Jumat, 16 September 2016

Cinta Bukan Berarti Menyentuhnya

Posted by Unknown On 03.13 No comments
View sunrise dari Punthuk Sukmojoyo  

Dewasa ini banyak remaja yang terlalu melampaui batas dalam memadu kasih, berawal dari saling tatap, gandengan, pegang-pegangan kemudian terjadi hal yang sebenarnya di inginkan. Itu hal kekinian mengenai masalah remaja, lalu apa hal kekinian mengenai warisan dunia? Di sini penulis akan membahasnya tetapi dari sudut pandang fotografi. Penulis tidak akan membahas fotografi dari akarnya tetapi fenomena fotografi yang terjadi di negeri tercinta, Indonesia pada saat ini. Fotografi di Indonesia saat ini menyebar tiadak henti bagaikan jamur kulit pada orang yang tidak pernah mandi. Lalu apa efeknya terhadap warisan dunia? Mari kita kupas bersama.

Menjamurnya fotografi ternyata sudah merambah sampai beberapa karang taruna yang berada di pedesaan, hal ini terjadi karena mudahnya akses internet dari mana saja. Dari internet tersebut, karang taruna mengenal media sosial yang kemudian menjadi media publikasi potensi wisata alam  di desanya. Efeknya banyak tempat yang kemudian menjadi terekspose dan dikunjungi banyak orang. Objek menarik bukan sekedar alam yang kosong tetapi juga akan menyajikan hasil budaya manusia masa lampau. Candi Prambanan dan Candi Borobudur yang dikelilingi perbukitan, memberi ‘warna’ tersendiri bagi para fotografer alam. 

Perbukitan yang ada di sekitar kedua candi tersebut menjadi wisata alternatif untuk menikmati Candi Prambanan dan Candi Borobudur dari luar pagar. Kenapa harus dari luar pagar? Bukankah dari dalam pagar akan lebih enak dan bisa berselfie ria? Kalau takut kepanasan juga bisa sewa payung? Tepat sekali dari dalam pagar memang lebih enak, tetapi tanpa disadari dari dalam pagar akan memberikan efek negatif terhadap candi dalam jangka panjang. Salah satu efek negatifnya adalah wisatawan menjadi salah satu kontributor penyebab batu candi menjadi aus.

Hal ini terjadi karena adanya butir pasir yang masih menempel pada alas kaki wisatawan kemudian bergesekan dengan batu candi. Hal ini terlihat jelas pada sudut anak tangga candi, oleh sebab itu sebelum masuk kecandi selalu disediakan keset berbahan karet dengan lobang-lobang. Fungsinya supaya butir-butir pasir yang menempel di alas kaki bisa jatuh di keset, tetapi pada kenyataannya keset tersebut hanya dilewati begitu saja. Pelan tapi pasti, bebatuan candi pada anak tangga maupun selasar bisa aus, hal ini semakin didukung oleh perilaku manusia yang memiliki cara berjalan menyeret alas kaki. Oleh sebab itu, wisata alam yang berada di luar pagar dapat menjadi alternatif untuk keberlangsungan kedua candi tersebut. Kedua candi yang megah tersebut tentunya tidak dapat dilihat full jika dari dekat, tetapi harus dari jauh. Banyak sekali potensi wisata luar pagar yang berada di sekitar Candi Prambanan dan Candi Borobudur.

Sendratari Ramayana
Mari kita kupas satu persatu. Yang pertama di Candi Prambanan. Kita dapat menikmati kemegahan candi prambanan di malam hari sambil duduk santai di panggung Ramayana. Bahkan bukan hanya Candi Prambanan saja yang menjadi sajiannya, cerita Ramayana yang dipahatkan pada pagar langkan juga akan menemani kita dalam menyaksikan kemegahan Candi Prambanan pada malam hari.

View candi prambanan dari spot riyadi

Jika sudah kehabisan tiket Ramayana tetapi masih ingin menikmati Candi Prambanan di malam hari, kita bisa menuju spot riyadi yang berada di perbukitan sebelah Selatan candi Prambanan. Disana kita bisa duduk santai menikmati kemegahan Candi Prambanan dari ketinggian dengan kemerlip lampu jalan solo. Spot disekitar prambanan memang belum banyak terekspose, tetapi spot di sekitar Borobudur akan lebih banyak lagi jumlahnya. Banyak spot menarik di gugusan perbukitan menoreh untuk menikmati kemegahan Candi Borobudur dari luar pagar. Punthuk Stumbu dapat dikatakan spot pertama yang mendunia.

View Candi Borobudur dari Punthuk Stumbu

Setelah Punthuk Stumbu, mulai bermunculan spot-spot lain seperti eden sunrise, sukmojoyo, gupakan, mongkrong, gereja ayam, bahkan ada spot yang dapat menyajikan foto stupa utama Candi Borobudur satu garis dengan puncak Gunung Merapi, puncak Gunung Merbabu dan Selo.
View landscape borobudur dari gupakan

View Candi Borobudur dari eden sunrise

View landscape boribudur dari mulut gereja ayam

View Candi Borobudur dengan latar belakang Gunung Merbabu

View Candi Borobudur dengan latar belakang Gunubg Merapi

Masih banyak spot lain yang berada di sekitar Borobudur yang belum terekspose dan tentunya bisa menciptakan foto yang lebih menarik. Kemegahan Candi Borobudur bukan hanya dapat dinikmati dari gugusan perbukitan menoreh saja, tetapi dapat dinikmati dari Puncak Suroloyo yang berada di Kulon Progo.
Status warisan dunia yang diberikan tentunya setelah lolos dari berbagai kriteria yang sudah diberikan. Tetapi jika gelar tersebut malah akan menimbulkan kerusakan, lalu bagaimana kelak statusnya? Oleh sebab itu mari kita mencoba mengunjungi wisata alternatif luar pagar demi keberlangsungan Cagar Budaya di Indonesia yang sudah menjadi warisan dunia. Jadi, apakah cinta harus menyentuhnya? #loveorlost #bukticinta_blog semngat #dolandolan #jangannyampah

Site search