Jumat, 05 Oktober 2018

dibuka dengan tari gambyong

Hae ghaes, posting kali ini admin tidak akan bercerita panjang dan lebar, karena masih merupakan kelanjutan posting sebelumnya. Jika pada posting sebelumnya admin bercerita mengenai gelar seni di Candi Banyunibo, kali ini admin akan bercerita tentang gelar seni kawasan candi yang diadakan di Candi sari.

Tari gambyong

Gelar seni di Candi sari dibuka dengan tari gambyong kemudian dilanjut dengan sambutan dari beberapa pejabat terkait. Kemudian di tutup dengan pementasan wayang topeng dengan lakon Brojonoto Sayemboro.

Adegan 1 Brojonoto Sayemboro

Gelar seni kawasan candi masih berlanjut gahes. Tanggal 5 di Candi Sambisari, tanggal 6 di Candi Kalsan. Untuk penutupan pada tanggal 7 rencana semula akan digelar di Candi Ijo, tetapi lagi-lagi karena tempatnya yang tidak memungkinkan (mungkin terkait dengan kelestarian bangunan candi), maka gelar seni pada tanggal 7 akan diadakan di Tebing Breksi lagi.

Adegan 2 Brojonoto Sayemboro

Adegan 3 Brojonoto Sayemboro

Untuk konco dolan semuanya yang selo dan tertarik melihat gelar seni, jangan lupa datang ya ghaeeeeeees, karena masih ada 4 seni lagi. Tidak banyak yang dapat admin ceritakan, semoga dapat bermanfaat dan menginspirasi. Mohon maaf bila ada salah dalam penulisan dan penamaan. Selamat nonton gelar seni, tetap semangat #dolandolan dan #jangannyampah

Rabu, 03 Oktober 2018

Duel anatara Bandung dengan ayah Roro Jonggrang

Hae ghaes, berbicara mengenai tinggalan budaya berupa candi, Kabupaten Sleman dapat dibilang merupakan gudangnya. Ada ratusan candi yang sudah dapat direkonstruksi bentuknya dan candi yang bebatuannya masih berserakan. Candi yang sudah berhasil direkonstruksi arsitekturnya tentu memiliki daya tarik tersendiri, apalagi jika candi tersebut kemudian dimanfaatkan untuk gelar karya seni. #dolandolan kali ini tidak bercerita tentang traveling, tapi akan bercerita sedikit tentang gelar seni pada sebuah candi.

Pertarungan antara Bandung dengan Bondowoso

Di awal Bulan Oktober 2018 ini, Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman sedang mengadakan acara yang menarik, yaitu gelar 7 seni di 7 candi berbeda. Diawali dari Candi Abang pada tanggal 1 Oktober kemudian dilanjutkan gelar seni di Tebing Breksi sekaligus pembukaan acara pada tanggal 2 Oktober. Sebenarnya, tanggal 2 adalah jatah gelar seni untuk Candi Barong, karena tempat yang tidak memungkinkan kemudian dipindah di Tebing Breksi.

Bandung berhasil membunuh ayah Roro Jonggrang setelah dibantu oleh Bondowoso


Roro Jonggrang menangisi kematian ayahnya

Tanggal 3 Oktober bertempat di Candi Banyunibo. Gelar seni di Candi Banyunibo diisi oleh sanggar seni Puri Prambanan yang mengangkat lakon Bandung Bondowoso. Sanggar Seni Puri Prambanan adalah sanggar seni yang sudah cukup lama, dan sanggar seni ini pula merupakan sanggar seni yang selalu pentas dalam pagelaran Ramayana di Candi Prambanan.

Bandung merayu Roro Jonggrang

Tanggal 4 gelar seni akan diadakan di Candi Sari, tanggal 5 di Candi Sambisari, tanggal 6 di Candi Kalsan. Untuk penutupan pada tanggal 7 rencana semula akan digelar di Candi Ijo, tetapi lagi-lagi karena tempatnya yang tidak memungkinkan (mungkin terkait dengan kelestarian bangunan candi), maka gelar seni pada tanggal 7 akan diadakan di Tebing Breksi lagi.

Gerombolan jin anak buah Bondowoso

Para setan, jin, dan pocong sedang membangun candi

Bandung mengutuk Roro Jonggrang menjadi candi ke seribu

Untuk konco dolan semuanya yang selo dan tertarik melihat gelar seni, jangan lupa datang ya ghaeeeeeees, karena masih ada 4 seni lagi. Tidak banyak yang dapat admin ceritakan, semoga dapat bermanfaat dan menginspirasi. Mohon maaf bila ada salah dalam penulisan dan penamaan. Selamat nonton gelar seni, tetap semangat #dolandolan dan #jangannyampah

Sabtu, 21 Juli 2018

Narsis di bawah bima sakti

"Urip kui gur mampir motret" begitulah plesetan kata dari beberapa teman motretku. "Urip kui gur mampir #dolandolan" nah...ini baru plesetan kata ala admin. Tapi menurut anak-anak hits jaman now, dipotret dan #dolandolan itu sebuah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, ya...kayak aku sama kamu wuixixixi.

Konco dolan pasti sudah tahu kalau saat ini banyak tempat dolan yang menyediakan banyak spot foto untuk menambah daya tarik wisatawan. Salahsatu tempat hits yang tidak boleh dilewatkan adalah teras kaca Pantai Nguluran. Dari tempat ini, kita bisa berfoto dengan latar belakang pantai selatan dari atas kaca, pasti waooooow bangets kan. Sebelum admin melanjutkan bercerita, konco dolan jangan berharap admin akan bercerita mengenai teras kaca karena sewaktu sampai dilokasi, tempatnya sudah tutup. Ternyata teras kaca adalah lahan pribadi seseorang yang bukanya pukul 09.00 - 17.00 WIB.

Admin sedih, galau dan bimbang, sudah tidak ada yang bisa dilakukan karena pemilik lokasi bertempat tinggal di Jogja. Tapi, tiba-tiba salah seorang teman mengusulkan untuk pergi ke sebuah pantai yang letaknya di sebelah barat teras kaca, namanya pantai bukit teletubbies. Informasi keberadaan pantai bukit telletubbies ini diperoleh dari seseorang di Pantai Gesing. Tanpa buang waktu lagi, kami langsung meluncur ke pantai tersebut.

Suasana menjelang senja di Pantai Kobra

Hari sudah semakin sore, semburat warna kekuningan mulai menghiasi langit sebelah barat. Kami tiba di sebuah tempat cukup lapang dengan sebuah bukit di sebelah barat. Bukit itu sedang dalam proses pembangunan tangga dan pondasi. "Ini!!" teriak teman admin sembari memberi tahu letak pantai Bukit Telletubbies.

Tanpa berpikir panjang, admin langsung memposisikan kendaraan kemudian memastikan keamanan bibir tebing, siapa tahu tebingnya growong. Sementara itu, teman-teman admin memilih untuk menaiki bukit. Setelah admin melihat posisi tebing dan yakin aman, barulah admin mencoba mengeksplorasi keindahan pantai ini.

Karang di bawah tebing Pantai Kobra

Oh iya, konco dolan jangan berpikir untuk bermain air di pantai ini yes, karena pantai ini memiliki tebing dengan tinggi sekitar 20 meter. Di bawah tebing barulah karang-karang kokoh yang tak gentar dihantam deburan ombak pantai selatan. Di bawah tebing tampak sebuah jalan setapak yang hanya bisa dilalui lewat sebelah barat bukit yang sedang dieksplor oleh teman-teman admin.

Suasana semakin gelap, namun warna laut malah jadi semakin unik dan cantik. Di sebelah timur berwarna orange, di sebelah barat berwarna kehijauan. Tenang, ini bukan pertanda fenomena alam khusus kok, kondisi tersebut terjadi karena adanya gumpalan awan di sisi timur yang menangkap pantulan cahaya matahari kemudian dipantulkan oleh air laut.

Light pantaing dan blue hour

Hari sudah mulai gelap, sunset yang muncul ternyata tidak sesuai ekspektasi karena lokasi pantai ini berada di sebelah timur bukit. Ditambah lagi dengan munculnya awan hitam pertanda cuaca buruk, kami hanya bisa berdoa semoga tidak turun hujan. Kami juga percaya bahwa angin pantai biasanya lebih kenceng  dan mampu menyapu awan hitam sehingga cuaca bisa menjadi cerah kembali.

Benar saja, sekitar pukul 18.30 langit tiba-tiba cerah, galaksi bima sakti atau milky way menyambut malam itu dari sisi selatan. Sesekali bima sakti malu-malu tertutup awan tebal, tapi kami sabar menanti kemunculannya. Proses itu terus kami lalui berulang-ulang dengan penuh kesabaran, ya seperti kesabaranku untuk mendapatkan balasan atas cintaku padamu.

Sebelum admin mengakhiri cerita #dolandolan kali ini, admin ingin meminta maaf kepada konco dolan sekalian. Dari awal admin sempat menyebut teras kaca, kemudian pantai Bukit Telletubbies. Ehm...gaiiiiis, maafkan... pantai yang dari tadi admin ceritakan namanya Pantai Kobra yang terletak di Wiloso, Girikarto, Panggang, Gunungkidul. Admin baru mengetahui nama pantai tersebut sekitar pukul 12 malam, sewaktu admin pulang dari lokasi dan makan malam di Imogiri. Admin iseng buka google maps dan yang muncul adalah nama pantai Kobra, admin coba googling foto-foto di pantai kobra ternyata memang itulah pantainya. Mengenai alasan kenapa pantai ini dinamakan Pantai Kobra, admin belum menemukan jawabannya karena saat di lokasi tidak ada penduduk setempat yang dapat ditanyai, yang ada hanya dua sejoli yang sedang memadu kasih di balik semak. (Nggak usah nanya mereka ngapain, admin juga nggak paham..)

Kalau konco dolan ada yang berminat ke pantai ini, konco dolan bisa lewat jalan imogiri timur kemudian naik Siluk menuju arah Pantai Gesing. Selanjutnya, menuju ke arah teras kaca, nah.. pantainya ada di sebelah barat teras kaca. Tidak ada retribusi di pantai ini, belum ada toilet maupun tempat sampah, meski demikian konco dolan tetap harus menjaga kebersihan serta keindahan tempat ini yes.

Jadi...kalau konco dolan sedang main ke teras kaca dan menunggu nomor antrean untuk berfoto, konco dolan bisa ke Pantai Kobra dulu. Sekian ya...tidak banyak yang dapat admin ceritakan, semoga bermanfaat dan dapat menginspirasi. Mohon maaf bila ada salah dalam penulisan dan penamaan. Akhir kata...Selamat mantai, tetap semangat #dolandolan dan #jangannyampah
(Foto & teks : @windu_dolandolan, editor : RR)

Rabu, 07 Maret 2018

Yang mulai layu
Halo ghaes konco dolan semua di manapun kalian berada. Setelah hampir 1 tahun admin kekurangan semangat untuk dolan, akhirnya sekarang admin mulai termotivasi untuk #dolandolan kembali. Tempat dolan kali ini adalah sebuah kebun yang terletak di dekat pantai, agak panas, tapi anginnya spoi-spoi, di tepi Jalan Lintas Selatan. Tentunya konco dolan yang eksis abis langsung mengetahui tempat yang akan admin ceritakan kali ini. Iyaaaaaaak betul, kali ini admin akan bercerita mengenai kebun bunga matahari di JLLS (jalan lintas selatan) yang sedang hits itu.
Pengunjung membayar tiket masuk

Taman bunga matahari yang lagi hits ini terletak di Jalan Lintas Selatan, Srigading, Kabupaten Bantul. Jarak dari kota Yogyakarta tidak terlalu jauh hanya sekitar 25 KM saja, dengan waktu tempuh sekitar 30 sampai 40 menit menggunakan kendaraan pribadi. Rute yang dilalui sangat mudah dihafal, dari jalan Bantul tinggal lurus terus, mengikuti jalan utama hingga sampai Pantai Samas. Setelah TPR Pantai Samas, konco dolan tinggal belok kanan, deretan kebun bunga matahari sudah terlihat, konco dolan tinggal memilih kebun mana yang dianggap paling menarik bunga mataharinya.

Untuk tiket masuk ke Pantai Samas, konco dolan cukup mengeluarkan Rp 6.000,00/orang. Sementara itu, tiket masuk kebun bunga matahari hanya Rp 5.000,00/orang. Ongkos parkir cukup Rp. 2.000,00 untuk kendaraan roda dua. Jadi, kalau konco dolan kebetulan sedang jomblo dan ke sana sendirian, cukup bawa 13k saja sudah bisa melihat kecantikan bunga matahari dari dekat, secara live, langsung, bukan hanya dari media sosial seperti instagram dan lainnya. Siapa tahu di sana bisa bertemu jodohnya.


Mengagumi kecantikan bunga matahari di bawah terik sinar mentari

Lokasi yang berada di dekat pantai, membuat cuaca di sekitar kebun bunga matahari agak panas, tapiii anginnya spoi-spoi khas pantai gitu. Bagi konco dolan yang takut kulitnya jadi gosong, jangan lupa pakai sunblock atau sekalian bawa payung aja biar terhindar dari sengatan matahari. Tapi nggak mungkin kan konco dolan takut sinar matahari dan takut hitam????

Seorang petani sedang menyirami pohon cabai

Sejarah singkat keberadaan kebun bunga matahari di JLLS ini bermula dari mata percaharian warga sekitar yang merupakan petani cabai. Karena angin di JLLS cukup kencang sehingga mengakibatkan bunga pohon cabai yang ditanam sering berguguran karena terhempas angin, maka putra dari salah seorang petani berinisiatif untuk membuat pelindung bagi kebun cabai milik orang tuanya. Bunga mataharilah yang dipilih sebagai tanaman pelindung bagi cabai-cabai itu dan percobaan pun berhasil....yyeeyyy.. Lama kelamaan bunga matahari pun mekar, menarik para pengguna jalan untuk mampir, foto-foto, diunggah ke media sosial dan viral, banyak yang lihat, banyak yang nyari, banyak yang mengunjungi dan taraaaaaaaaaaaa......jadilah tempat wisata dadakan, kemudian banyak dikembangkan, kemudian....kemudian...kemudian.... haduh...kemudian terus nih si admin.

Begitulah awal mula terciptanya kebun bunga matahari di sana, sebagai pelindung bagi si cabai-cabai supaya nggak pada tumbang dan rontok kena angin laut....cabai ya, bukan cabe-cabean!!! well...Ghaeeeees, ternyata bukan cuma hati yang bisa terhempas... Bunga cabai dan bakal cabai sekalipun ternyata bisa juga terhempas kena angin laut...ckckck

Seorang pengunjung memotret bunga matahari

Ok, cukup!! Mari kita move on dari hati yang terhempas, eh....bunga cabai yang terhempas. Kebun bunga matahari di JLLS memang cukup banyak,tapi tidak semua bunga matahari menampakkan kecantikannya secara bersamaan. Di salah satu kebun misalnya, pengelola berusaha menanam bunga kertas dan memasang tempat selfie ala-ala hits kekinian agar pengunjung tidak kecewa dan tetap bisa befoto ria jika bunga matahari tidak mekar dalam waktu yang bersamaan. Ada yang suka nanam bunga??? Di sana dijual biji bunga matahari juga loh, bisa dibeli terus ditanam sendiri di rumah.

Kebun bunga matahari di Gunung Api Purba Nglanggeran

Kebun bunga matahari di JLLS adalah kebun bunga matahari ke 3 di Yogyakarta yang admin ketahui. Dulu di tahun 2000an admin pernah juga mengunjungi hamparan kebun bunga matahari di Sleman, cukup luas sih, tapi kemudian menghilang tanpa kabar...kaya mantan #eh. Di tahun itu belum ada orang yang kurang piknik, media sosial pun hanya sebatas friendster, jadi nggak bisa viral seperti sekarang. Lain lagi nih... di pertengahan 2012, Gunung Api Purba Nglanggeran juga memiliki kebun bunga matahari, tepatnya di atas pendopo Kalisong....tapiiiiiiii...setelah mekar sekali nggak ada kabar lagi. But..finally.. di pertengahan 2017 muncullah kebun bunga matahari di JLLS yang kemudian dibarengi oleh kemunculan kebun bunga matahari lain di Pantai Glagah Kulon Progo, kebun bunga dewari, Salam, Magelang, dan juga di Semarang. Tidak perlu membandingkan mana yang terbaik, karena setiap tempat pasti memiliki kelebihannya masing-masing, yang penting tetap satu tujuan untuk berselfie ria dan tentunya untuk #dolandolan

Jadi...konco dolan yang sedang berlibur di Jogja dan pingin melihat bunga matahari, bisa mengunjungi kebun bunga matahari di JLLS. Demikianlah..tidak banyak yang dapat admin ceritakan, semoga dapat bermanfaat dan menginspirasi. Mohon maaf bila ada salah dalam penulisan dan penamaan. Selamat berkebun, tetap semangat #dolandolan dan #jangannyampah

(Foto & teks : @windu_dolandolan, editor : RR)

Site search