Rabu, 07 Maret 2018

Yang mulai layu
Halo ghaes konco dolan semua di manapun kalian berada. Setelah hampir 1 tahun admin kekurangan semangat untuk dolan, akhirnya sekarang admin mulai termotivasi untuk #dolandolan kembali. Tempat dolan kali ini adalah sebuah kebun yang terletak di dekat pantai, agak panas, tapi anginnya spoi-spoi, di tepi Jalan Lintas Selatan. Tentunya konco dolan yang eksis abis langsung mengetahui tempat yang akan admin ceritakan kali ini. Iyaaaaaaak betul, kali ini admin akan bercerita mengenai kebun bunga matahari di JLLS (jalan lintas selatan) yang sedang hits itu.
Pengunjung membayar tiket masuk

Taman bunga matahari yang lagi hits ini terletak di Jalan Lintas Selatan, Srigading, Kabupaten Bantul. Jarak dari kota Yogyakarta tidak terlalu jauh hanya sekitar 25 KM saja, dengan waktu tempuh sekitar 30 sampai 40 menit menggunakan kendaraan pribadi. Rute yang dilalui sangat mudah dihafal, dari jalan Bantul tinggal lurus terus, mengikuti jalan utama hingga sampai Pantai Samas. Setelah TPR Pantai Samas, konco dolan tinggal belok kanan, deretan kebun bunga matahari sudah terlihat, konco dolan tinggal memilih kebun mana yang dianggap paling menarik bunga mataharinya.

Untuk tiket masuk ke Pantai Samas, konco dolan cukup mengeluarkan Rp 6.000,00/orang. Sementara itu, tiket masuk kebun bunga matahari hanya Rp 5.000,00/orang. Ongkos parkir cukup Rp. 2.000,00 untuk kendaraan roda dua. Jadi, kalau konco dolan kebetulan sedang jomblo dan ke sana sendirian, cukup bawa 13k saja sudah bisa melihat kecantikan bunga matahari dari dekat, secara live, langsung, bukan hanya dari media sosial seperti instagram dan lainnya. Siapa tahu di sana bisa bertemu jodohnya.


Mengagumi kecantikan bunga matahari di bawah terik sinar mentari

Lokasi yang berada di dekat pantai, membuat cuaca di sekitar kebun bunga matahari agak panas, tapiii anginnya spoi-spoi khas pantai gitu. Bagi konco dolan yang takut kulitnya jadi gosong, jangan lupa pakai sunblock atau sekalian bawa payung aja biar terhindar dari sengatan matahari. Tapi nggak mungkin kan konco dolan takut sinar matahari dan takut hitam????

Seorang petani sedang menyirami pohon cabai

Sejarah singkat keberadaan kebun bunga matahari di JLLS ini bermula dari mata percaharian warga sekitar yang merupakan petani cabai. Karena angin di JLLS cukup kencang sehingga mengakibatkan bunga pohon cabai yang ditanam sering berguguran karena terhempas angin, maka putra dari salah seorang petani berinisiatif untuk membuat pelindung bagi kebun cabai milik orang tuanya. Bunga mataharilah yang dipilih sebagai tanaman pelindung bagi cabai-cabai itu dan percobaan pun berhasil....yyeeyyy.. Lama kelamaan bunga matahari pun mekar, menarik para pengguna jalan untuk mampir, foto-foto, diunggah ke media sosial dan viral, banyak yang lihat, banyak yang nyari, banyak yang mengunjungi dan taraaaaaaaaaaaa......jadilah tempat wisata dadakan, kemudian banyak dikembangkan, kemudian....kemudian...kemudian.... haduh...kemudian terus nih si admin.

Begitulah awal mula terciptanya kebun bunga matahari di sana, sebagai pelindung bagi si cabai-cabai supaya nggak pada tumbang dan rontok kena angin laut....cabai ya, bukan cabe-cabean!!! well...Ghaeeeees, ternyata bukan cuma hati yang bisa terhempas... Bunga cabai dan bakal cabai sekalipun ternyata bisa juga terhempas kena angin laut...ckckck

Seorang pengunjung memotret bunga matahari

Ok, cukup!! Mari kita move on dari hati yang terhempas, eh....bunga cabai yang terhempas. Kebun bunga matahari di JLLS memang cukup banyak,tapi tidak semua bunga matahari menampakkan kecantikannya secara bersamaan. Di salah satu kebun misalnya, pengelola berusaha menanam bunga kertas dan memasang tempat selfie ala-ala hits kekinian agar pengunjung tidak kecewa dan tetap bisa befoto ria jika bunga matahari tidak mekar dalam waktu yang bersamaan. Ada yang suka nanam bunga??? Di sana dijual biji bunga matahari juga loh, bisa dibeli terus ditanam sendiri di rumah.

Kebun bunga matahari di Gunung Api Purba Nglanggeran

Kebun bunga matahari di JLLS adalah kebun bunga matahari ke 3 di Yogyakarta yang admin ketahui. Dulu di tahun 2000an admin pernah juga mengunjungi hamparan kebun bunga matahari di Sleman, cukup luas sih, tapi kemudian menghilang tanpa kabar...kaya mantan #eh. Di tahun itu belum ada orang yang kurang piknik, media sosial pun hanya sebatas friendster, jadi nggak bisa viral seperti sekarang. Lain lagi nih... di pertengahan 2012, Gunung Api Purba Nglanggeran juga memiliki kebun bunga matahari, tepatnya di atas pendopo Kalisong....tapiiiiiiii...setelah mekar sekali nggak ada kabar lagi. But..finally.. di pertengahan 2017 muncullah kebun bunga matahari di JLLS yang kemudian dibarengi oleh kemunculan kebun bunga matahari lain di Pantai Glagah Kulon Progo, kebun bunga dewari, Salam, Magelang, dan juga di Semarang. Tidak perlu membandingkan mana yang terbaik, karena setiap tempat pasti memiliki kelebihannya masing-masing, yang penting tetap satu tujuan untuk berselfie ria dan tentunya untuk #dolandolan

Jadi...konco dolan yang sedang berlibur di Jogja dan pingin melihat bunga matahari, bisa mengunjungi kebun bunga matahari di JLLS. Demikianlah..tidak banyak yang dapat admin ceritakan, semoga dapat bermanfaat dan menginspirasi. Mohon maaf bila ada salah dalam penulisan dan penamaan. Selamat berkebun, tetap semangat #dolandolan dan #jangannyampah

(Foto & teks : @windu_dolandolan, editor : RR)

Site search