Kamis, 04 Juni 2015

1200 lentera terbang

Waisak adalah hari raya bagi umat Budha di seluruh dunia, hari raya tersebut untuk memperingati lahirnya Siddharta, pencapaian Siddharta menjadi Budha pada usia termuda yaitu 35 tahun dan memperingati meninggalnya Budha Gautama. Karena ada tiga peristiwa penting bagi umat Budha maka Hari Raya Waisak disebut juga Tri Suci Waisak. Perayaan Waisak di Indonesia biasanya dilakukan di candi-candi Budha besar di Indonesia seperti Candi Borobudur (Magelang), Candi Sewu (Klaten), Candi Brahu (Jawa Timur) dan menurut informasi ada juga yang dilakukan di candi Budha yang berada di Pulau Sumatera.

Prosesi umum yang dilakukan di Candi Borobudur dan Candi Sewu diawali dengan pindapata, pengambilan air suci, pengambilan api abadi, pembacaan riwayat budha, membaca kitab suci, menunggu detik-detik waisak dan yang paling penting adalah pradaksina yaitu berjalan kaki mengelilingi candi dengan cara mengkanankan candi. Detik-detik waisak biasanya ketika bulan purnama tepat berada diatas candi dan pada waktu bulan kelima. Berikut ini admin akan ceritakan pengalaman admin ketika mengikuti perayaan waisak 2559 atau tahun 2015 di Candi Borobudur.

Barisan Bineka Tunggal Ika

Diawali ketika admin mendadak #dolandolan ke Candi Mendut hanya sekedar ingin bersilaturahmi dengan teman-teman admin yang berada di sana, admin mendengar informasi bahwa sekarang akses untuk masuk Candi Mendut tidak sembarang orang boleh masuk karena ini merupakan ibadah bagi umat Budha maka yang diutamakan adalah para umat Budha. Banyak teman yang tidak mendapat ijin masuk, atau sudah masuk tetapi diminta untuk keluar. Akhirnya admin mencoba masuk bersama teman admin dan berkata dengan jujur, sebuah keberuntungan pertama admin dapatkan karena tanpa harus bertele-tele admin diijinkan untuk masuk ke komplek Candi Mendut.
 
Hanya mengambil 6 frame admin langsung berteduh dibawah pohon sambil menunggu prosesi kirab dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur. Tidak lama ada seorang biksu yang memanggil admin dan bertanya mengenai identitas admin. Kemudian admin menjawab dengan jujur dan admin bilang butuh akses masuk ke Candi Borobudur juga, akhirnya admin diberi akses masuk oleh biksu baik tersebut. Karena sudah mendapatkan akses maka segera menuju ke Candi Borobudur dengan penuh semangat.
 
Persiapan detik-detik waisak di altar utama

Prosesi yang paling ditunggu oleh admin sebenarnya adalah pradaksina, tetapi untuk melihat dan mengabadikannya admin harus bersabar menunggu prosesi-prosesi sebelumnya. Sehingga untuk mengisi waktu luang admin mengikuti salah satu prosesi supaya admin tahu dan merasakan secara langsung bagaimana rasanya ketika posisi menjadi umat yang menjadi bidikan ratusan teman-teman fotografer. Hal ini sengaja admin lakukan agar ketika admin mendokumentasikan ritual-ritual seperti ini dilain tempat tidak mengganggu umat yang sedang beribadah. Ternyata hasilnya, teman-teman yang memotret dari posisi paling belakang itu tidak mengganggu kekhusyukan dalam mengikuti jalannya ritual, suara shutter atau gerakan yang bersliweran cukup mengganggu.

Setelah admin mengikuti salahsatu prosesi yaitu renungan menunggu detik-detik waisak 2559, tibalah waktu yang paling ditunggu-tunggu yaitu penerbangan 1200 lampion yang diadakan di taman lumbini. Kali ini admin mendapat kesempatan lagi untuk ikut serta menerbangkan lampion atau lentera terbang. Prosesi ini diawali dengan meditasi terlebih dahulu kemudian menyalakan lilin atau lentera. Setelah semua lentera menyala akhirnya lampion dibagikan dan segera dinyalakan. Karena ukurannya yang besar maka 1 lampion diterbangkan oleh 4-5 orang dan jumlahnya yang cukup banyak maka dibagi 3 periode penerbangan.

Itulah sebuah pengalaman yang dapat admin bagi kali ini, intinya mari kita berkata jujur, menghormati orang lain dan tentunya semangat #dolandolan dan jangan lupa #selfie !!! Mohon maaf ya jika adala kesalahan dalam penulisan posting ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Site search