Jumat, 30 Desember 2016

Foto pesta kembang api dari tahun 2012 sampai 2016
 
Tidak terasa tahun 2016 akan berakhir kemudian berganti menjadi tahun 2017, banyak cara untuk merayakan pergantian tahun ini. Ada yang merenung melakukan kilas balik apa saja hal baik dan buruk yang sudah dikerjakan selama tahun 2016 ini, sehingga tahun 2017 tahu apa yang harus ditingkatkan dan tahu apa yang harus ditinggalkan. Ada juga yang berpesta secara meriah. Ada yang menanggapinya biasa seperti malam-malam pada umumnya. Ada juga yang keluar rumah untuk sekedar melihat suasa malam pergatian tahun.

Malam pergantian tahun Masehi selalu identik dengan pesta kembang api, jadi tepat pukul 00.00 diberbagai tempat publik kompak menyalakan kembang api. Di saat ini tentunya banyak sekali tempat yang menawarkan kemeriahan pesta kembang apinya. Oleh sebab itu, admin ingin sharing 7 tempat yang asik untuk menikmati pesta kembang api versi #dolandolan semoga dapat menginspirasi bagi konco dolan yang ingin menikmati pesta kembang api malam ini.
 
Tugu Jogja/Tugu Pal Putih
 
 1. Kawasan Tugu Jogja/Tugu Pal Putih
Tugu Jogja adalah salah satu tempat nongkrong dan foto-foto di Jogja yang tidak pernah sepi, setiap malam selalui ramai bahkan sampai mengganggu lalu lintas. Setiap malam pergantian tahun, tempat ini biasanya terdapat pesta kembang api dadakan. Tidak ada orang yang mengkoordinir pesta kembang apinya, tetapi para pengunjung yang datang disaat malam tahun baru banyak yang membawa kembang api. Jadi, Tugu Jogja merupakan tempat pertama yang admin rekomendasikan untuk menikmati malam pergantian tahun. Jika ingin menikmati malam pergantian tahun di sini, jangan sampai mengganggu lalu lintas ya, biasanya pukul 23.30 WIB jalan mulai ditutup, kurang tahu untuk tahun ini.

Jembatan Kewek/Kleringan
 
 2. Jembatan Kewek/Kleringan
Jembatan kewek adalah satu tempat di Kota Baru yang selalu dilalui jika akan menuju Malioboro atau Jalan Mataram. Biasanya, eman-teman fotografer memotret dari pinggir jalur kereta jadi harus hati-hati dan tetap perhatikan keselamatan. Tempat ini cukup bagus untuk menikmati pesta kembang api karena dapat dibilang agak tinggi sehingga viewnya tidak tertutup bangunan atau pepohonan. Jadi, Jembatan Kewek merupakan tempat kedua yang direkomdasikan oleh admin untuk menikmati malam pergantian tahun.

Embung Kebun Buah Nglanggeran

3. Embung Kebun Buah Nglanggeran
Embung Kebun Buah Nglanggeran menjadi rekomendasi ketiga oleh admin karena dari tempat ini kita dapat menikmati 3 titik sumber pesta kembang api. Malam pergantian tahun baru 2014 dahulu pernah diadakan pesta kembang api dari embung, tetapi tidak tahu untuk tahun ini. Tetapi biasanya ada pengunjung yang membawa kembang api sendiri dan menyalakannya dari pinggir embung, selain itu para pendaki yang berada di puncak Gunung Api Purba Nglanggeran juga tidak sedikit yang menyalakan kembang api dari puncak. Terakhir, dari embung dapat melihat kemeriahan pesta kembang api di Kota, hanya saja untuk mengabadikannya harus menggunakan lensa tele. Sebuah acara yang jelas akan diadakan di embung Nglanggeran di malam pergantian tahun 2017 adalah organ tungal dan kesenian lokal.

Spot Riyadi Prambanan
 
 4. Spot Riyadi
Spot Riyadi adalah sebuah tempat di Dusun Pereng yang semakin hits, dari tempat ini kita dapat melihat kemegahan Candi Prambanan, Candi Sewu, dan Candi Plaosan dari ketingian. Spor Riyadi menjadi rekomendasi keempat oleh admin untuk menikmati malam pergantian tahun karena lokasinya yang tinggi dan ada sebuah ikon yang menarik untuk digambar. Kekurang menikmati malam pergantian tahun dari Spot Riyadi adalah selang 2 menit setelah kembang api dinyalakan, yang terlihat hanyalah asap bekas pembakaran kembang api. Jadi, manfaatkanlah moment sebaik mungkin jika akan menggambar dari tempat ini.

Punthuk Stumbu Magelang
 
 5. Punthuk Stumbu
Punthuk Stumbu adalah sebuah tempat sunrise yang sudah terkenal sejak tahun 2010, kemudian semakin terkenal ketika memasuki tahun 2012 diiringi oleh penambahan fasililas yang memudahkan akses pengunjung. Punthuk Stumbu menjadi tempat kelima yang admin rekomendasikan untuk menikmati malam pergantian tahun, hal ini karena dari Stumbu kita dapat melihat Candi Borobudur yang ikonik, Gunung Merapi dan Gunung Merbabu (jika cerah). Lokasinya yang tinggi akan menampilkan ratusan bahkan ribuan titik perta kembang api, tetapi terlihat sangat kecil. Di setiap malam pergantian taun biasanya juga ada konser di Candi Borobudur sehingga ada lampu sorot yang menyinari candi, selain itu ada juga penerbangan lampion seperti di saat perayaan Hari Raya Waisak. Tetapi jika berkabut, semua keindahan itu tidak dapat terlihat, selain itu selang 2 menit setelah penyalaan kembang api, asap pembakaran kembang api akan cukup banyak dan menghalangi pandangan. Disetiap malam pergantian tahun juga terdapat doa bersama oleh warga setempat di Punthuk Stumbu. Jadi bisa dapat foto selain kembang api.

BukitParalayang, Parangndog

6. Bukit Paralayang/Parangndog
Bukit Paralayang, parangndog yang biasanya dipergunakan ketika acara Jogja air Show cukup menarik untuk menikmati pesta kembang api. Dari Tempat ini kita bisa melihat kemeriahan pesta kembang api di tepi pantai parangtritis. Admin belum pernah melihatnya secara langsung, tetapi berdasarkan hasil sharing bersama teman-teman, di tempat ini terkadang berkabut dan jika ingin memotret harus menggunakan lensa tele. Oleh sebab itu, admin rekomendasikan menjadi nomor 6.

Nol KM Jogja
 
 7. Nol KM Jogja
Nol KM Jogja atau Titik Nol Jogja merupakan tempat nongkrong yang selalu ramai dari sore hingga malam hari. Tempat ini dapat dibilang tidak pernah sepi dari keramaian. Admin belum belum pernah mengambar pesta kembang api dari lokasi ini dan belum pernah mendapatkan teman sharing mengenai pesta kembang api di tempat ini. Dulu pernah ada teman yang sharing tetapi sewaktu di Malioboro, cukup banyak kembang api tetapi waktu itu agak sesak dan tidak bisa bergerak. Jika ingin menikmati malam pergantian tahun di tempat ini harus persiapan ya karena kabarnya akan ada penutupan jalan di kawasan Malioboro mulai pukul 17.00 WIB, entah benar atau tidak semoga dapat bermanfaat.

Itulah 7 tempat versi #dolandolan yang dapat digunakan untuk menikmati pesta kembang api malam pergantian tahun. Tentunya masih banyak tempat lain yang tidak kalah menarik, tetapi admin belum bisa bercerita banyak jadi tidak admin masukkan. Semoga posting kali ini dapat bermanfaat dan dapat menginspirasi. Mohon maaf jika terdapat salah kata atau penyebutan dalam tulisan ini. Selamat Tahun Baru 2017, tinggalkan hal buruk perbanyak hal baik. Tetap semngat #dolandolan dan #jangannyampah 

Jumat, 16 September 2016

Cinta Bukan Berarti Menyentuhnya

Posted by Unknown On 03.13 No comments
View sunrise dari Punthuk Sukmojoyo  

Dewasa ini banyak remaja yang terlalu melampaui batas dalam memadu kasih, berawal dari saling tatap, gandengan, pegang-pegangan kemudian terjadi hal yang sebenarnya di inginkan. Itu hal kekinian mengenai masalah remaja, lalu apa hal kekinian mengenai warisan dunia? Di sini penulis akan membahasnya tetapi dari sudut pandang fotografi. Penulis tidak akan membahas fotografi dari akarnya tetapi fenomena fotografi yang terjadi di negeri tercinta, Indonesia pada saat ini. Fotografi di Indonesia saat ini menyebar tiadak henti bagaikan jamur kulit pada orang yang tidak pernah mandi. Lalu apa efeknya terhadap warisan dunia? Mari kita kupas bersama.

Menjamurnya fotografi ternyata sudah merambah sampai beberapa karang taruna yang berada di pedesaan, hal ini terjadi karena mudahnya akses internet dari mana saja. Dari internet tersebut, karang taruna mengenal media sosial yang kemudian menjadi media publikasi potensi wisata alam  di desanya. Efeknya banyak tempat yang kemudian menjadi terekspose dan dikunjungi banyak orang. Objek menarik bukan sekedar alam yang kosong tetapi juga akan menyajikan hasil budaya manusia masa lampau. Candi Prambanan dan Candi Borobudur yang dikelilingi perbukitan, memberi ‘warna’ tersendiri bagi para fotografer alam. 

Perbukitan yang ada di sekitar kedua candi tersebut menjadi wisata alternatif untuk menikmati Candi Prambanan dan Candi Borobudur dari luar pagar. Kenapa harus dari luar pagar? Bukankah dari dalam pagar akan lebih enak dan bisa berselfie ria? Kalau takut kepanasan juga bisa sewa payung? Tepat sekali dari dalam pagar memang lebih enak, tetapi tanpa disadari dari dalam pagar akan memberikan efek negatif terhadap candi dalam jangka panjang. Salah satu efek negatifnya adalah wisatawan menjadi salah satu kontributor penyebab batu candi menjadi aus.

Hal ini terjadi karena adanya butir pasir yang masih menempel pada alas kaki wisatawan kemudian bergesekan dengan batu candi. Hal ini terlihat jelas pada sudut anak tangga candi, oleh sebab itu sebelum masuk kecandi selalu disediakan keset berbahan karet dengan lobang-lobang. Fungsinya supaya butir-butir pasir yang menempel di alas kaki bisa jatuh di keset, tetapi pada kenyataannya keset tersebut hanya dilewati begitu saja. Pelan tapi pasti, bebatuan candi pada anak tangga maupun selasar bisa aus, hal ini semakin didukung oleh perilaku manusia yang memiliki cara berjalan menyeret alas kaki. Oleh sebab itu, wisata alam yang berada di luar pagar dapat menjadi alternatif untuk keberlangsungan kedua candi tersebut. Kedua candi yang megah tersebut tentunya tidak dapat dilihat full jika dari dekat, tetapi harus dari jauh. Banyak sekali potensi wisata luar pagar yang berada di sekitar Candi Prambanan dan Candi Borobudur.

Sendratari Ramayana
Mari kita kupas satu persatu. Yang pertama di Candi Prambanan. Kita dapat menikmati kemegahan candi prambanan di malam hari sambil duduk santai di panggung Ramayana. Bahkan bukan hanya Candi Prambanan saja yang menjadi sajiannya, cerita Ramayana yang dipahatkan pada pagar langkan juga akan menemani kita dalam menyaksikan kemegahan Candi Prambanan pada malam hari.

View candi prambanan dari spot riyadi

Jika sudah kehabisan tiket Ramayana tetapi masih ingin menikmati Candi Prambanan di malam hari, kita bisa menuju spot riyadi yang berada di perbukitan sebelah Selatan candi Prambanan. Disana kita bisa duduk santai menikmati kemegahan Candi Prambanan dari ketinggian dengan kemerlip lampu jalan solo. Spot disekitar prambanan memang belum banyak terekspose, tetapi spot di sekitar Borobudur akan lebih banyak lagi jumlahnya. Banyak spot menarik di gugusan perbukitan menoreh untuk menikmati kemegahan Candi Borobudur dari luar pagar. Punthuk Stumbu dapat dikatakan spot pertama yang mendunia.

View Candi Borobudur dari Punthuk Stumbu

Setelah Punthuk Stumbu, mulai bermunculan spot-spot lain seperti eden sunrise, sukmojoyo, gupakan, mongkrong, gereja ayam, bahkan ada spot yang dapat menyajikan foto stupa utama Candi Borobudur satu garis dengan puncak Gunung Merapi, puncak Gunung Merbabu dan Selo.
View landscape borobudur dari gupakan

View Candi Borobudur dari eden sunrise

View landscape boribudur dari mulut gereja ayam

View Candi Borobudur dengan latar belakang Gunung Merbabu

View Candi Borobudur dengan latar belakang Gunubg Merapi

Masih banyak spot lain yang berada di sekitar Borobudur yang belum terekspose dan tentunya bisa menciptakan foto yang lebih menarik. Kemegahan Candi Borobudur bukan hanya dapat dinikmati dari gugusan perbukitan menoreh saja, tetapi dapat dinikmati dari Puncak Suroloyo yang berada di Kulon Progo.
Status warisan dunia yang diberikan tentunya setelah lolos dari berbagai kriteria yang sudah diberikan. Tetapi jika gelar tersebut malah akan menimbulkan kerusakan, lalu bagaimana kelak statusnya? Oleh sebab itu mari kita mencoba mengunjungi wisata alternatif luar pagar demi keberlangsungan Cagar Budaya di Indonesia yang sudah menjadi warisan dunia. Jadi, apakah cinta harus menyentuhnya? #loveorlost #bukticinta_blog semngat #dolandolan #jangannyampah

Selasa, 26 April 2016

Suasana Pasar Papringan
Orang Indonesia memang sangat kreatif, salah satu kekreatifan orang Indonesia ketika sebuah kebun bambu disulap menjadi sebuah pasar yang unik, Pasar Papringan namanya. Sebuah pasar masa kini yang dikonsep tradisional yang terletak di Banaran, Caruban, Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Pasar ini baru berdiri Bulan Januari 2016 kemarin dan buka (pasaran) setiap 35 hari sekali yaitu pada Hari Minggu Wage. Kebetulan ini kali pertamanya admin mengujungi Pasar Papringan pada Tanggal 24 April 2016 kemarin atau pada Pasar Papringan 4.

Pagi - pagi buta ketika banyak orang yang baru bangun tidur, admin bersama teman - teman berangkat ke Pasar Papringan dengan niat dapat menggambar persiapan pasar. Rute menuju pasar Papringan, dari pertigaan Secang menuju alun - alun Temanggung, (Jl. Jendral Sudirman) setelah pasar belok ke kanan menuju Jl. Diponegoro kemudian ambil jalan lurus, simpang empat pertama belok kanan lewat Jl. S. Kadar Mawon kemudian ambil jalan lurus sampai daerah Wadas belok kiri (sudah ada petunjuk arah ke Pasar Papringan), kemudian ikuti jalan kampung.
Jika masih tersesat, jangan malu untuk bertanya dengan warga karena warga di Pasar Papringan dan sekitarnya sangat ramah. Sesampainya di pasar, sudah ada panitia yang bertugas mengatur parkir di lahan - lahan yang sudah disediakan. Tempat parkir di Pasar Papringan memang menampung kendaraan roda dua maupun roda empat, namun ada baiknya memakai roda dua karena jika parkiran sudah penuh, kendaraan akan diparkir di pinggir jalan kampung. Tentunya hal ini sangat kurang recomended bagi orang - orang yang malas jalan kaki. Tetapi tetap ada solusinya dengan datang lebih awal.

Uang Bambu
Suasana pedesaan yang masih alami serta keramahan penduduknya jangan sampai membuat anda terlena kemudian langsung masuk pasar karena untuk melakukan transaksi di pasar ini tidak bisa menggunakan sembarang uang. Untuk bertransaksi di Pasar Papringan, pembeli harus menggunakan uang bambu / uang pring. untuk mendapatkannya dapat melakukan penukaran mata uang yang berlaku dengan uang bambu di depan pasar. Nominalnya ada 4 varian yaitu 1 pring, 5 pring, 10 pring dan 50 pring. 1 pring nilai Rp 1.000,00. Pengunjung juga bisa membeli kantung uang seharga Rp. 10.000,00.

Setelah pengunjung menukarkan uang bambu, sekarang pengunjung dapat berbelanja di Pasar Papringan. Cukup banyak yang dijajakan di pasar ini. Bagi pengunjung yang nantinya akan bertransaksi di Pasar Papringan jangan takut jika uang bambunya sisa karena sisanya masih dapat ditukarkan ke uang rupiah lagi. Berdasarkan pengamatan admin kemarin, kebanyakan pengunjung menukar pecahan 1, 5, 10 pring. Padahal jika menukarkan 50 pring, nanti sewaktu bertransaksi juga akan mendapat kembalian dan sisanya masih dapat ditukarkan ke rupiah lagi.

Pedagang Bibit Jamur
Cukup banyak yang di jajakan di dalam pasar, dari makanan tradisional, tanaman, jasa sampai hasil kerajinan. Ada yang jualan gudeg, soto, megono, bibit jamur hingga jasa pijat. Cara penyajiannya juga mengingatkan pada masa lalu karena ada yang disajikan dengan batok kambil / kulit kelapa. Pedagang di Pasar Papringan juga beragam usianya, ada yang masih anak kecil, dewasa hingga orang tua. Semua menawarkan dagangannya dengan cukup ramah.

Hiburan Untuk Pengunjung
Semakin siang pengunjung pasar yang buka dari pukul 06.00 - 12.00 WIB semakin banyak, pasar juga menjadi semakin penuh. Tiba - tiba di depan pasar terdengar suara musik dan munculah kerumunan orang, ternyata diadakan pagelaran tari di depan pasar. Admin kurang tahu apa setiap pasaran diadakan kesenian seperti hari kemarin. Tetapi yang jelas hal ini dapat membantu sirkulasi pengunjung yang berada didalam pasar supaya dapat bergantian dengan pengunjung lainnya.
Tidak banyak yang admin bisa ceritakan di sini, tetapi yang jelas Pasar Papringan cukup recomended bagi konco dolan yang ingin menikmati suasana pasar dimasa lalu. Mohon maaf jika ada kesalahan penyebutan dalam tulisan ini dan semoga tulisan ini dapat bermanfaat. Jangan pernah bangga dolan sampai luar negeri jika tidak mengenal Indonesia, tetap semangat #dolandolan jangan lupa #selfie dan #jangannyampah

Selasa, 08 Maret 2016

Rangkaian proses gerhana matahari
Halo konco dolan, apa kabar?? Sudah lama admin tidak membuat posting tempat-tempat yang asik untuk dolan karena memang akhir-akhir ini admin jarang dolan. Oke, langsung saja untuk mengawali posting pada tahun 2016 ini, admin akan bercerita mengenai pengalaman admin berburu foto gerhana matahari di Tugu Jogja. Sebuah tempat yang asyik buat nongkrong dan berfoto.
Kebetulan di Tugu Jogja juga diadakan acara Jogja Melihat Gerhana yang diadakan oleh Taman Pintar Yogyakarta yang bekerjasama dengan berbagai pihak. Pukul 06.00 WIB jalan menuju Tugu Jogja sudah ditutup demi kelancaran acara dan pada waktu yang sama di Tugu Jogja sudah dipenuhi lautan manusia yang ingin menyaksikan peristiwa langka yang hanya terjadi 33 tahun sekali.
Acara dimulai dengan shalat gerhana berjamaan di sebelah Barat Tugu Jogja. Cukup banyak masyarakat yang mengikuti shalat gerhana yang digelar di Tugu. Ada yang sudah persiapan mengenakan baju koko, sarung dan peci tetapi ada juga yang kebetulan berada di lokasi kemudian ikut shalat gerhana. Semua itu tidak masalah yang penting niatnya untuk beribadah.
Tim Jogja Melihat Gerhana memberi edukasi cara melihat gerhana yang aman
Setelah selesai shalat gerhana, barulah proses tertutupnya matahari oleh bulan dimulai. Kalau menurut orang jawa, gerhana itu srengengene dicaplok buto (mataharinya dimakan buto/raksasa). Mungkin itu karena bentuk matahari yang awalnya bulat perlahan berubah menjadi bentuk sabit. Lalu sewaktu matahari sabit kembali menjadi bulat disebut apa ya? Apa disebut srengengene dilepeh buto (mataharinya dimuntahkan buto)?
Terlepas dari buto yang memakan matahari, untuk melihat gerhana tidak boleh langsung dengan mnggunakan mata telanjang karena bisa menyebabkan gangguan kesehatan mata. Oleh karena itu tim dari Jogja Melihat Gerhana berkeliling membawa kacamata gerhana untuk dipinjamkan bergantian kepada masyarakat yang penasaran ingin melihat gerhana.
Kacamata yang dibawa oleh tim Jogja Melihat Gerhana tentunya sudah memenuhi standar jadi aman untuk digunakan. Sebuah hal yang agak memprihatinkan adalah minat masyarakat yang besar tetapi kacamata gerhana yang terbatas jumlahnya. Hal ini tentu membuat masyarakat berfikir kreatif membuat kacamata sendiri, tetapi hal itu belum tentu dijamin keamanannya. Untungnya masyarakat yang menyaksikan gerhana matahari di Tugu Jogja baik-baik saja. Bahkan saking baiknya ada pemuda yang melamar pujaan hatinya di saat gerhana berlangsung. Lalu kalian kapan melamar atau dilamar? xixixixixi
Itulah pengalaman sederhana seaktu berburu gerhana matahari total di Tugu Jogja, mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan tempat. Jangan pernah bangga dolan sampai luar negeri jika tidak mengenal Indonesia, tetap semangat #dolandolan jangan lupa #selfie dan #jangannyampah

Site search