Jumat, 06 Maret 2015

Melasti Ngobaran 1937 Saka

Posted by Unknown On 00.40 No comments
Peserta melasti datang membawa banten

Hindu adalah sebuah agama yang masuk ke Indonesia atas pengaruh dari India, setelah abad ke IV - XVI Masehi agama ini berkembang pesat di Indonesia terutama Jawa kemudian sampai Pulau Bali. Selepas abad XVI Masehi bukan berarti agama Hindu di Indonesia terus hilang, tetpi eksistensinya yang sebelumnya merajai Pulau Jawa mulai meredup dan berganti dengan kedatangan Islam. Umat Hindu masih berjumlah banyak di Pulau Bali pada kurun waktu berikutnya dan terjadi sedikit perubahan tempat ibadahnya, jika di Pulau Jawa pada abad IV - XVI Masehi menggunakan candi sebagai tempat ibadah, di Bali menggunakan pura sebagai tempat ibadah atau kuil. Kemudian pada perkembangannya pada kurun waktu yang lebih muda umat Hindu yang berada di Bali kembali ke Jawa lagi dan membangun pura untuk tempat ibadahnya walaupun umatnya tidak sebanyak seperti waktu pertama kali masuk ke Pulau Jawa.

Banyak pura yang tersebar di Pulau Jawa, di daerah Daerah Istimewa Yogyakarta juga terdapat banyak pura, salah satunya adalah Pura Segoro Wukir yang berada di Pantai Ngobaran, Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul. Menurut warga setempat sejarah berdirinya Pura Segoro wukir berawal dari Kerajaan Mataram Kuno yang berada di Jawa Tengah kemudian berpindah ke Jawa Timur kemudian menjadi Kerajaan Majapahit. Karena keberadaan Majapahit semakin terdesak (?) maka pindah ke Pulau Bali, setelah keadaan dirasa aman maka umat Hindu ingin kembali lagi ke tanah leluhurnya yaitu Pulau Jawa hingga sampailah di Pantai Ngobaran dengan mendirikan Pura Segoro Wukir.

Persiapan sesaji

Di dalam Agama Hindu banyak upacara keagamaan dan ritual yang sakral dan sangat menarik bagi orang awam, mulai dari peletakan sesaji, saraswati, tawuragung hingga melasti. Prosesi - prosesi tersebut dilakukan secara rutin ada yang harian hingga tahunan, misalnya menjelang Hari Raya Nyepi banyak upacara keagamaan yang dilakukan, salahsatunya adalah upacara melasti yang berarti mensucikan diri dari sifat = sifat buruk manusia. Melasti biasanya dilakukan di tempat yang dekat dengan air yang melimpah misalnya seperti laut dan danau. Karena lokasi Pura Segoro Wukir berada di Pantai Ngobaran maka pura ini selalu dipergunakan untuk melasti setiap tahunnya.

Labuhan pembuka

Sejak pagi hari umat Hindu yang berada di daerah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah berbondong - bondong mendatangi Pura Segoro Wukir sambil membawa banten untuk di letakkan pada tempat yang sama dengan peserta lainnya. Banten sendiri merupakan sebuah tempat untuk membawa sesaji berupa palawija baik yang ada di dalam tanah dan diatas tanah dan pohon karena kebanyakan umat Hindu yang berada di wilayah ini adalah petani. Walaupun cuaca pada saat itu hujan tetapi para peserta melasti tetap semangat untuk mengikuti jalannya melasti.
 
Setelah itu para peserta melasti memposisikan diri untuk sembahyang di tepi pantai, di belakang bangunan kecil mirip langgar tetapi menghadap ke laut. Ketika hari sudah mulai siang dan air laut mulai surut, labuhan pertama dilakukan oleh beberapa orang saja di bibir pantai dan mengambil air laut. Para pewarta foto dan pehobi foto juga ikut merapat ke bibir pantai untuk mendapatkan gambar terbaik versi mereka.

Setelah labuhan utama

Setelah labuahn pembuka selesai dilakukan, para perserta melasti sembahyangan lagi dan diberi siraman air suci. Kemudian barulah labuhan utama dilakukan, peserta malsti berbondong - bondong menuju bibir pantai untuk membasuh muka dengan air laut sebagai simbol pembersihan diri dari sifat - sifat buruk manusia. Selain itu 15 pura yang tersebar di daerah Daerah Istimewa Yogyakarta juga mengambil air untuk membersihkan sarana ibadah yang ada di puranya.

Sebuah info, pada Hari Minggu, 15 Maret 2015 akan diadakan melasti kedua di Pantai Parangkusumo, Kabupaten Bantul.

0 komentar:

Posting Komentar

Site search