Selasa, 28 Maret 2017

Sajian ingkung Pajangan
Dolan memang sudah menjadi kebutuhan pokok untuk saat ini, tapi ada satu hal yang perlu diingat ketika kita dolan, yaitu makan. Karena tanpa makan, kita belum tentu bisa menghadapi kenyataan. Dalam posting kali ini, admin ingin sharing mengenai menu makanan yang Jawa banggget dan sudah dijadikan menu kuliner unggulan di kawasan Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, yaitu ingkung.

Rute untuk menuju Guwosari sangatlah mudah untuk dihafal, jika dari arah Jogja, perempatan Masjid Agung Bantul belok ke kanan atau ke arah barat, perempatan pertama belok kanan, kemudian ketemu jembatan Kali Bedog belok kiri atau ke arah Goa Selarong, setelah jembatan tersebut sudah kawasan kuliner ingkung Pajangan.
Lokasi ingkung Pak Budi
 Karena di Pajangan merupakan kawasan kuliner ingkung, tentunya konco dolan akan kebingungan mau mencicipi ingkung di tempat makan yang mana karena admin juga bingung mau mencicipi ingkung di tempat makan yang mana. Akhirnya admin melihat ada tempat makan dengan bangunan kayu, dengan slogan 'roso hotel rego ndeso' yang artinya cita rasa seperti hotel tetapi harganya desa/murah. Letaknya ada di selatan lapas Pajangan, tepatnya di Dusun Kalakijo, Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan.
Pak Budi menunjukkan ayam yang masih mentah
Kalimat marketing seperti diatas tentunya dapat dibuat oleh semua orang, tetapi pasti ada cerita untuk inspirasinya. Ternyata yang membuat slogan tersebut bernama Pak Budi yang juga pemilik tempat makan tersebut sekaligus juru masaknya. Sebelumnya, Pak Budi pernah bekerja di salah satu hotel terkenal di Jogja sebagai juru masak yang kemudian memilih untuk resign dan membuka usaha sendiri. Pengalaman selama kerja di hotel tentunya diaplikasikan dalam mengelola usahanya sendiri, sehingga rasa dan kualitas jelas terjamin.

Pak Budi, baru memulai usaha ingkungnya selama 8 bulan, dan memiliki keinginan untuk mengembangkannya. Misalnya saja untuk dapurnya, Pak Budi berkeinginan mengembangkannya menjadi seperti dapur rumah jaman dahulu, karena saat ini dapurnya masih standar dapur saat ini. Walaupun begitu, untuk proses pemasakan ingkung tetap menggunakan tungku dari tanah liat karena akan mencipakan cita rasa yang berbeda.
Paket ingkung keluarga
Soal menu, ada banyak pilihan. Ada yang berbahan dasar ayam ada juga yang berbahan dasar bebek, semua tergantung selera pembeli. Soal harga jelas terjangkau, ada juga paket keluarga untuk 4 orang seharga sekitar 100 ribu, jadi cukup terjangkau dan murah karena ayam ingkung yang sesungguhnya adalah ayam yang masih utuh. Sedangkan isi paket keluarga tersebut sudah ada nasi, sayur, sambal, lalapan, dan minuman.

Jadi...sekarang konco dolan sudah lapar dan ingin makan ingkung? Langsung saja meluncur ke Desa Guwosari, pasti akan bingung karena terlalu banyak pilihan tempat makan. Tentunya setiap tempat makan di Guwosari memiliki ciri khas tersendiri dengan cita rasanya. Tidak banyak yang dapat admin sampaikan, semoga dapat bermanfaat dan menginspirasi. Mohon maaf bila ada salah dalam penulisan dan penamaan. Selamat makan ingkung, supaya tetap semangat #dolandolan dan #jangannyampah

0 komentar:

Posting Komentar

Site search