Jumat, 09 Januari 2015

Warung makan bukit bintang dengan latar belakang lukisan langit senja dan lampu Kota Jogja

Gunungkidul memang kaya akan tempat wisata yang luar biasa dan tidak ada habisnya. Selain terkenal dengan wisata yang bertema geopark, di Gunungkidul juga terdapat wisata malam. Wisata malam bukan berarti wisata yang bertanda kutip negatif tetapi wisata yang dilakukan pada malam hari, duduk santai, nongkrong, makan sambil melihat lampu Kota Jogja dari ketinggian. Namanya adalah bukit bintang yang terletak di Hargodumilah, Pathuk, Kabupaten Gunungkidul. Tempat ini seakan menyambut wisatawan yang akan mengunjungi Gunungkidul melalui jalur Jogja - Wonosari karena terletak di tepi jalan Jogja - Wonosari sekaligus berdekatan dengan gapura selamat datang di Gunungkidul.

Lesehan jagung bakar pinggir jalan dengan latar belakang Gunung Merapi

Karena letaknya yang berada dipinggir jalan, maka banyak orang yang hanya ingin berhenti sebentar dipinggir jalan sambil sekedar berfoto dengan latar belakang Kota jogja dan bentang alam yang dapat dilihat dari tempat ini seperti Perbukitan Menoreh, Gunung Sumbing dan Gunung Merapi. Walaupun sudah dipasang tulisan dilarang parkir dipinggir jalan tersebut, tetapi masih banyak yang melanggarnya. Petugas yang berada di tempat ini juga tidak bosan - bosannya mengingatkan untuk menitipkan kendaraannya di tempat - tempat parkir yang sudah disediyakan. Tujuannya memang baik demi keselamatan bersama, karena di tempat itu merupakan jalan yang padat jadi jika parkir kendaraan di pinggir jalan tersebut dapat mengganggu lalulintas.

Makanan khas yang dijual di lesehan pinggir jalan ini adalah jagung bakar yang penjualnya mulai menjajakan dagangannya sejak sore hari hingga malam. Sedangkan di warung - warung yang memliki lapak tetap, dahulu memiliki dagangan khas berupa minuman kelapa muda, tetapi untuk saat ini minuman dan makanan yang disediakan sudah sangat bervariatif. Kualitas dan harga juga bervariatif, ada yang sesuai kantong anak sekolah hingga sesuai kantong orang - orang gedongan. Jadi para pengunjung di tempat ini dapat memilih tempat sesuai kantongnya. Selain ada tempat parkir yang sudah disediakan, di bukit bintang juga terdapat fasilitas berupa mushola dan toilet yang sangat terawat.

Gunung Sumbing dilihat dari bukit bintang

"Sepirring berdua" mungkin itu sebuah istilah yang diucapkan agar dibilang sama si doi romantis, mungkin itu dapat dilakukan ketika kantong mulai menipis. Tetapi tenang saja, dengan modal sepuluh ribu di bukit bintang sudah dapat menikmati dua buah jagung bakar sama si doi. Jadi walaupun sudah tanggal tua tetap bisa jalan sambil nyemil di tempat ini. Walaupun tidak jauh dari tempat ini terdapat sebuah tempat yang hampir mirip dengan bukit bintang dan tidak kalah viewnya yang bernama watu amben, tetapi bukit bintang masih tetap menjadi primadona wisatawan untuk menikmati sore sambil menunggu tenggelamnya matahari dan menyalanya lampu - lampu kota.

0 komentar:

Posting Komentar

Site search