Sabtu, 07 Januari 2017

Spot panggung Kalibiru
Nama Wisata Alam Kalibiru tentunya sudah sangat familiar di telingan sejak 2 tahun terakhir ini. Sebuah tempat wisata berbasis alam yang terletak di Hargowilis, Kokap, Kabupaten Kulonprogo. Tempat wisata ini sudah ada jauh sebelum tahun 2010 tetapi namanya mulai terdengar ngehits sekitar tahun 2014. Hal ini tentunya tidak lepas usaha pengelola Objek Wisata Kalibiru untuk mempublikasikannya dan peran serta media sosial. Perlu diingat, sejak tahun 2013 media sosial instagram penggunanya bertambah dengan pesat khususnya dikalangan anak muda Indonesia. Pertambahan tersebut juga tidak lepas dari semakin merebaknya ponsel berbasis android yang kemunculannya perlahan menggantikan blackberry.

Di sini admin tidak akan membahas mengenai ponsel, dan cerita mengenai media sosial, instagram, android, dan balcberry tadi hanya sekedar pengantar. Pada tahun 2013-2014 dapat dibilang tahun kebangkitan masa #dolandolan karena pada tahun itu, berwisata mulai naik derajatnya menjadi kebutuhan primer (bagi para pemuda dan remaja). Jika kilas balik di tahun 2009-2010, yang admin temui ketika #dolandolan di objek wisata berbasis alam hanyalah warga lokal, pelajar yang bolos sekolah, mahasiswa yang pernah KKN (kuliah kerja nyata) di lokasi tersebut. Hal ini tentunya berbeda jauh dengan kondisi saat ini, ketika admin #dolandolan ke tempat yang berbasis alam, yang admin temui orang-orang dari berbagai usia, berbagai kalangan, dan sampah.
Komparasi foto salah satu gardu pandang Kalibiru
Wisata Alam Kalibiru adalah salah satu objek yang pernah admin kunjungi sekitar tahun 2011. Tanggal 9 April 2011 adalah pertama kali atau kedua kalinya admin mengunjungi tempat ini. Tidak ada papan petunjuk arah di dekat Waduk Sermo, tempat parkir juga boleh sampai atas (saat ini ada fasilitas foto dengan burung di tempat tersebut). Tepat Bulan April itu atau mungkin setelahnya, barulah dibangun tempat parkir yang lokasinya di tengah (seberang tempat pembelian tiket). Barulah pada tahun 2014 atau 2015, parkiran berada di bawah, nah ini baru bagus karena keselamatan pengunjung tentunya lebih terjamin karena jalan yang menanjak dapat membahayakan keselamatan orang yang belum terbiasa melalui jalan seperti itu.
Komparasi foto batu Kris Bennet
Dulu sekitar tahun 2011-2012, teman ngobrol admin sewaktu dilokasi adalah salah satu bapak-bapak yang sedang membersihkan sampah dedauan di sekitar Batu Kris Bennet. Menurut penuturan bapat tersebut, ikon di Kalibiru itu ya view Waduk Sermo dan Batu Kris Bennet. Penamaan Batu Kris Bennet sendiri berdasarkan nama orang bule yang setiap satu tahun sekali berkunjung ke Kalibiru dan selalu melihat Waduk Sermo dari batu tersebut. Admin agak lupa, apakah saat ini Kris Bennet masih sering ke Kalibiru atau tidak. Waktu itu si bapak juga bercerita ingin mengembangkan Kalibiru supaya menjadi ramai, tetapi sebelumnya memperbaiki jalan menuju gardu pandang yang lain. Selamat pak, impian anda sekarang terwujud!!!

Seiring perkembangannya, wisatawan mengunjungi Kalibiru untuk berfoto di spot-spot foto yang tersedia di beberapa titik. Spot-spot tersebut memiliki nama sendiri-sendiri, yaitu : spot panggung, spot 1, spot bundar, spot 2, spot 3/love. Untuk berfoto ria di spot-spot tersebut, pengunjung dapat membeli tiketnya dengan harga Rp 10.000,00 - Rp 15.000,00, harga tiap spot berbeda. Untuk pengunjung yang phobia ketinggian tidak perlu takut karena sebelum naik ke spot foto, pengunjung sudah mendapat fasilitas tali pengaman. Sebelum ada spot foto, wisatawan biasanya naik fliying fox dari spot panggung kemudian berfoto sewaktu meluncur, mungkin ini yang menginspirasi adanya spot foto.
View Kalibiru dari Canting Mas Puncak Dipowono
Bebicara mengenai spot foto, objek wisata alam yang membangunan bangunan serupa saat ini dapat dijumpai di mana-mana. Tetapi menurut pengamatan admin, tampaknya yang mempelopori bangunan dari kayu untuk dijadikan spot foto adalah Kalibiru. Salah satu objek wisata alam yang menggunakan bangunan kayu sebagai spot foto adalah Canting Mas, Puncak Dipowono. Objek wisata Canting Mas dapat dibilang adiknya Kalibiru karena masih satu kelompok wisata. Mengenai Canting Mas, Puncak Dipowono, nanti akan diulas admin dalam posting berikutnya.

Keasyikan nostalgia dengan jaman tahun 2010an membuat admin lupa sesuatu yaitu rute untuk menuju Kalibiru. Bagi konco dolan yang sering mendengar nama Kalibiru tapi belum diberi kesempatan untuk mengunjunginya, admin akan share mengenai rute yang dapat ditempuh. Sebenarnya saat ini rutenya mudah untuk diketahui, dari dekat bendungan Sermo, ambil jalan naik ke atas (sudah ada papan petunjuk arah), ikuti jalan aspal naik keatas terus, tidak perlu kawatir salah jalan karena banyak pengelola yang ditempatkan di persimpangan jalan kampung, jadi jangan malu dan takut untuk bertanya.

Satu hal yang perlu diingat sebelum mengunjungi Kalibiru, kendaraan harus dipastikan dalam kondisi fit, terutama rem karena nanti akan sangat membantu saat turun, dan yang paling utama jangan lupa berdoa sebelum bepergian. Tidak banyak yang dapat admin sampaikan, semoga dapat bermanfaat dan menginspirasi. Mohon maaf bila ada salah dalam penulisan dan penamaan. Semangat #dolandolan dan #jangannyampah

0 komentar:

Posting Komentar

Site search