyaksikan jutaan kembang api yang akan dinyalakan serentak. Ada juga wisatawan yang camping di tempat ini supaya sekalian dapat menyaksikan matahari tanggal 1 Januari 2015 terbit.

Susana pesta kembang api di Stumbu

Perayaan malah tahun baru di Stumbu bukan hanya bersenang - senang pesta kembang api saja tetapi ada doa bersama yang diselenggarakan oleh warga Stumbu di Punthuk Stumbu untuk mendoakan para leluhur dan berdoa supaya tahun ini menjadi lebih baik. Tidak hanya warga Stumbu yang melakukan doa bersama ini, tetapi kampung - kampung di sekitar Borobudur juga melakukannya sejak pukul 21.30 WIB sampai pukul 23.30 WIB. Kadang terdengar sayup kadang terdengar keras doa - doa yang dipanjatkan karena suaranya terbawa angin hingga Stumbu.

Menjelang pukul 00.00 WIB, kembang api yang terlihat dari Punthuk Stumbu semakin banyak dan berlangsung hingga 00.20 WIB. Pengunjung Stumbu juga ada yang membawa kembang api dan dinyalakan dari Stumbu. Lampion yang berjumlah 2015 juga perlahan mulai diterbangkan seiring dengan bergantinya tahun 2014 menjadi 2015. Tetapi sayangnya Gunung Merapi dan Merbabu yang awalnya menampakkan diri dengan jelas harus tertutup kabut tebal di puncaknya. Tetapi moment luar biasa dengan jutaan kembang api tetapi terlihat indah dari tempat ini.

Saya selaku admin www.dolan-dolan.net mengucapkan selamat tahun baru 2015, semoga di tahun ini kita semua menjadi lebih baik daripada tahun - tahun sebelumnya. Amin.

Membu Senja Di Jembatan Krasak

Posted by Unknown On 06.40 No comments
View sunset dari jembatan krasak

Dolan - dolan edisi khusus memburu 14 sunset akhir tahun 2014 akhirnya sudah sampai pada pemburuan pada sunset ke 14 yaitu pada tanggal 31 Desember 2014. Rasanya perjuangan setiap sore selama 14 hari berturut - turut itu tidak akan terlupakan, dimana banyak cerita, banyak pengalaman, banyak kejadian dan pelajaran dalam 'kehidupan sosial' dapat diperoleh ketika melakukan pemburuan sunset. Tidak lupa juga beberapa teman yang menemani pemburuan sunset ini admin ucapkan terimakasih bro Krisna, mas Yanu, bro Galuh, om Ipung, bro Hamid, bro Agung yang telah menemani sewaktu memburu senja.

Pada pemburuan senja ke 14 ini yang sekaligus merupakan sunset pada akhir tahun 2014 admin ingin memperluas destinasi untuk dolan - dolan yang sebelumnya kebanyakan di dalam wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta untuk merambah ke destinasi - destinasi di daerah Jawa Tengah. Dari Daerah Istimewa Yogyakarta menuju Jawa Tengah ada banyak jalan tetapi ada tiga buah jalan besar yaitu lewat Kulonprogo menuju Purworejo, lewat Sleman menuju Klaten - Solo, lewat Sleman menuju Magelang - Semarang. Oleh sebab itu admin memilih batas propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta - Jawa Tengah sebagai tempat sunset akhir tahun 2014 ini. Jembatan Krasak yang merupakan jalur penghubung Jogja dengan Magelang menjadi pilihan admin untuk memburu senja dan sekaligus untuk menjebatani dari tahun 2014 ke 2015.

Susana lalu lintas di jembatan krasak menjelang malam pergantian tahun 2015

Jembatan kali krasak dikenal sebagai batas propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Jawa Tengah karena letaknya yang tepat berada di atas kali krasak. Berdasarkan ilmu geografi, batas suatu wilayah dapat ditentukan dengan keberadaan kenampakan alam seperti sungai. Tetapi jika melihat gapura batas propinsi jembatan ini masih masuk ke daerah Daerah Istimewa Yogyakarta karena posisi gapura tersebut berada di sebelah Utara sungai. Tetapi entah bagaimana sebeltulnya batas wilayah ini, yang jelas warga di sekitar sini hidup saling membutuhkan baik yang berada di Selatan maupun Utara kali krasak dengan potensi yang dimiliki masing - masing, di sebelah Utara jembatan terdapat pom bensin yang pastinya dibutuhkan setiap orang untuk mengisi bahan bakar kendaraannya, sedangkan di Selatan sungai terdapat pasar yang dagangannya dibutuhkan setiap orang untuk mengisi perut, jadi tidak perlu dibahas lebih lanjuut mengenai dimana batas tepatnya.

Aktivitas warga memancing di Kali Krasak

Kali Krasak ini dapat dikatakan sebagai salahsatu sumber kehidupan karena alirannya yang langsung dari Gunung Merapi maka kali ini membawa material alam yang melimpah sehingga ada aktivitas pertambangan baik itu pertambangan pasir untuk dijual di pengepul maupun untuk membuat profil rumah. Selain itu potensi biota sungainya juga dapat dimanfaatkan untuk konsumsi pribadi warga dengan cara memancing. Potensi sejarah juga dimiliki di kali krasak ini dengan masih adanya bekas jalur kereta api yang masih kokoh walaupun sudah berkarat yang berdiri di atas sungai yang sewaktu - waktu dapat menjadi aliran lahar dingin.

Terimakasih kepada teman - teman yang sudah menemani, mensupport dan selalu menyimak edisi khusus dolan - dolan memburu 14 sunset akhir tahun 2014 ini, mohon maaf bila ada kesalahan dalam memberikan informasi dan selamat tahun baru 2015, semoga di tahun ini kita semua menjadi lebih baik daripada tahun sebelumnya. Amin.

Site search