Sabtu, 07 Januari 2017

Salah satu spot foto di Canting Mas
Waduk Sermo yang berada di Kokap memang memiliki pesona tersendiri, terbukti dengan banyaknya tempat wisata berbasis alam di Perbukitan Menoreh yang menawarkan view Waduk Sermo. Selain Kalibiru yang namanya sudah mendunia, kini muncul tempat wisata baru yaitu Canting Mas, Puncak Dipowono. Masih di bawah kelompok wisata yang sama, Canting Mas menawarkan view Waduk Sermo dari tempat yang lebih tinggi. Bahkan, dari Canting Mas dapat melihat tempat parkir Kalibiru dengan jelas.

Rute untuk menuju Canting Mas sangatlah mudah, dari simpang tiga Kalibiru ada jalan yang mengarah ke Utara arah pemandian Clereng. Ikuti jalan tersebut hingga bertemu SD, di dekat SD tersebut terdapat simpang tiga, ambil arah kanan sampai warung samping SD. Di sebelah warung tersebut terdapat jalan cor blok, ikuti saja nanti akan melewati jalan tanah kemudian cor blok lagi. Jalan ini tergolong jalan setapak yang sepi tetapi rindang ditambah dengan penduduknya yang ramah.
Halaman Canting Mas yang luas
Di ujung jalan akan disambut gapura dari bambu, itu artinya konco dolan sudah sampai di Canting Mas. Tempat parkirnya dari bangunan bambu, tentunya kendaraan aman dari teriknya sinar mentari dan dinginnya air hujan. Di dekat parkiran terdapat lahan yang luas, kantor sekretariat, dan warung. Di depan warung sudah di sambut spot foto dari bambu yang bertuliskan 'Canting Mas Puncak Dipowono'.

Kabarnya, untuk pengembangannya akan dibuka jalur baru supaya Canting Mas dapat diakses dengan berjalan kaki dari warung dekat SD. Hal ini dilakukan karena jalur kendaraan yang ada saat ini agak sulit jika dilalui kendaraan roda 4. Selain itu ada jalan tanah yang licin jika malam harinya terjadi hujan, hal ini tentunya demi kenyamanan dan keselamatan pengunjung. Mari kita bersama-sama doakan agar rencana tersebut dapat segera terwujud.
Salah satu gazebo di Canting Mas
Asal-usul nama Dipowono sendiri sudah sejak jaman Belanda, ceritanya Belanda ingin memperluas hutan rakyat dari Clereng sampai Dipowono. Belum semua tanah dibayar, Belanda sudah harus angkat kaki dari Indonesia, sehingga tanah yang sudah dibayar saat ini menjadi milik perhutani, sedangkan yang belum terbayar menjadi milik masyarakat kembali. Kebetulan puncak tertingginya berada di Canting Mas sehingga disebut juga Puncak Dipowono.

Nama Canting Mas juga memiliki asal-usul. Sejak tahun 1990an, banyak orang ke Puncak Dipowono untuk mencari canting mas di setiap Bulan Suro. Tetapi kabarnya sampai saat ini belum ada yang bisa mendapatkannya. Karena hal itulah, Mbah darjo yang mengelola tempat tersebut memberi nama Canting Mas.

Selain terdapat warung, di Canting Mas juga terdapat banyak gazebo sederhana yang dapat dipergunakan untuk duduk-duduk cantik sambil ngobrol kesana-kemari. Fasilitas lain bagi wisatawan luar daerah adalah homestay dengan jumalh 5 rumah (20 kamar). 1 kamar bisa diisi oleh 2-4 orang dengan biaya Rp 150.000,00 /malam /kamar sudah termasuk makan.
Puncak Dipowono
Dari Puncak Dipowono, konco dolan dapat melihat Waduk Sermo dan Laut Selatan, tidak menutup kemungkinan landscape lain juga dapat dilihat dari tempat tersebut. Hal ini didasari dengan posisi Puncak Dipowono mendapat predikat tempat wisata alam tertinggi yang menyajikan view Waduk Sermo. Hal yang sangat disayangkan sewaktu admin ke Canting Mas adalah cuaca yang kurang mendukung sehinggak tidak banyak landscape yang tampak.

Tidak banyak yang dapat admin ceritakan dari Canting Mas, admin minta maaf jika terdapat kesalahan penulisan dan penyebutan nama. Semangat #dolandolan dan #jangannyampah 
Spot panggung Kalibiru
Nama Wisata Alam Kalibiru tentunya sudah sangat familiar di telingan sejak 2 tahun terakhir ini. Sebuah tempat wisata berbasis alam yang terletak di Hargowilis, Kokap, Kabupaten Kulonprogo. Tempat wisata ini sudah ada jauh sebelum tahun 2010 tetapi namanya mulai terdengar ngehits sekitar tahun 2014. Hal ini tentunya tidak lepas usaha pengelola Objek Wisata Kalibiru untuk mempublikasikannya dan peran serta media sosial. Perlu diingat, sejak tahun 2013 media sosial instagram penggunanya bertambah dengan pesat khususnya dikalangan anak muda Indonesia. Pertambahan tersebut juga tidak lepas dari semakin merebaknya ponsel berbasis android yang kemunculannya perlahan menggantikan blackberry.

Di sini admin tidak akan membahas mengenai ponsel, dan cerita mengenai media sosial, instagram, android, dan balcberry tadi hanya sekedar pengantar. Pada tahun 2013-2014 dapat dibilang tahun kebangkitan masa #dolandolan karena pada tahun itu, berwisata mulai naik derajatnya menjadi kebutuhan primer (bagi para pemuda dan remaja). Jika kilas balik di tahun 2009-2010, yang admin temui ketika #dolandolan di objek wisata berbasis alam hanyalah warga lokal, pelajar yang bolos sekolah, mahasiswa yang pernah KKN (kuliah kerja nyata) di lokasi tersebut. Hal ini tentunya berbeda jauh dengan kondisi saat ini, ketika admin #dolandolan ke tempat yang berbasis alam, yang admin temui orang-orang dari berbagai usia, berbagai kalangan, dan sampah.
Komparasi foto salah satu gardu pandang Kalibiru
Wisata Alam Kalibiru adalah salah satu objek yang pernah admin kunjungi sekitar tahun 2011. Tanggal 9 April 2011 adalah pertama kali atau kedua kalinya admin mengunjungi tempat ini. Tidak ada papan petunjuk arah di dekat Waduk Sermo, tempat parkir juga boleh sampai atas (saat ini ada fasilitas foto dengan burung di tempat tersebut). Tepat Bulan April itu atau mungkin setelahnya, barulah dibangun tempat parkir yang lokasinya di tengah (seberang tempat pembelian tiket). Barulah pada tahun 2014 atau 2015, parkiran berada di bawah, nah ini baru bagus karena keselamatan pengunjung tentunya lebih terjamin karena jalan yang menanjak dapat membahayakan keselamatan orang yang belum terbiasa melalui jalan seperti itu.
Komparasi foto batu Kris Bennet
Dulu sekitar tahun 2011-2012, teman ngobrol admin sewaktu dilokasi adalah salah satu bapak-bapak yang sedang membersihkan sampah dedauan di sekitar Batu Kris Bennet. Menurut penuturan bapat tersebut, ikon di Kalibiru itu ya view Waduk Sermo dan Batu Kris Bennet. Penamaan Batu Kris Bennet sendiri berdasarkan nama orang bule yang setiap satu tahun sekali berkunjung ke Kalibiru dan selalu melihat Waduk Sermo dari batu tersebut. Admin agak lupa, apakah saat ini Kris Bennet masih sering ke Kalibiru atau tidak. Waktu itu si bapak juga bercerita ingin mengembangkan Kalibiru supaya menjadi ramai, tetapi sebelumnya memperbaiki jalan menuju gardu pandang yang lain. Selamat pak, impian anda sekarang terwujud!!!

Seiring perkembangannya, wisatawan mengunjungi Kalibiru untuk berfoto di spot-spot foto yang tersedia di beberapa titik. Spot-spot tersebut memiliki nama sendiri-sendiri, yaitu : spot panggung, spot 1, spot bundar, spot 2, spot 3/love. Untuk berfoto ria di spot-spot tersebut, pengunjung dapat membeli tiketnya dengan harga Rp 10.000,00 - Rp 15.000,00, harga tiap spot berbeda. Untuk pengunjung yang phobia ketinggian tidak perlu takut karena sebelum naik ke spot foto, pengunjung sudah mendapat fasilitas tali pengaman. Sebelum ada spot foto, wisatawan biasanya naik fliying fox dari spot panggung kemudian berfoto sewaktu meluncur, mungkin ini yang menginspirasi adanya spot foto.
View Kalibiru dari Canting Mas Puncak Dipowono
Bebicara mengenai spot foto, objek wisata alam yang membangunan bangunan serupa saat ini dapat dijumpai di mana-mana. Tetapi menurut pengamatan admin, tampaknya yang mempelopori bangunan dari kayu untuk dijadikan spot foto adalah Kalibiru. Salah satu objek wisata alam yang menggunakan bangunan kayu sebagai spot foto adalah Canting Mas, Puncak Dipowono. Objek wisata Canting Mas dapat dibilang adiknya Kalibiru karena masih satu kelompok wisata. Mengenai Canting Mas, Puncak Dipowono, nanti akan diulas admin dalam posting berikutnya.

Keasyikan nostalgia dengan jaman tahun 2010an membuat admin lupa sesuatu yaitu rute untuk menuju Kalibiru. Bagi konco dolan yang sering mendengar nama Kalibiru tapi belum diberi kesempatan untuk mengunjunginya, admin akan share mengenai rute yang dapat ditempuh. Sebenarnya saat ini rutenya mudah untuk diketahui, dari dekat bendungan Sermo, ambil jalan naik ke atas (sudah ada papan petunjuk arah), ikuti jalan aspal naik keatas terus, tidak perlu kawatir salah jalan karena banyak pengelola yang ditempatkan di persimpangan jalan kampung, jadi jangan malu dan takut untuk bertanya.

Satu hal yang perlu diingat sebelum mengunjungi Kalibiru, kendaraan harus dipastikan dalam kondisi fit, terutama rem karena nanti akan sangat membantu saat turun, dan yang paling utama jangan lupa berdoa sebelum bepergian. Tidak banyak yang dapat admin sampaikan, semoga dapat bermanfaat dan menginspirasi. Mohon maaf bila ada salah dalam penulisan dan penamaan. Semangat #dolandolan dan #jangannyampah

Minggu, 01 Januari 2017

Suasana kemeriahan pesta kembang api di Tebing Breksi
Berbicara mengenai malam pergantian tahun di Yogyakarta, tentunya banyak lokasi yang dengan sengaja dibuat untuk memeriahkannya. Salah satu tempat wisata baru di Yogyakarta yang semakin hari semakin tambah hits adalah Tebing Breksi yang berada di Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman atau di bawah Candi Ijo. Tempat wisata yang baru diresmikan di pertengahan tahun 2015 lalu semakin kesini semakin berkembang. Awalnya hanya bekas tambang batu tetapi sekarang menjadi tempat wisata yang hits, bukan hanya menyajikan tebing saja tetapi juga terdapat pahatan-pahatan yang sangat artistik.

Selain terdapat pahatan-pahatan, terdapat juga panggung terbuka di area Tebing Breksi yang dapat dipergunakan untuk seni pertunjukan. Musisi kenamaan sekelas Dewa Budjana juga pernah menggelar konser di panggung terbuka tersebut. Di malam pergantian tahun 2017 kali ini, di panggung terbuka tebing breksi kembali diadakan live musik dan ditutup dengan pesta kembang api, tentunya moment ini seru untuk diabadikan.
Gladi bersih pesta kembang api dari Spot Riyadi

Sebelum menuju tebing breksi, admin mampir sebentar ke Spot Riyadi, sekedar pemanasan motret Candi Prambanan dan Candi Sojiwan sebelum motret kembang api di Tebing Breksi. Cukup asyik juga dari Spot Riyadi karena sejak sore sudah ada yang menyalakan kembang api kecil-kecilan atau mungkin mereka gladi bersih sebelum pesta kembang api pukul 00.00 WIB ya? Admin beberapa kali sudah mendapat beberapa foto kembang api di Spot Riyadi terhitung dari pukul 21.40 WIB - 22.20 WIB.

Pengunjung Tebing Breksi semakin ramai
Karena dirasa sudah cukup, sekarang saatnya pindah menuju Tebing Breksi. Sangat mengejutkan ketika jalan mulai menanjak, karena iring-iringan kendaraan dari bawah sangat banyak. Sesampainya di lokasi tebing breksi, para pengunjung diarahkan untuk parkir di Sekolah Dasar di seberang Tebing Breksi karena tempat parkir yang disediakan sudah melebihi kapasitas. Itu artinya pengunjung tadi malam mencapai ratusan orang bahkan ribuan orang.

Satu hal yang admin beri 5 jempol untuk pengelola Tebing Breksi tadi malam, begitu ada moment tahunan dengan pengunjung yang membludak, tidak ada perubahan biaya parkir dan tiket masuk. Untuk parkir roda dua tetap Rp 2.000,00., tiket masuk seiklasnya seperti hari-hari biasa diwaktu siang hari. Kali ini admin benar-benar serius memberi tepuk tangan karena biasanya moment malam pergantian tahun dimanfaatkan dengan menaikkan biaya parkir tetapi hal ini tidak berlaku di Tebing Breksi. Mantab mas-mas pengelola, juoooos!!
Ratusan bahkan ribuan pengunjung memadati Tebing Breksi
Sesampainya di Tebing Breksi, admin sejenak melihat aksi musisi yang sedang mengisi acara, oke juga lagunya. 2 sampai 3 kali foto okelah karena suaranya tidak bisa didengarkan lewat foto. Kemudian admin naik ke atas tebing dengan harapan dapat memantau spot-spot yang nanti sekiranya dapat untuk memotret kembang api. Kejutan!! Ternyata di atas tebing sudah duduk dengan rapi ratusan orang yang siap menanti pesta kembang api. Agak susah untuk berjalan mencapai tepian tebing, tetapi akhirnya berhasil juga. Ternyata tidak bisa memantau spot karena sudah banyaknya pengunjung sehingga menyulitkan untuk bergerak.

Oke, akhirnya admin turun kemudian berjalan ke arah Timur dengan harapan dapat memotret kembang api dengan forground pahatan-pahatan yang ada di Tebing Breksi. Untuk memastikan dari spot tersebut mendapat gambar bagus, admin bertanya kepada salah seorang panitia. Berdasarkan penuturannya, panitia akan menyalakan kembang api dari atas tebing dan bawah tebing, sedangkan pengunjung yang membawa kembang api sendiri dipersilahkan menyalakan dari sebelah mana saja.

Untuk menyalakan kembang api di Tebing Breksi tidak diperbolehkan di waktu yang bebas, harus tepat pukul 00.00 WIB karena sudah diingatkan dari pihak Bandara Adi Sucipto untuk jangan terlalu lama menyalakan kembang api. Hal ini dilakukan karena cahayanya dikawatirkan dapat mengganggu penerbangan, perlu diingat lokasi Tebing Breksi tepat lurus dengan landasan pacu Bandara Adi Sucipto. Tentunya hal ini untuk kebaikan bersama, selain itu menurut admin yang namanya pesta kembang api malam pergantian tahun harusnya dilakukan tepat pukul 00.00 WIB.

Akhirnya yang ditunggu-tunggu muncul juga, sekiatar pukul 23.50 WIB sudah ada pengunjung yang menyalakan kembang api, semakin mendekati pukul 00.00 WIB terjadilah yang dinamakan pesta kembang api. Ternyata keren banget pesta kembang api dari Tebing Breksi, angle foto juga dapat di eksplore mau menggambar dari sisi Timur tebing ataupun dari sisi Utara tebing, semua keren.

Tidak banyak yang dapat admin ceritakan dari pengalaman memotret kembang api di Tebing Breksi semalam, intinya pergantian tahun itu seharusnya membuat kita semua menjadi manusia yang lebih baik dan meninggalkan perbuatan negatif di tahun-tahun sebelumnya. Mohon maaf jika ada salah kata ataupun kesalahan dalam penulisan nama tempat. Tetap semngat #dolandolan dan #jangannyampah

Site search