Senin, 19 Januari 2015

Dolan Ke Bendungan Khayangan

Posted by Unknown On 23.09 No comments
View Bendungan Khayangan

Kali ini admin masih melakukan eksplorasi di Perbukitan Menoreh mengenai objek - objek menarik yang menyambut kedatangan wisata dari jalur Jalan Godean. Kali ini lokasi berada tidak jauh dari Gunung Moyeng yaitu Bendungan Khayangan yang berada di sebelah bawah Puncak Moyeng atau lebih tepatnya berada di Desa Pendowoharjo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo.Sebuah wisata berbasis alam yang dipadukan dengan sejarah dan kepercayaan masyarakat lokal.

Jika dilihat dari kenampakan alamnya, Bendungan Khayangan merupakan sebuah tempuran / pertemuan dua buah sungai yaitu Sungai Gunturan dan Sungai Ngiwa. Sungai Gunturan merupakan sungai yang bersumber dari menoreh atas di sekitar Puncak Suroloyo. Diantara dua sungai tersebut terdapat sebuah tebing yang cukup tinggi, tebing ini telihat berbeda dari tebing lain karena pada salahsatu sisi tebing tidak terdapat pepohonan sama sekali, sedangkan pada siis lainnya ditumbuhi pepohonan lebat.

Vandalisme di Bebatuan Sungai Ngiwa

Ketika admin dan teman admin datang ketempat ini, terdengar suara kera yang bersahut - sahutan yang menurut penduduk sekitar kera - kera tersebut tinggal diatas tebing tersebut. Tetapi lucunya hanya admin yang mendengar suara kera - kera tersebut. Tempat ini memang belum dikelola secara profesional oleh warga sekitar tetapi sudah cukup banyak orang yang mengunjungi dan mengetahui Bendungan Kayangan ini.

Setiap setahun sekali selalu dilakukan ritual budaya di tempat ini dengan nama Rabu Pungkasan, pungkasan sendiri merupakan Bahasa jawa yang berarti terakhir jadi acaranya diadakan pada Hari Rabu terakhir pada Bulan Sapar setelah sebelumnya ada Saparan Apem wonolelo dan Saparan Bekakak Gamping. Acara Rabu Pungkasan di Bendungan Kayangan biasanya dilakukan dengan kembul sewu sedulur dan ngguyang jaran, kembul artinya makan bersama, sewu artinya seribu sedangkan sedulur artinya saudara, jadi kembul sewu sedulur artinya makan bersama seribu saudara. Sedangkan ngguyang jaran memiliki penjabaran ngguyang artinya mencuci, jaran artinya kuda, jadi ngguyang jaran artinya mencuci kuda.

Karena Bendungan Khayangan merupakan pertemuan dua buah sungai, dan setiap sungai juga memiliki karakter masing - masing tergantung dari sumber sungainya dan bagamaina lansekap jalur sungainya. Pada waktu admin ke tempat ini, Sungai Gunturan memiliki aliran desar dan bebatuan besar yang berada di sungai tidak begitu banyak, sedangkan Sungai Ngiwa alirannya lebih kecil dan banyak bebatuan pada aliran sungai. tetapi yang menarik adalah pada bebatuan Sungai Ngiwa banyal terdapat vandalisme baik itu berupa ekspresi orang sampai terdapat lambang Indonesia yaitu Garuda.

Aktivitas warga di Bendungan Khayangan

Selain dipergunakan untuk wisata dan saparan, tetapi aliran sungai ini juga dipergunakan oleh warga untuk mencuci pakaian. Tetapi sewaktu admin ke tempat ini hanya terlihat satu warga yang mempergunakan aliran sungai di sini untuk memcuci. Selain itu tidak terlihat ada aktivitas warga lainnya.

Untuk menuju tempat ini, satu jalur dengan menuju Puncak Moyeng, hanya sebelum belok kiri pada papan petunjuk ke Puncak moyeng terdapat papan petunjuk ke Bendungan Kayangan yang berada di sebelah kanan jalan jika dari arah Jogja.
 
Sebuah tips jika ingin mengunjungi tempat ini pergunakanlah kendaraan roda dua karena roda empat akan mengalami kesusahan untuk atret, kemudian pergunakanlah celana pendek atau bawa baju ganti untuk persiapan jika nanti ingin basah - basahan di tempat ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Site search