Senin, 17 Juli 2017

Mahakarya luar biasa
 
Malioboro. Nama sebuah tempat yang sangat mendunia, semua orang pasti mengetahuinya minimalnya pernah mendengar namanya. Bahkan ada yang membuat slogan "belum ke Jogja kalau belum ke Malioboro" naaaah! Konco dolan semua, ada yang belum pernah main ke Malioboro? Kalau belum berarti kamu ndesoooooo ciakakakak (bercanda ghaeeees).
 
Pejalan kaki terlihat nyaman
 
Fasilitas air siap minum
 
Mas admin, kenapa kok ngomongin malioboro sih? Nah, itu dia pertanyaan bagus. Jadi gini ghaes, konco dolan semuanya, beberapa bulan yang lalu Malioboro habis di make up. Malioboro di make up? Iyes, beberapa bulan yang lalu pedestrian Malioboro dibenahi supaya semakin rapi dan ramah untuk pejalan kaki, bahkan disediakan juga jalur panduan untuk difabel juga sehingga ramah untuk semua orang. Selain itu, di Malioboro juga tersedia air siap minum, jadi ngak ada alasan kehausan kalau pas #dolandolan ke Malioboro ghaes.
 
Bus Trans Jogja, akses mudah ke Malioboro
 
Untuk konco dolan yang belum pernah ke Malioboro tapi pingin banget dolan kesana, nggak perlu bingung mengenai aksesnya. Di Malioboro banyak halte trans jogja, jadi Malioboro sangat mudah diakses dari bandara, stasiun, dan terminal di Jogja.
 
Para peserta lomba foto
 
Berbicara mengenai Malioboro, kemarin Hari Sabtu, 15 Juli 2017, di Malioboro ada acara yang keren banget, namanya Mataram Culture Festival 2. Mataram Culture Festival 2 di selenggarakan dari pagi sampai malam hari, pastilah peserta puas panitia lemas ghaes hahaha. Mataram Culture Festival tahun ini sudah masuk pada tahun kedua, setelah tahun pertama mengangkat tema njeron beteng pada tahun lalu. Acara di tahun lalu cukup seru juga karena para peserta diajak keliling njeron beteng dengan naik becak. Sedangkan tahun ini para peserta keliling Malioboro dengan berjalan kaki karena memang lokasinya di pedestrian hahaha.

Mataram Culture Festival 2 memiliki beberapa rangkaian acara pendukung yang tidak kalah menarik. Acara yang pertama adalah lomba foto yang mengangkat jalur pedestrian Malioboro. Pasti keren dan banyak potensi di seputar pedestrian Malioboro yang bakalan terekspose ya ghaes.
 
Dolanan bathok kelapa
 
Acara semakin seru ketika panitia mendatakangkan anak-anak dari Gunungkidul untuk menambah kemeriahan acara. Yang namanya anak-anak pasti suka bermain, tetapi permainan yang akan dimainkan oleh anak-anak tersebut bukanlah permainan moderen dan kekinian, yang akan dimainkan adalah permainan tradisional. Biasanya disebut dolanan bocah.

Dolanan bocah akan disebar di beberapa titik di Malioboro, yang pertama di depan Dinas Pariwisata Yogyakarta kemudian di depan gedung DPRD. Para wisatawan yang sedang berada di Malioboro sangat antusias untuk menyaksikan peristiwa langka ini. Tidak peduli saling berdesakan, kepanasan, pokoknya demi mendapatkan tempat terdepan supaya bisa khusyuk dalam menonton dolanan bocah.
 
Kolaborasi egrang bareng bule
 
Adek lelah bang
 
Titik dolanan bocah ketiga adalah di depan Malioboro Mall. Ditempat inilah ada interest tersendiri karena ada bule yang ingin mencoba bermain egrang. Egrang dolanan yang dibuat dari bahan dasar bambu yang dirangkai, bambu yang pendek posisi horizontal untuk pijakan kaki, bambu yang panjang posisi vertikal untuk pegangan tangan.
 
Lompat bambu
 
Masih dari depan Malioboro Mall, dolanan bocah selanjutnya adalah lompat bambu. Permainan ini dimainkan oleh 6 anak, 4 anak duduk melingkar sambil memegang bambu, 2 anak berjalan memutar sambil meloncati bambu. Loncatannya harus sesuai irama supaya kaki tidak tersandung bambu yang dimainkan 4 anak yang duduk dibawah.
 
Lompat tali
 
Semakin ke Selatan ternyata semakin seru dolanan bocah yang dipentaskan, kali ini di depan kantor Kepatihan Yogyakarta. Permainan kali ini tidak menggunakan bambu tetapi menggunakan karet. Konco dolan ada yang tahu apa nama permainannya? Betul ghaes, namanya lompat tali. Permainan ini bukan sekedar permainan biasa, tetapi pemain juga sekalian olahraga karena harus lari dulu supaya dapat melompati tali. Pasti sehat ya kalau tiap hari mainan lompat tali, tapi bau keringat hahaha.
 
Jamuran
 
Jamur tiang
 
Permainan selanjutnya diadakan di dekat Hotel Mutiara, nama permainannya jamuran. Cara bermain jamuran cukup mudah dan tidak memerlukan properti. cukup duduk melingkar kemudian ada yang jadi di tengah. Para pemain bersama-sama menyanyikan lagu jamuran, setelah lagu jamuran selesai, orang yang jadi menyebutkan mau jadi jamur apa, kemudian para pemain harus menjadi jamur itu (menjadi patung). Nah, tugas si jadi tadi mengoda para jamur tadi supaya ketawa atau berhenti menjadi patung.
 
Ancak-ancak alis
 
Interaksi dengan pengunjung malioboro
 
Dolanan bocah terakhir adalah ancak-ancak alis, tapi kalau di kampung admin namanya olu-olunan kalau nggak salah (agak lupa sih hehe). Jadi cara bermainnya, ada dua orang yang membentuk lorong dari tangan, pemain yang lain baris melewati lorong itu sambil nyanyi, ketika nyanyian habis ada yang ketangkap terus jadi anak buah salah satu dari orang yang membentuk lorong tadi. begitu terus sampai nggak ada pemain yang baris. Keseruan permainan baru dimulai disini, dua orang yang tadi membentuk lorong akan saling berebut anak buah dengan cara menangkap ekor lawannya.
 
Makanan tradisional
 
Setelah puas melihat dolanan bocah, sekarang saatnya masuk ke Monumen Serangan Umum 1 Maret. Di dalam monumen sudah menanti dua orang ibu dengan makanan tradisional di depannya. Beliau adalah generasi Bu Cipto dan Bu Mulyomartono yang berjualan kue lupis di Pasar Pujokusuman sejak tahun 1982. Karena lapar, admin memilih rangkaian kue lupis lengkap hahaha. DI dalamnya ada jenang lupis, ketan lupis, gatot, cenil, dan teman-temannya (jadi laper lagi kan ghaes....)
 
Sambutan Bapak kepala Dinas Pariwisata Yogyakarta
 
Sambutan ketua panitia Mataram Culture Festival 2
 
Tiba saatnya memasuki acara puncak Mataram Culture Festival 2, yaitu gelar seni di Monumen Serangan Umum 1 Maret. Oh iya, sebelum gelar seni dimulai, dilaksanakan ibadah kembul dahar dan admin sangat fokus dalam hal ini sehingga lupa tidak mendokumentasikannya ciakakakak. Setelah menikmati makan malam bersama-sama, acara diawali dengan sambutan oleh kepala Dinas Pariwisata Yogyakarta, kemudian dilanjut sambutan oleh ketua panitia acara Mataram Culture Festival 2.
 
Pinkkavaleri
 

 



Matarmitos
 
Berlatar belakang monumen serangan umum 1 maret, panggung terbuka, dan didukung lighting yang luar biasa, pentas seni kali ini memukau banyak penonton. Banyak seniman terkenal yang mengisi pentas seni malam itu. Salah seorang koreografer kondang adalah Anter Asmorotedjo menampilkan karya yang berjudul matarmitos menjadi penutup acara malam itu. Riuh tepuk tangan para penonton menjadi penanda suksesnya acara Mataram Culture Festival 2. Semoga tahun depan semakin seru ya ghaes. Amin.

Jadi...jika konco dolan lagi di Jogja, jangan lupa mampir Malioboro ya ghaes biar sah ke Jogjanya. Tidak banyak yang dapat admin ceritakan, semoga dapat bermanfaat dan menginspirasi. Mohon maaf bila ada salah dalam penulisan dan penamaan. Semangat #dolandolan dan #jangannyampah

0 komentar:

Posting Komentar

Site search