Selasa, 24 Februari 2015

Kangen Dolan Ke Puncak Watu Amben

Posted by Unknown On 05.08 4 comments
Romantisme lampu senja dari Watu Amben

Puncak Watu Amben adalah sebuah tempat nongkrong yang memiliki atraksi wisata perpaduan keindahan alam dan kemerlap lampu kota. Keindahan alam yang disuguhkan di Puncak Watu Amben adalah berupa landscape yang terbentang dari Samudera Hindia sampai daerah Magelang, ada laut selatan di sebelah kiri, perbukitan menoreh, perbukitan sekitar Kali Progo, Gunung Sumbing, Gunung Merapi, perbukitan di daerah Berbah. Sedangkan kemerlap lampu kota yang dapat dilihat dari tempat ini adalah lampu Kota Jogja, lampu - lampu jalanan di Bantul, Sleman,lampu di Kaliurang, lampu - lampu di perbukitan menoreh dan lampu - lampu di kaki Gunung Sumbing.

Dapat dibilang kalau Puncak Watu Amben atau Puncak WA ini merupakan salahsatu tempat favorit admin, sudah tidak bisa dihitung dengan jari lagi berapa kali admin dolan - dolan kesini. Pada postingan kali ini admin akan bercerita lagi mengenai keindahan Puncak Watu Amben ketika senja dan malam setelah beberapa hari sebelumnya di Daerah Istimewa Yogyakarta diguyur hujan lebat terus - menerus. Selain itu admin juga akan bercerita sedikit mengenai perkembangan Puncak Watu Amben yang lama - lama bisa menyaingi Bukit Bintang yang berada jauh dibawahnya.

Pemburu senja di Watu Amben

Rute menuju Watu Amben sangatlah mudah untuk diingat, jika dari Jogja, ambil ke arah Gunungkidul kemudian naik tanjakan Pathuk. Simpang empat Polsek Pathuk ambil arah ke kanan atau ke arah Dlingo, Imogiri, sedangkan jika ambil ke arah kiri menuju ke Embung Nglanggeran. Pertama kali admin ke Watu Amben adalah tahun 2011 yang pada waktu itu di tempat ini hanya ada sebuah warung yang berdiri. Pada waktu berikutnya muncullah dua warung sehingga pada akhir tahun 2011 menjadi 3 warung di area Puncak watu Amben. Kemudian semakin lama semakin banyak warung yang berada di Watu Amben hingga sebelum memasuki area Watu Amben juga sudah berdiri warung - warung makan di pinggir jalan. Walaupun belum memasuki area Watu Amben, terkadang warung - warung tersebut memiliki view yang lebih menjual.

Seiring bertambahnya warung makan, pertambahan fasilitas seperti toilet pada setiap warung dan tampungan air juga sudah ada. Selain itu salahsatu syarat sebagai wisata yang dijual pada malam hari juga sudah dipenuhi yaitu dengan adanya lampu yang dapat menerangi beberapa spot yang dapat digunakan oleh pasangan anak muda untuk berbuat hal - hal yang belum pantas untuk dilakukan.

Dua sejoli sedang menikmati keindahan lampu kota

Sekitar pukul 15.00 WIB biasanya pengunjung tempat ini mulai berdatangan, ada yang merupakan pasangan anak muda, perkumpulan teman - teman sekolah / kuliah, perkumpulan teman kerja, warga sekitar, keluarga dan ada juga wisatawan yang kebetulan lewat kemudian berhenti sejenak. Selain menyuguhkan lukisan senja yang luar biasa, ketika malam datang pemandangan dari tempat ini juga tak kalah luar biasanya. Pengunjung dapat melihat pesawat yang landing di Bandara Adi Sucipto, kalau cuaca mendukung kemerlap bintang juga dapat dilihat dari tempat ini.
Sebuah tips jika ingin mengunjungi tempat ini persiapkanlah jaket yang tebal karena semakin malam, di tempat ini akan terasa semakin dingin.

4 komentar:

  1. Gan , rute yg agan berikan kurang jelas , tolong kasih koordinatnya gan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perempatan Pathuk ambil ke arah Dlingo atau kanan kalau dari arah Jogja, ikuti jalan utama aja nanti kalau banyak warung - warungnya disitu tempatnya :)

      Hapus
  2. kalo ke WA ,,,silahkan mampir ke Warung Una gan,,,,warung paling utara bawah tower,,,fasilitas lengkap,,,,,view untuk spot foto lebih luas & jelas,,,,(marketing mode on )

    BalasHapus
    Balasan
    1. utara sebelah mana mas? sebelum tanjakan yang nganu itu bukan?

      Hapus

Site search