Sabtu, 21 Juli 2018

Narsis di bawah bima sakti

"Urip kui gur mampir motret" begitulah plesetan kata dari beberapa teman motretku. "Urip kui gur mampir #dolandolan" nah...ini baru plesetan kata ala admin. Tapi menurut anak-anak hits jaman now, dipotret dan #dolandolan itu sebuah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, ya...kayak aku sama kamu wuixixixi.

Konco dolan pasti sudah tahu kalau saat ini banyak tempat dolan yang menyediakan banyak spot foto untuk menambah daya tarik wisatawan. Salahsatu tempat hits yang tidak boleh dilewatkan adalah teras kaca Pantai Nguluran. Dari tempat ini, kita bisa berfoto dengan latar belakang pantai selatan dari atas kaca, pasti waooooow bangets kan. Sebelum admin melanjutkan bercerita, konco dolan jangan berharap admin akan bercerita mengenai teras kaca karena sewaktu sampai dilokasi, tempatnya sudah tutup. Ternyata teras kaca adalah lahan pribadi seseorang yang bukanya pukul 09.00 - 17.00 WIB.

Admin sedih, galau dan bimbang, sudah tidak ada yang bisa dilakukan karena pemilik lokasi bertempat tinggal di Jogja. Tapi, tiba-tiba salah seorang teman mengusulkan untuk pergi ke sebuah pantai yang letaknya di sebelah barat teras kaca, namanya pantai bukit teletubbies. Informasi keberadaan pantai bukit telletubbies ini diperoleh dari seseorang di Pantai Gesing. Tanpa buang waktu lagi, kami langsung meluncur ke pantai tersebut.

Suasana menjelang senja di Pantai Kobra

Hari sudah semakin sore, semburat warna kekuningan mulai menghiasi langit sebelah barat. Kami tiba di sebuah tempat cukup lapang dengan sebuah bukit di sebelah barat. Bukit itu sedang dalam proses pembangunan tangga dan pondasi. "Ini!!" teriak teman admin sembari memberi tahu letak pantai Bukit Telletubbies.

Tanpa berpikir panjang, admin langsung memposisikan kendaraan kemudian memastikan keamanan bibir tebing, siapa tahu tebingnya growong. Sementara itu, teman-teman admin memilih untuk menaiki bukit. Setelah admin melihat posisi tebing dan yakin aman, barulah admin mencoba mengeksplorasi keindahan pantai ini.

Karang di bawah tebing Pantai Kobra

Oh iya, konco dolan jangan berpikir untuk bermain air di pantai ini yes, karena pantai ini memiliki tebing dengan tinggi sekitar 20 meter. Di bawah tebing barulah karang-karang kokoh yang tak gentar dihantam deburan ombak pantai selatan. Di bawah tebing tampak sebuah jalan setapak yang hanya bisa dilalui lewat sebelah barat bukit yang sedang dieksplor oleh teman-teman admin.

Suasana semakin gelap, namun warna laut malah jadi semakin unik dan cantik. Di sebelah timur berwarna orange, di sebelah barat berwarna kehijauan. Tenang, ini bukan pertanda fenomena alam khusus kok, kondisi tersebut terjadi karena adanya gumpalan awan di sisi timur yang menangkap pantulan cahaya matahari kemudian dipantulkan oleh air laut.

Light pantaing dan blue hour

Hari sudah mulai gelap, sunset yang muncul ternyata tidak sesuai ekspektasi karena lokasi pantai ini berada di sebelah timur bukit. Ditambah lagi dengan munculnya awan hitam pertanda cuaca buruk, kami hanya bisa berdoa semoga tidak turun hujan. Kami juga percaya bahwa angin pantai biasanya lebih kenceng  dan mampu menyapu awan hitam sehingga cuaca bisa menjadi cerah kembali.

Benar saja, sekitar pukul 18.30 langit tiba-tiba cerah, galaksi bima sakti atau milky way menyambut malam itu dari sisi selatan. Sesekali bima sakti malu-malu tertutup awan tebal, tapi kami sabar menanti kemunculannya. Proses itu terus kami lalui berulang-ulang dengan penuh kesabaran, ya seperti kesabaranku untuk mendapatkan balasan atas cintaku padamu.

Sebelum admin mengakhiri cerita #dolandolan kali ini, admin ingin meminta maaf kepada konco dolan sekalian. Dari awal admin sempat menyebut teras kaca, kemudian pantai Bukit Telletubbies. Ehm...gaiiiiis, maafkan... pantai yang dari tadi admin ceritakan namanya Pantai Kobra yang terletak di Wiloso, Girikarto, Panggang, Gunungkidul. Admin baru mengetahui nama pantai tersebut sekitar pukul 12 malam, sewaktu admin pulang dari lokasi dan makan malam di Imogiri. Admin iseng buka google maps dan yang muncul adalah nama pantai Kobra, admin coba googling foto-foto di pantai kobra ternyata memang itulah pantainya. Mengenai alasan kenapa pantai ini dinamakan Pantai Kobra, admin belum menemukan jawabannya karena saat di lokasi tidak ada penduduk setempat yang dapat ditanyai, yang ada hanya dua sejoli yang sedang memadu kasih di balik semak. (Nggak usah nanya mereka ngapain, admin juga nggak paham..)

Kalau konco dolan ada yang berminat ke pantai ini, konco dolan bisa lewat jalan imogiri timur kemudian naik Siluk menuju arah Pantai Gesing. Selanjutnya, menuju ke arah teras kaca, nah.. pantainya ada di sebelah barat teras kaca. Tidak ada retribusi di pantai ini, belum ada toilet maupun tempat sampah, meski demikian konco dolan tetap harus menjaga kebersihan serta keindahan tempat ini yes.

Jadi...kalau konco dolan sedang main ke teras kaca dan menunggu nomor antrean untuk berfoto, konco dolan bisa ke Pantai Kobra dulu. Sekian ya...tidak banyak yang dapat admin ceritakan, semoga bermanfaat dan dapat menginspirasi. Mohon maaf bila ada salah dalam penulisan dan penamaan. Akhir kata...Selamat mantai, tetap semangat #dolandolan dan #jangannyampah
(Foto & teks : @windu_dolandolan, editor : RR)

Site search