Selasa, 08 Maret 2016

Rangkaian proses gerhana matahari
Halo konco dolan, apa kabar?? Sudah lama admin tidak membuat posting tempat-tempat yang asik untuk dolan karena memang akhir-akhir ini admin jarang dolan. Oke, langsung saja untuk mengawali posting pada tahun 2016 ini, admin akan bercerita mengenai pengalaman admin berburu foto gerhana matahari di Tugu Jogja. Sebuah tempat yang asyik buat nongkrong dan berfoto.
Kebetulan di Tugu Jogja juga diadakan acara Jogja Melihat Gerhana yang diadakan oleh Taman Pintar Yogyakarta yang bekerjasama dengan berbagai pihak. Pukul 06.00 WIB jalan menuju Tugu Jogja sudah ditutup demi kelancaran acara dan pada waktu yang sama di Tugu Jogja sudah dipenuhi lautan manusia yang ingin menyaksikan peristiwa langka yang hanya terjadi 33 tahun sekali.
Acara dimulai dengan shalat gerhana berjamaan di sebelah Barat Tugu Jogja. Cukup banyak masyarakat yang mengikuti shalat gerhana yang digelar di Tugu. Ada yang sudah persiapan mengenakan baju koko, sarung dan peci tetapi ada juga yang kebetulan berada di lokasi kemudian ikut shalat gerhana. Semua itu tidak masalah yang penting niatnya untuk beribadah.
Tim Jogja Melihat Gerhana memberi edukasi cara melihat gerhana yang aman
Setelah selesai shalat gerhana, barulah proses tertutupnya matahari oleh bulan dimulai. Kalau menurut orang jawa, gerhana itu srengengene dicaplok buto (mataharinya dimakan buto/raksasa). Mungkin itu karena bentuk matahari yang awalnya bulat perlahan berubah menjadi bentuk sabit. Lalu sewaktu matahari sabit kembali menjadi bulat disebut apa ya? Apa disebut srengengene dilepeh buto (mataharinya dimuntahkan buto)?
Terlepas dari buto yang memakan matahari, untuk melihat gerhana tidak boleh langsung dengan mnggunakan mata telanjang karena bisa menyebabkan gangguan kesehatan mata. Oleh karena itu tim dari Jogja Melihat Gerhana berkeliling membawa kacamata gerhana untuk dipinjamkan bergantian kepada masyarakat yang penasaran ingin melihat gerhana.
Kacamata yang dibawa oleh tim Jogja Melihat Gerhana tentunya sudah memenuhi standar jadi aman untuk digunakan. Sebuah hal yang agak memprihatinkan adalah minat masyarakat yang besar tetapi kacamata gerhana yang terbatas jumlahnya. Hal ini tentu membuat masyarakat berfikir kreatif membuat kacamata sendiri, tetapi hal itu belum tentu dijamin keamanannya. Untungnya masyarakat yang menyaksikan gerhana matahari di Tugu Jogja baik-baik saja. Bahkan saking baiknya ada pemuda yang melamar pujaan hatinya di saat gerhana berlangsung. Lalu kalian kapan melamar atau dilamar? xixixixixi
Itulah pengalaman sederhana seaktu berburu gerhana matahari total di Tugu Jogja, mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan tempat. Jangan pernah bangga dolan sampai luar negeri jika tidak mengenal Indonesia, tetap semangat #dolandolan jangan lupa #selfie dan #jangannyampah

0 komentar:

Posting Komentar

Site search