Sabtu, 21 Februari 2015

Seorang biksu berjalan munuju Vihara Bahtra Sasana

Pecinan adalah sebuah kawasan yang disana menjadi tempat tinggal orang - orang Tionghoa. Pecinan di Indonesia terbendtuk ketika pemerintahan Belanda di Indonesia, Belanda mngatur orang - orang Tionghoa untuk tinggal pada satu wilayah yang samasupaya Belanda mudah untuk mengatur mereka. Sedangkan dari orang - orang Tionghoa sendiri juga menginginkan mereka tinggal pada satu wilayah yang sama dengan alasan keaman dan untuk mempermudah komunikasi jika antar orang Tionghoa memerlukan bantuan.
 
Pecinan terdapat hampir di setiap kota di Indonesia. Banyak kota - kota besar di Indonesia yang di dalamnya terdapat kawasan Pecinan, misalnya kawasan pecinan Ketandan yang terdapat di Jogja, pecinan Muntilan, pecinan, Magelang, pecinan Semarang, Solo, Surabaya. Di luar Pulau Jawa juga terdapat kawasan pecinan seperti di Singkawang (Kalimantan Barat) dan di Tanjung Pinang (Kepulauan Riau).
 
Aktivitas perdagangan di pecinan Tanjung Pinang

Pada postingan kali ini admin akan sharing mengenai pengelaman admin ketika berkesempatan mengunjungi Kota Tanjung Pinang. Kota Tanjung Pinang sendiri adalah kota yang berada di Pulau Bintan dan merupakan Ibu Kota Propinsi Kepulauan Riau, salahsatu wisata andalan dari Kota Tanjung Pinang adalah Pulau Penyengat yang menurut orang Tanjung Pinang merupakan tempat lahirnya Bahasa Melayu. Tetapi yang akan di ceritakan disini bukan mengenai Pulau Penyengat melainkan mengenai Pecinan di Tanjung Pinang.

Dalam sebuah kawasan pecinan biasanya terdapat Klenteng sebagai tempat ibadah. Di tanjung Pinang ini terdapat sebuah klenteng dengan nama Vihara Bahtra Sasana yang terdapat di tengah kawasan pecinan. Ornamen naga menghiasi genting klenteng ini, puluhan hingga ratusan burung merpati yang mencari makan di pagi hari terdapat di halaman klenteng ini juga. Seorang biksu juga admin jumpai sedang masuk ke dalam klenteng. Di halaman klenteng yang dibangun oleh orang - orang Tionghoa sekitar tahun 1857 juga terdapat patung Dewi Kwan Im.

Kotak dengan tulisan Cina

Terlepas dari klenteng, aktivitas di Pecinan biasanya perdagangan. Mulai dari kebutuhan pokok, kebutuhan khusus hingga kebutuhan mewah juga terdapat di pecinan ini. Misalnya ada yang jualan bahan makanan, buku, tas sekolah, alat komunikasi, hingga perhiasan. Tapi dalam aktivitas perdagangan di Pecinan Tanjung Pinang ada yang menarik yaitu bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi adalah bahasa Cina. Awalnya admin hanya mengira beberapa orang saja yang menggunakan bahasa Cina dalam aktivitasnya, tetapi setelah berjalan - jalan di pecinan ternyata semua orang Tionghoa menggunakan Bahasa Cina. Sebenarnya admin ingin menanyakan apa Bahasa Cinanya dolan - dolan, tetapi karena kurangnya perbendaharaan kata admin maka admin pilih mengurungkan niat itu.
 
Bukan hanya baha keseharian yang menggunakan Bahasa Cina, tetapi ada orang yang membawa kotak dengan gerobag dorong dan tulisan kotak tersebut menggunakan huruf Cina. Dari awalnya admin merasa Pecinan Tanjung Pinang hampir mirip dengan pecinan di tempat lain, sekarang admin jadi tertarik untuk menjelajah lebih jauh lagi di Pecinan Tanjung Pinang dan berharap menemukan fenomena menarik lainnya.
 
Pada malam harinya admin mendapatkan info salahsatu tempat makan yang favorit yaitu Pinang Citywalk yang disana merupakan tempat orang Tiuonghoa makan malam. Tempatnya cukup nyaman, luas dan bersih. Disini terdapat hal menarik lagi yaitu di Pinang Citywalk terdapat sebuah panggung hiburan dengan lagu - lagu berbahasa Cina.
 
Itulah sedikit hal menarik yang admin temui ketika admin berkesempatan dolan - dolan ke Pecinan Tanjung Pinang, admin minta maaf jika ada kesalahan penyebutan dalam posting kali ini, tetap semangat salam #dolandolan.

2 komentar:


  1. Post writing is also a fun, if you know then you can write or else it is complex to write. www.gmail.com login

    BalasHapus

  2. Oh my goodness! Awesome article dude! Thank you, However I am encountering problems with your RSS. I don't understand the reason why I am unable to join it. Is there anybody getting identical RSS problems? Anyone that knows the solution will you kindly respond? Thanks!! yahoo sign in

    BalasHapus

Site search