Minggu, 15 Februari 2015

Halaman Candi Selogriyo

Candi Selogriyo adalah candi berlatar belakang agama Hindu yang terletak di Perbukitan Giyanti atau lebih tepatnya secara administratif terletak di Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Perbukitan Giyanti merupakan sebuah bukit kecil yang berada di sebelah Timur Gunung Sumbing, perbukitan ini memiliki beberapa puncak yang setiap puncaknya memiliki nama sendiri - sendiri seperti Gunung Malang, Gunung Kekep, Gunung Damaran dan Gunung Giyanti sendiri. Di sisi Utara candi terdapat sebuah aliran sungai yang airnya masih jernih dan suaranya terdengar deras, warga sekitar menyebutnya kali selogriyo dan ujungnya akan bertemu dengan Kali Progo.

Candi Selofriyo memiliki pintu yang menghadap ke Timur menghadap langsung ke lembah yang kanan kirinya berupa perbukitan tinggi. Di tubuh candi terdapat lima buah relung yang semuanya berisi arca tetapi keseluruhan arca tersebut sudah tidak berkepala. Sedangkan beberapa bagaian dari candi dan artefak - artefak pendukung lainnya ditata rapi di halaman Candi Selogriyo yang sudah ditata seperti taman yang indah. Selain ditanamai rumput dan pohon teh - tehan yang sudah dibentuk, disediakan juga jalan untuk mengelilingi dan melihat temuan - temuan lainnya sehingga pengunjung tidak melewati / menginjak rumput.

Teras siring menemani sepanjang perjalanan

Rute untuk menuju Candi Selogriyo dapat melewati Kota Magelang. Dari Alun - Alun Magelang ke Barat arah Bandongan kemudian ke arah Windusari, ikuti jalan utama hingga jalan menanjak dan pemandangan dikanan jalan berupa teras siring. Diujung teras siring habis ada sebuah tugu monumen dan ada juga papan petunjuk ke arah Candi Selogriyo. Jalan yang dilalui kemudian adalah sebuah perkampungan dengan jalan yang lebih kecil hingga ujungnya adalah (tempat pemungutan retribusi) TPR Candi Selogriyo sekaligus gapura Candi Selogriyo. Setelah memasuki gapura tersebut pemandangan teras siring yang disuguhkan lebih waoooow!!1 lagi dari teras siring sebelumnya. Jalan untuk menuju candi juga berupa paving, tetapi karena berada di perbukitan dan musim hujan maka ada sebagaian tanah yang labil sehingga ada jalan yang longsor dan ada paving yang kurang rapat.
 
Jalan menuju Candi Selogriyo

Setelah melewati jalan paving, terakhir adalah jalan tanah dan kemudian terdapat parkiran kendaraan roda dua. Gapura kedua Candi Selogriyo sudah menyambut pengunjung di dekat tempat parkir, anak tangga juga sudah siap untuk dilewati sebelum sampai di halaman Candi Selogriyo. Dan terakhir adalah pintu gerbang dari Candi selogriyo yang berada di samping pos jupel (juru pelihara) Candi Selogriyo. Para pengunjung diminta untuk menulis identitas pada buku tamu Candi Selogriyo.

Candi ini ternyata sangat bermanfaat bagi ilmu pendidikan, bukan hanya ilmu bagi para arkeolog saja tetapi anak sekolah ada yang sedang melakukan penelititan mengenai ekologi di sekitar Candi Selogriyo. Selain itu ada juga anak pramuka yang tracking menuju Candi Selogriyo untuk ujian kenaikan tingkat.

Sebuah tips jika ingin mengunjungi candi ini sebaiknya menggunakan kendaraan roda dua dengan kondisi yang baik, karena mulai dari perkampungan di bawah Candi Selogriyo jalan sudah mulai menyempit hanya bisa dilaui dua motor berpapasan.

0 komentar:

Posting Komentar

Site search