Sabtu, 28 November 2015

Kisah Taman Bunga Amarylis Pathuk

Posted by Unknown On 19.27 No comments
Amarylis yang masih bertahan
Halo hai konco dolan semuanya, sebelumnya admin minta maaf nih kalau udah lama vacum. Tetapi di tengah kevacuman admin ada kabar yang membuat admin kembali dolan untuk melihat langsung di lapangan tanpa mempercayai informasi yang diberikan oleh orang lain. Beberapa hari terakhir di medsos (media sosial) lagi heboh mengenai kabar adanya bunga amarylis yang hanya mekar setahun sekali pada awal musim hujan. Ditambah lagi kabarnya bunga itu biasanya ada di Belanda, pasti makin heboh. Tapi efeknya banyak pengguna medsos yang ingin menyaksikan secara langsung peristiwa tahunan ini dan berselfie ria di lokasinya. Akibatnya banyak tanaman yang rusak dan menjadi bahan perbincangan menarik di medsos, nahkan sampai muncul hastag #saveamarylis
Karena admin juga telat mendapat informasinya, Hari Sabtu tanggal 28 November 2015 admin baru bisa mengunjungi secara langsung taman bunga amarylis yang berada di tepi Jalan Jogja-Wonosari, Pathuk, Gunungkidul. Untuk mencarinya sangatlah mudah, asalkan di tepi jalan banyak kendaraan yang parkir dan sangat ramai di situlah tempatnya. Dan sudah ada plang dadakan yang dibikin untuk mempermudah pengunjung menemukan lokasinya, selain itu ada juga warga yang membantu pengunjung untuk menyebrang jalan. Admin berhenti pada taman amarylis itu, tapi yang admin lihat hanyalah kebun kecil yang sudah rusak! Setelah ngobrol dengan beberapa orang baik itu warga sekitar dan pengunjung lainnya, ternyata kebunnya bukan hanya di satu tempat. Oke sekaranga admin pindah ke tempat berikutnya.
taman bunga amarylis
Waow, tempat kedua ini ternyata yang kabarnya ngehits itu tetapi sangat beda sekali dengan foto yang tersebar di media sosial. Sebenarnya bunga amrylis sendiri sudah ada di Yogyakarta sejak dahulu dengan sebutan bunga brambangan. Brambangan sendiri berasal dari kata brambang (bawang merah) karena daunnya seperti pohon bawang merah, itu menurut cerita oreang tua jaman dahulu. Tetapi dari mana asal bunga brambangan sendiri admin belum mendapatkan info yang akurat. Jadi sebenarnya kalau 'anak-anak itu' ngaku kekinian setelah berfoto di taman ini, admin rasa mereka itu adalah anak-anak yang kekunoan karena bunga itu sudah ada sejak dahulu.
Di lokasi kedua yang ngehits dari pinggir jalan ini admin mencoba mengamati perilaku pengunjung. Banyak pengunjung yang berusaha mendapatkan spot untuk berfoto dengan background bunga tanpa ada pengunjung lain yang masuk dalam frame, akibatnya langkah mereka perlahan tapi pasti medesak tanaman yang sedang mekar pada siang itu. Selain itu ada pengunjung dengan style anak sekolahan yang nyamperin admin untuk meminjam korek api (padahal admin bukan seorang juru hisap), pengunjung itu melangkah tidak lebih dari 10 langkah tetapi sudah ada 3 bunga yang rusak karena langkahnya . Padahal dari posisi anak sekolah itu menuju tempat admin duduk sudah ada jalan setapaknya, tapi tetap saja anak itu membuat jalan sendiri yang lurus. Mungkin dia menganut ajaran jalan lurus lebih baik kali ya.
amarylis di pollybag
Itu hanya sebagaian kelakuan pengunjung yang tidak baik untuk dicontoh. Ada juga pengunjung yang tidak merusak tanaman, ada yang hanya turun dari kendaraan kemudian mengambil gambar dari atas terus pulang, mungkin karena kecewa. Tetapi ada juga yang menikmati taman bunga amarylis yang sudah rusak dari kejauhan. Sebenarnya kalau para pengunjung menginginkan dapat berfoto dengan bungan amrylis, pengunjung bisa membeli 1 pohon kemudian menanamnya di halaman rumah karena pohon ini sangat mudah untuk tumbuh tetapi juga sangat mudah untuk dirusak. Jika saat ini beli, maka satu tahun lagi sudah dapat menikmati keindahannya. Di sepanjang Jalan Jogja-Wonosari juga banyak yang jual bunga amarylis dan itu sudah ada sejak dahulu.
diecast di taman bunga
Dalam hati sebenarnya admin juga kecewa melihat keadaan taman bunga seperti itu, akhirnya admin memilih untuk memotret diecast di taman bunga saja dari atas didekat tanaman yang masih bagus. Didekat tanaman itu ada sebuah meja yang lumayan bagus untuk standbase diecast dan untuk menjangkaunya tidak perlu menginjak-injak tanaman. Oke, mulai sekarang mari kita bersama-sama menjaga apapun itu yang ada di sekitar kita. Berfoto di alam boleh tetapi ingat alam itu milik bersama yang harus dijaga bersama, bukan karena milik bersama berarti setiap orang bebas memiliki dan berhak semena-mena terhadap alam. Ingat jangan egois, kalau ingin mendapatkan tempat istimewa untuk berfoto lebih baik bikin tempat sendiri secara private buka 'nemu' tempat di alam kemudian menganggapnya seperti milik pribadi. Bukan berfoto yang salah, tetapi perilaku orang sewaktu berfoto yang salah #saveselfie
Itulah yang bisa admin ceritakan pada konco dolan semuanya, semoga bermanfaat dan mohon maaf bila ada yang tersinggung dan terjadi salah tulis pada posting kali ini. Pokoke tetep semangat #dolandolan dan jangan lupa #selfie

Site search