Selasa, 26 April 2016

Suasana Pasar Papringan
Orang Indonesia memang sangat kreatif, salah satu kekreatifan orang Indonesia ketika sebuah kebun bambu disulap menjadi sebuah pasar yang unik, Pasar Papringan namanya. Sebuah pasar masa kini yang dikonsep tradisional yang terletak di Banaran, Caruban, Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Pasar ini baru berdiri Bulan Januari 2016 kemarin dan buka (pasaran) setiap 35 hari sekali yaitu pada Hari Minggu Wage. Kebetulan ini kali pertamanya admin mengujungi Pasar Papringan pada Tanggal 24 April 2016 kemarin atau pada Pasar Papringan 4.

Pagi - pagi buta ketika banyak orang yang baru bangun tidur, admin bersama teman - teman berangkat ke Pasar Papringan dengan niat dapat menggambar persiapan pasar. Rute menuju pasar Papringan, dari pertigaan Secang menuju alun - alun Temanggung, (Jl. Jendral Sudirman) setelah pasar belok ke kanan menuju Jl. Diponegoro kemudian ambil jalan lurus, simpang empat pertama belok kanan lewat Jl. S. Kadar Mawon kemudian ambil jalan lurus sampai daerah Wadas belok kiri (sudah ada petunjuk arah ke Pasar Papringan), kemudian ikuti jalan kampung.
Jika masih tersesat, jangan malu untuk bertanya dengan warga karena warga di Pasar Papringan dan sekitarnya sangat ramah. Sesampainya di pasar, sudah ada panitia yang bertugas mengatur parkir di lahan - lahan yang sudah disediakan. Tempat parkir di Pasar Papringan memang menampung kendaraan roda dua maupun roda empat, namun ada baiknya memakai roda dua karena jika parkiran sudah penuh, kendaraan akan diparkir di pinggir jalan kampung. Tentunya hal ini sangat kurang recomended bagi orang - orang yang malas jalan kaki. Tetapi tetap ada solusinya dengan datang lebih awal.

Uang Bambu
Suasana pedesaan yang masih alami serta keramahan penduduknya jangan sampai membuat anda terlena kemudian langsung masuk pasar karena untuk melakukan transaksi di pasar ini tidak bisa menggunakan sembarang uang. Untuk bertransaksi di Pasar Papringan, pembeli harus menggunakan uang bambu / uang pring. untuk mendapatkannya dapat melakukan penukaran mata uang yang berlaku dengan uang bambu di depan pasar. Nominalnya ada 4 varian yaitu 1 pring, 5 pring, 10 pring dan 50 pring. 1 pring nilai Rp 1.000,00. Pengunjung juga bisa membeli kantung uang seharga Rp. 10.000,00.

Setelah pengunjung menukarkan uang bambu, sekarang pengunjung dapat berbelanja di Pasar Papringan. Cukup banyak yang dijajakan di pasar ini. Bagi pengunjung yang nantinya akan bertransaksi di Pasar Papringan jangan takut jika uang bambunya sisa karena sisanya masih dapat ditukarkan ke uang rupiah lagi. Berdasarkan pengamatan admin kemarin, kebanyakan pengunjung menukar pecahan 1, 5, 10 pring. Padahal jika menukarkan 50 pring, nanti sewaktu bertransaksi juga akan mendapat kembalian dan sisanya masih dapat ditukarkan ke rupiah lagi.

Pedagang Bibit Jamur
Cukup banyak yang di jajakan di dalam pasar, dari makanan tradisional, tanaman, jasa sampai hasil kerajinan. Ada yang jualan gudeg, soto, megono, bibit jamur hingga jasa pijat. Cara penyajiannya juga mengingatkan pada masa lalu karena ada yang disajikan dengan batok kambil / kulit kelapa. Pedagang di Pasar Papringan juga beragam usianya, ada yang masih anak kecil, dewasa hingga orang tua. Semua menawarkan dagangannya dengan cukup ramah.

Hiburan Untuk Pengunjung
Semakin siang pengunjung pasar yang buka dari pukul 06.00 - 12.00 WIB semakin banyak, pasar juga menjadi semakin penuh. Tiba - tiba di depan pasar terdengar suara musik dan munculah kerumunan orang, ternyata diadakan pagelaran tari di depan pasar. Admin kurang tahu apa setiap pasaran diadakan kesenian seperti hari kemarin. Tetapi yang jelas hal ini dapat membantu sirkulasi pengunjung yang berada didalam pasar supaya dapat bergantian dengan pengunjung lainnya.
Tidak banyak yang admin bisa ceritakan di sini, tetapi yang jelas Pasar Papringan cukup recomended bagi konco dolan yang ingin menikmati suasana pasar dimasa lalu. Mohon maaf jika ada kesalahan penyebutan dalam tulisan ini dan semoga tulisan ini dapat bermanfaat. Jangan pernah bangga dolan sampai luar negeri jika tidak mengenal Indonesia, tetap semangat #dolandolan jangan lupa #selfie dan #jangannyampah

0 komentar:

Posting Komentar

Site search