Jumat, 01 Mei 2015

Di dalam goa gong

Pacitan adalah sebuah kabupaten yang terletak di Jawa Timur bagaian Selatan karena posisinya yang berada di sebelah Selatan tersebut maka Pacita menyimpan banyak potensi wisata alam yang wajib dikunjungi. Selain itu kondisi landscape Pacitan yang berupa berbukitan karst menjadikan Pacitan memiliki banyak goa dan disebut juga sebagai kota seribu goa. Cukup banyak goa yang terkenal di Pacitan, salahduanya adalah Goa Tabuhan dan Goa Gong. Goa Gong adalah goa yang terbentuk akibat proses karstifikasi setelah terjadi pengangkatan dari dalam laut yang prosesnya membutuhkan waktu selama jutaan tahun. Jadi dapat dikatakan juga bahwa lokasi Goa Gong sekarang dalam waktu jutaan tahun yang lalu merupakan dasar laut.

Goa Gong sendiri terletak di Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Atau sekitar 15 kilometer di Barat Laut pusat Kota Pacitan jika ditarik garis lurus. Jika dari Kota Pacitan dapat ditempuh dengan motor maupun mobil, tetapi jika dari luar kota yang merupakan rombongan wisata dapat juga ditempuh dengan bus pariwisata ukuran besar karena akses jalan dan tempat parkir untuk bus besar ada. Jika menempuh perjalanan dari Jogja bisa juga lewat Wonosari kemudian lewat Pracimantoro kemudian menuju Pacitan. Jika melewati rute ini akan ada pemandangan yang indah yaitu dapat melihat Waduk Gajah Mungkur dari ketinggian.

Tangga menuju goa gong

Selepas dari parkiran Goa Gong, bisa membeli retribusi masuk ke goa sebesar Rp. 6.000 (jika belum berubah). Dan saat itulah bisa memulai dolan-dolan di Goa Gong. Setelah menaik tangga pertama, pengunjung akan disambut oleh patung penjaga yang berwajah seram dan memegang gada. Tetapi tidak perlu takut dengan patung tersebut karena keberadaannya malah dapat dipergunakan untuk selfie. Kemudian pengunjung berjalan menyusuri tangga hingga pintu masuk mulut goa. Untuk menyusuri masuk ke goa sapanjang 100 meter tidak perlu membawa alat penerang sendiri karena goa tersebut sudah dikelola dan diberi penerang yang warnanya bervariasi sehingga stalaktit dan stalakmit didalam goa menjadi penuh dengan warna - warni, ada yang biru, hijau, kuning dan merah.
 
Banyak stalaktit yang masih hidup sehingga masih meneteskan air hingga saat ini yang menyebabkan lantai goa agak licin, tetapi tidak perlu kawatir karena sudah dibuatkan trap tangga dari semen dan sudah ada pegangan tangga baik di kanan maupun kirinya. Didalam goa terdapat beberapa sumber air yang kabarnya tidak akan kering sepanjang tahun. Yang paling menarik di Goa Gong adalah adanya sebuh stalakmit besar yang jika dipukul akan mengeluarkan suara "GOOOOOOONG" seperti gong pada instrumen gamelan jawa. Karena itulah goa tersebut diberi nama Goa Gong. Karena goa tersebut hanya memiliki sebuah mulut saja, maka pintu masuknya juga menjadi pintu keluarnya. Konsep untuk memasuki goa ini adalah memutari dalam goa sehingga tidak ada pengunjung yang saling bertatapan.
 
Variasi batu mulia dari Pacitan

Setelah puas masuk menelusuri warna - warni keindahan Goa Gong, sekarang saatnya memilih cindera mata atau yang biasa disebut oleh - oleh khas Pacitan. Di tempat tersebut sudah disediakan stand - stand untuk menjajakan dagangannya. Salahsatu cindera mata khas Pacitan adalah batu mulia atau batu akik. Sebuah batu akik yang paling terkenal dan diburu di Pacitan adalah batu kalsedon atau keladen. Batu ini memiliki ciri yang khas dan warnanya bermacam - macam tergantung jenis kalsedonnya. Namun kalsedon juga dapat ditemukan di tempai lain yaitu di Jawa Barat dan di Sulawesi Tenggara. Berminat mengkoleksi batu mulia dari Pacitan selagi masih musim? Langsung dolan-dolan ke Pacitan saja hahahaha

Seperti itulah yang dapat admin share ke teman - teman semuanya mengenai wisata Goa Gong di Pacitan dan cindera mata yang khas dari Pacitan. Ingat, tetap semangat #dolandolan dan jangan lupa #selfie

Site search